Tim Putra Perbanas meraih podium tertinggi usai meraih kemenangan di The Nationals Final melawan Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga (UKSW) dengan skor akhir 47-45. Sementara di sektor putri, Tim UBAYA keluar sebagai kampiun dengan menumbangkan perlawanan Soegijapranata Catholic University (SCU) 59-51.
Keberhasilan tersebut sekaligus menutup perjalanan panjang musim perdana basket Campus League yang sejak April lalu yang mempertemukan student-athlete dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Sebelumnya, fase regional Campus League 2026 - Basketball Season 1 telah bergulir di Surabaya, Yogyakarta, Samarinda, Bandung, dan Jakarta-Tangerang.
Campus League Basketball Season 1 2026 menjadi musim pertama kompetisi basket mahasiswa nasional yang digelar secara terstruktur dengan sistem regional dan The Nationals. Selama hampir tiga bulan, ratusan student-athlete dari berbagai perguruan tinggi bertanding tidak hanya untuk mengejar kemenangan, tetapi juga membawa identitas kampus dan almamater mereka masing-masing.
Menilik perjalanan Campus League Basketball Season 1 2026, CEO Campus League, Ryan Gozali mengungkapkan keberhasilan penyelenggaraan musim pertama menunjukkan bahwa olahraga kampus memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi ekosistem yang lebih kuat di masa depan. Untuk itu, ia mengucapkan selamat kepada para kampiun dan juga berpesan bagi tim yang belum berhasil mengangkat trofi juara agar tidak patah arang, melainkan terus mengasah diri agar lebih kompetitif di season yang akan datang.
"Season 1 bukan hanya tentang mencari juara. Yang paling penting adalah membangun fondasi. Kami melihat antusiasme kampus, mahasiswa, pelatih, dan berbagai pihak yang terlibat sangat besar. Masih banyak kekurangan yang harus dibenahi, tapi sudah ada indikator bahwa olahraga kampus di Indonesia memiliki masa depan yang menjanjikan apabila dibangun secara konsisten dan berkelanjutan," ujar Ryan.
Menurutnya, Campus League hadir sebagai ruang tumbuh bagi student-athlete Indonesia, baik dari sisi prestasi olahraga maupun pengembangan karakter. "Kami percaya olahraga kampus tidak hanya menghasilkan atlet. Ia membentuk disiplin, kepemimpinan, kemampuan bekerja sama, dan berbagai keterampilan hidup yang akan dibawa mahasiswa setelah mereka lulus," ia menambahkan.
Campus League dibangun di atas tiga pilar utama: Athleticism, Academics, dan Affinity, yang menempatkan olahraga sebagai bagian dari proses pembelajaran mahasiswa. Melalui pendekatan tersebut, student-athlete tidak hanya dituntut berprestasi di lapangan, tetapi juga berkembang secara akademik dan sosial.
Tidak hanya berfokus pada basketball, tahun ini Campus League juga akan menyelenggarakan kompetisi di nomor badminton dan futsal, sebelum menutup kalender dengan UniGames yang akan menghadirkan berbagai cabang olahraga lainnya.
Ryan Gozali berharap momentum yang terbangun selama musim pertama basket dapat menjadi fondasi untuk memperkuat ekosistem olahraga mahasiswa Indonesia pada tahun-tahun mendatang. “Karena pada akhirnya, yang dibangun bukan hanya kompetisi, melainkan sebuah sistem yang memberi ruang bagi generasi muda Indonesia untuk bertumbuh melalui olahraga,” tutur Ryan.
Hal itu pula yang ditegaskan oleh Polytron sebagai sponsor utama Campus League Season 1. Nilai-nilai di sebuah kompetisi sejalan dengan prinsip yang dianut oleh Polytron. Commercial Director Polytron, Tekno Wibowo mengatakan gelaran Campus League yang bertujuan meningkatkan kemampuan mahasiswa yang tidak hanya bertumpu pada prestasi akademik namun juga olahraga sehingga dapat menjadi generasi penerus bangsa yang adaptif dan inovatif, sejalan dengan misi Polytron. Sebagai jenama nasional yang berdiri lebih dari 50 tahun, Polytron mengusung semangat inovasi dalam melahirkan berbagai produk berkualitas bagi masyarakat Indonesia.
“Selaras dengan visi dan misi Polytron yang ingin menjadi perusahaan penuh inovasi dan senantiasa beradaptasi terhadap perkembangan zaman, kami setia mendukung Campus League sebagai wadah bagi para student-athlete untuk tidak hanya berprestasi tapai juga berkreasi menunjukkan kemampuannya sehingga menjadi generasi yang lebih baik di masa mendatang,” tutur Tekno.
Final Putra & Putri Sama-sama Sengit
Pada laga final putri, kemenangan atas Soegijapranata Catholic University memastikan Tim Universitas Surabaya menorehkan sejarah sebagai kampus pertama yang berhasil meraih gelar juara Campus League Basketball Season 1 2026 sektor putri.Sejak tip-off, pertandingan langsung berjalan dalam tempo tinggi. Kedua tim tampil agresif dan saling bertukar serangan. Ubaya mampu membuka laga dengan keunggulan tipis setelah membukukan 19 poin pada kuarter pertama. Namun SCU terus menempel ketat dengan raihan 18 poin.
Memasuki kuarter kedua, giliran SCU yang mengambil alih momentum pertandingan. Tim asal Semarang tersebut tampil lebih efektif dalam mengeksekusi peluang dan berhasil menambah 14 poin. Sementara itu, Ubaya hanya mampu menghasilkan delapan poin pada periode ini. Universitas asal Semarang itu pun menutup babak pertama dengan keunggulan dan membawa tekanan kepada lawannya.
Kuarter ketiga menjadi titik balik bagi Ubaya. Tim Kota Pahlawan meledak dengan tambahan 23 poin, sementara SCU mencetak 14 poin. Momentum tersebut mengubah jalannya pertandingan dan membawa Ubaya kembali berada di depan.
Memasuki kuarter terakhir, Ubaya berhasil menjaga konsistensi permainan mereka. SCU terus berusaha mengejar ketertinggalan, tetapi Ubaya mampu mengontrol tempo dan menjaga keunggulan hingga akhir laga. Saat buzzer berbunyi, papan skor menunjukkan angka 59-51 untuk kemenangan Ubaya.
“Tidak ada rahasia khusus untuk bisa meraih kemenangan demi kemenangan dan akhirnya keluar sebagai juara. Namun, ada satu hal yang selalu kami tekankan, yaitu kebersamaan, jadi di tim UBAYA ada sebuah larangan keras bahwa dalam permainan tidak boleh menyalahkan rekan satu tim meskipun melakukan kesalahan. Mungkin hal itu yang membuat kami tetap tenang saat bermain dan saat dalam kondisi skor tertinggal. Kebersamaan itulah yang akhirnya membuat kami dapat membalikkan keadaan dan keluar sebagai juara,” kata Pelatih Tim Putri UBAYA, Wellyanto Pribadi.
Sementara itu, power forward UBAYA, Selly Margaretha mengatakan gelar juara menjadi hasil dari kerja keras seluruh tim sepanjang musim. Ia juga mengungkapkan salah satu kunci kesuksesan timnya menjadi juara adalah kemampuan shooting merata yang dimiliki seluruh pemain UBAYA.
"Kerja keras sejak persiapan, fase regional, hingga The Nationals, terbayarkan karena kami berhasil menjadi juara. Kami tentu sangat bangga dengan hasil maksimal ini dan ingin mempersembahkannya untuk orang tua, kampus, tim pelatih, dan semua orang yang telah mendukung perjuangan kami. Salah satu kunci kemenangan dan kekuatan kami adalah seluruh pemain UBAYA memiliki kemampuan shooting sehingga lawan sulit untuk memprediksi siapa yang perlu dijaga,” kata Selly.
Sementara itu, partai final putra berlangsung lebih ketat dan menyajikan drama hingga detik terakhir. Kedua tim tampil ngotot sepanjang pertandingan dan harus melalui babak overtime sebelum Perbanas memastikan kemenangan dengan skor tipis 47-45.
Perbanas membuka pertandingan dengan percaya diri. Mereka langsung mengambil inisiatif serangan sejak kuarter pertama. Namun, UKSW tidak membiarkan lawannya mendominasi begitu saja. Pertandingan berjalan ketat dengan kedua tim saling berbalas poin. Perbanas menutup kuarter pertama dengan keunggulan tipis 12-10.
Memasuki kuarter kedua, UKSW mulai menemukan ritme permainan mereka. Tim berjuluk The Saints itu tampil lebih agresif dalam menyerang dan berhasil membalikkan momentum pertandingan. UKSW menambahkan 17 poin pada periode ini, sementara Perbanas membukukan delapan poin.
Selepas halftime, pertandingan kembali berubah arah. Perbanas menunjukkan respons positif dan berhasil memperbaiki permainan mereka di kedua sisi lapangan. Pertahanan yang lebih disiplin membuat UKSW kesulitan mengembangkan permainan. Perbanas menambah delapan poin pada kuarter ketiga, sedangkan UKSW hanya mencetak lima poin.
Memasuki kuarter terakhir, duel semakin menegangkan. Perbanas sempat berada di depan dengan keunggulan 40-38 dan hanya tinggal beberapa saat lagi mengunci kemenangan. Namun UKSW belum menyerah.
Pada periode tambahan, kedua tim tetap menampilkan permainan dengan intensitas tinggi. Setiap penguasaan bola menjadi sangat berharga dan kedua tim saling berusaha menjaga peluang untuk merebut gelar juara. Di tengah tekanan pertandingan yang memuncak, Perbanas berhasil menemukan momen penentu. Tembakan dua poin dari Muhammad Haikal Malik menjadi pembeda yang membawa Rhinos keluar sebagai pemenang sekaligus memastikan gelar juara Basketball Campus League The Nationals musim perdana.
Keberhasilan tersebut memastikan Perbanas menjadi tim putra pertama yang menjuarai Campus League Basketball. Selain itu, gelar juara ini pun membuat mereka berhak untuk mewakili perguruan tinggi Indonesia bertanding di Asia University Basketball League (AUBL) pada 2027.
"Peringkat ketiga di regional mampu keluar sebagai juara, saya tidak bisa berkata-kata dan hanya ingin berterima kasih kepada Tuhan karena kami bisa menjadi juara. Kemenangan akhirnya berhasil kami raih setelah memaksa lawan memainkan babak overtime. Di saat itulah kami bisa menunjukkan 'Perbanas mentality', mentalitas juara, dan sang raksasa sudah terbangun dari tidur panjangnya," kata Pelatih Tim Putra Institut Perbanas, Zulfahrizal.
Sementara itu, pemain yang berhasil menyabet gelar MVP Campus League Basketball Season 1 2026 Muhammad Haikal Malik begitu bangga karena sanggup membuktikan diri bahwa kerja keras dan kekompakan tim juga bisa meraih hasil maksimal walau tidak memiliki pemain bintang.
"Sungguh luar biasa, meskipun kami bukan tim unggulan dan tanpa diperkuat pemain IBL, tetapi sanggup membuktikan diri keluar sebagai juara di The Nationals. Saya juga tidak menyangka teman-teman bisa step up semua dan terus berjuang hingga akhir. Terima kasih kepada Tuhan dan semua orang yang sudah mendukung Perbanas,” ujar Haikal.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda