Masyarakat Indonesia kini berolahraga dalam waktu yang lebih singkat guna menyesuaikan aktivitas tersebut dengan jadwal kerja. Mereka juga menjadikan aktivitas fisik sebagai kesempatan untuk bersosialisasi. Aktivitas fisik tidak selalu bersifat individu; kehadiran komunitas juga dapat membantu orang menemukan koneksi dan motivasi.
Perilaku ini menunjukkan pendekatan yang lebih fleksibel terhadap aktivitas fisik, di mana aktivitas yang lebih singkat tetap mendukung progres. Data terbaru dari Strava menyoroti tiga kebiasaan yang menunjukkan bagaimana para pengguna di Indonesia memasukkan aktivitas fisik ke dalam keseharian mereka.
Menjaga Rutinitas
Mencari waktu bisa menjadi salah satu tantangan terbesar untuk tetap aktif. Menurut data terbaru Strava, lebih dari sepertiga aktivitas yang direkam, baik itu jalan kaki, lari, atau latihan beban, aktivitas fisik yang dilakukan dalam waktu lebih singkat tetap dapat membantu orang menjaga konsistensi dan melihat progres seiring berjalannya waktu.Temuan ini mencerminkan pendekatan yang lebih fleksibel dalam menjaga kebugaran. Kini, progres tidak selalu bisa dicapai dengan memaksakan diri hingga batas ekstrem. Setiap usaha itu berarti.
Menciptakan Ruang
Jam kerja juga memengaruhi waktu ketika masyarakat Indonesia mulai beraktivitas. Kegiatan jalan kaki pada hari kerja paling sering tercatat sebelum dan sesudah jam kerja, sementara latihan beban juga mencapai puncaknya pada periode yang sama.Mulai dari jalan pagi hingga meluangkan waktu untuk latihan beban setelah pulang kerja, orang-orang menemukan waktu yang sesuai dengan jadwal mereka dan mengubahnya menjadi kesempatan untuk bergerak. Berolahraga secara rutin bisa dimulai dengan menemukan waktu yang tepat dan terus melakukannya secara konsisten.
Membangun Koneksi
Secara global, lebih dari 185 juta jam aktivitas berkelompok telah tercatat dari total hampir 965 juta jam aktivitas di Strava sepanjang tahun ini. Artinya, hampir satu dari setiap lima jam aktivitas dilakukan bersama orang lain.Aspek sosial dari kegiatan-kegiatan tersebut juga terlihat dari aspek lain. Kegiatan berkelompok memiliki waktu jeda rata-rata 33 menit, tiga kali lebih lama dibandingkan kegiatan individu yang hanya 11 menit. Waktu tambahan tersebut dapat membuka peluang untuk interaksi sosial, seperti minum kopi, berbincang-bincang, atau sekadar menghabiskan lebih banyak waktu bersama.
Bagi komunitas global Strava, berolahraga bersama semakin menjadi bagian dari cara untuk tetap terhubung dan termotivasi. Latihan fisik mungkin bisa menyatukan orang-orang, tetapi komunitaslah yang dapat menginspirasi mereka untuk terus bergerak.