Ajang ini menjadi edisi ke-10 GFNY yang digelar di Indonesia sekaligus memperkuat posisi Belitung sebagai salah satu destinasi sport tourism unggulan Tanah Air. Tidak hanya diikuti peserta domestik, kehadiran pesepeda mancanegara juga menjadi bukti meningkatnya daya tarik Belitung sebagai tuan rumah event olahraga internasional.
GFNY dikenal sebagai salah satu balapan sepeda maraton paling bergengsi di dunia dengan slogan "Be a Pro For a Day", yang memberikan pengalaman balapan layaknya atlet profesional bagi seluruh peserta.
Pada edisi kali ini, peserta akan bersaing di kategori putra dan putri dengan dua pilihan rute, yakni rute utama sejauh 127 kilometer dan rute menengah sejauh 70 kilometer.
Peserta dari 21 Negara Berebut Tiket ke New York
Race Director GFNY 2026, Muhamad Mahful, mengungkapkan bahwa antusiasme peserta pada tahun ini sangat tinggi. Selain pesepeda Indonesia, atlet dari berbagai negara juga ikut meramaikan persaingan di Belitung.
"Kali ini GFNY diikuti juga pembalap dari 21 negara," ujar Mahful saat agenda Gala Dinner menjelang perlombaan.
Menurutnya, sekitar 500 peserta telah terdaftar untuk mengikuti balapan yang akan mengambil titik start dan finis di kawasan Pantai Tanjung Pendam.
Tak hanya memperebutkan gelar juara, para peserta juga memiliki motivasi besar lainnya. Pemenang pada setiap kategori berhak mengamankan tiket menuju ajang puncak GFNY World Championship di New York, Amerika Serikat, yang akan digelar tahun depan.
Kesempatan tersebut membuat persaingan diprediksi berlangsung ketat sejak awal balapan.
GFNY Jadi Etalase Sport Tourism Belitung
Pimpinan GFNY Indonesia, Axel Moeller, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Belitung yang telah mendukung penyelenggaraan event internasional tersebut.
Ia berharap seluruh peserta dapat menikmati pengalaman berkompetisi sekaligus menjaga sportivitas dan keselamatan selama berada di lintasan.
"Meski besok bersaing menjadi yang tercepat, setelah lomba selesai semuanya adalah keluarga. Saya berharap lomba berjalan lancar dan tanpa accident," ujar Axel.
Dukungan penuh juga datang dari Bupati Belitung Djoni Alamsyah Hidayat. Menurutnya, Belitung memiliki potensi besar untuk terus berkembang sebagai destinasi sport tourism kelas dunia.
Keberhasilan menghadirkan GFNY menjadi bukti kesiapan daerah dalam menyelenggarakan event internasional yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan.
"Kita selalu siap untuk menggelar event olahraga internasional. Bawa pesan dan kesan bagus tentang Belitung," kata Djoni kepada para peserta.
Belitung Siapkan Agenda Olahraga Internasional Berikutnya
Kesuksesan GFNY 2026 disebut bukan akhir dari agenda olahraga internasional di Belitung. Pemerintah daerah telah menyiapkan sejumlah event lain untuk terus mendorong kunjungan wisata berbasis olahraga.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Belitung, Edi Usdianto, mengatakan GFNY menjadi momentum penting untuk memperkenalkan Belitung kepada komunitas olahraga dunia.
Menurutnya, Belitung akan kembali menggelar sejumlah ajang internasional dalam beberapa tahun ke depan, termasuk Geopark Run 2027 yang ditargetkan diikuti ribuan pelari dari berbagai daerah dan negara.
Selain itu, pemerintah daerah juga tengah menyiapkan rencana penyelenggaraan kejuaraan motocross internasional sebagai bagian dari pengembangan sektor sport tourism.
Sebagai informasi, GFNY pertama kali hadir di Indonesia pada 2016 di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Sebelum digelar di Belitung tahun ini, seri Indonesia terakhir berlangsung di Bali pada 2025 dan sukses menarik perhatian komunitas pesepeda dari berbagai negara.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda