Para pemain muda berfoto bersama usai meraih gelar juara dalam Freeport Grassroots Tournament 2026 di Stadion Mandala, Jayapura, 17-18 April 2026. (Foto: PSSI)
Para pemain muda berfoto bersama usai meraih gelar juara dalam Freeport Grassroots Tournament 2026 di Stadion Mandala, Jayapura, 17-18 April 2026. (Foto: PSSI)

FGT 2026 Resmi Digelar di Jayapura, PSSI Fokus Kembangkan Talenta Muda Indonesia

Alfa Mandalika • 20 April 2026 21:40
Ringkasnya gini..
  • PSSI melalui PT Garuda Sepak Bola Indonesia (GSI) dan PT Freeport Indonesia (PTFI) kembali menyelenggarakan Freeport Grassroots Tournament (FGT) 2026 di Jayapura.
  • Turnamen yang diikuti lebih dari 300 anak ini bertujuan untuk memperkuat fondasi pembinaan sepak bola usia dini di wilayah timur Indonesia.
  • Selain aspek kompetisi, ajang ini fokus pada pembentukan karakter serta penyaringan talenta muda untuk masuk ke jenjang Timnas Indonesia.
Jayapura: PSSI melalui PT Garuda Sepak Bola Indonesia (GSI) bersama PT Freeport Indonesia (PTFI) resmi melanjutkan komitmen pengembangan talenta muda melalui pembukaan Freeport Grassroots Tournament (FGT) 2026. Ajang tahunan ini perdana digelar di Stadion Mandala, Jayapura, pada 17-18 April 2026.
 
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menyampaikan apresiasi mendalam atas konsistensi PTFI dalam mendukung ekosistem sepak bola nasional. Menurutnya, kepercayaan mitra strategis sangat krusial untuk memperkuat kualitas kompetisi dan pelatihan pelatih di level akar rumput.
 
"Kepercayaan ini memperkuat komitmen PSSI untuk terus meningkatkan sepak bola usia dini. Kolaborasi ini memberi pengaruh positif yang nyata bagi perkembangan pemain muda kita," ujar Erick Thohir dalam keterangan resminya.
 

Pembinaan Berkelanjutan di Tanah Papua

Pelaksanaan FGT 2026 di Jayapura merupakan edisi ketiga sejak dimulai dua tahun lalu. Turnamen kali ini melibatkan lebih dari 300 peserta yang berkompetisi di kategori U-10 dan U-12. Ketua PSSI Papua, Benhur Tomi Mano, menegaskan bahwa pembinaan yang dilakukan PTFI telah membuahkan hasil nyata bagi anak-anak Papua.

"Banyak pemain dari akademi Freeport sudah berkesempatan ke luar negeri. Ini bukti kontribusi nyata dalam mengembangkan sepak bola di Indonesia Timur. Kami harap orang tua terus mendukung potensi anak agar Papua bisa terus menyumbang bakat untuk kejayaan Indonesia," kata Benhur.
 
Senada dengan hal tersebut, Senior Vice President (SVP) Sustainable Development PTFI, Nathan Kum, menjelaskan bahwa FGT bukan sekadar ajang olahraga, melainkan ruang belajar karakter. Melalui olahraga, PTFI berupaya mewujudkan visi Papua Unggul.
 
"Kompetisi ini menjadi ruang penting bagi anak-anak untuk memahami nilai sportivitas, fair play, dan respect. Ini adalah fondasi utama pembentukan karakter mereka," tegas Nathan.
 

Target Menuju Timnas Indonesia

Keberhasilan program pembinaan ini tercermin dari pemanggilan alumni Papua Football Academy (PFA) ke tingkat nasional. Pada 2025, sebanyak enam alumni PFA dipanggil seleksi Timnas U-17.
 
Sementara pada 2026, tiga siswa angkatan kedua yakni Stenly Meyanu, Yance Glen Imbiri, dan Dolfi Salossa, telah bergabung dalam pemusatan latihan Timnas U-17 untuk persiapan AFC U-17 Asian Cup 2027.
 
Pada aspek teknis, FGT 2026 menggunakan format 7 lawan 7 dengan durasi pertandingan 2 x 15 menit. Penyelenggara juga memberikan penghargaan khusus fair play dan mendistribusikan sepatu sepak bola kepada Sekolah Sepak Bola (SSB) peserta sebagai bentuk dukungan operasional pembinaan.
 
(Ahmad Raul)
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ASM)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan