Profil Aliqqa Kayyisa, Atlet Skateboard Indonesia Berusia 9 Tahun
Aliqqa Novvery Kayyisa. (Foto: Medcom.id / Gregah Nurikhsani)
Jakarta: Aliqqa Novvery Kayyisa tercatat sebagai atlet termuda Indonesia di ajang Asian Games 2018. Perjalanan kariernya cukup menarik dan cepat, bermula dari penasaran, gadis berusia 9 tahun itu kini bercita-cita ingin menjadi skater profesional.

"Pertamanya tuh kepengin aja gitu nyoba, lama-lama ketagihan dan pengin belajar serius, nyoba-nyoba trik yang susah waktu itu kaya flip trick. Aliqqa mau sampai profesional, cita-cita Aliqqa memang mau jadi skater profesional," kata Aliqqa ditemui Medcom.id di BSD Xtreme Park.

Aliqqa merupakan satu dari enam atlet pelatnas skateboard Merah Putih. Ia tergabung bersama Wanda Septiadi Saputra, Sanggoe Dharma Tanjung, Gregorius Aldwin, Pevi Permana, dan satu atlet perempuan lainnya, Nyimas Bunga Cinta.


Dari dua nomor, Aliqqa akan berjuang di nomor street. Sementara atlet perempuan lainnya, Bunga Cinta, turun di dua nomor, yakni street dan bowl (mangkuk).

Medcom.id berkesempatan untuk menemui Aliqqa dan menggali sisi-sisi menarik gadis yang baru masuk kelas 4 SD tersebut.

Sempat Mutung Dibelikan Papan Skate
Aliqqa mengenal skateboard di usia tujuh tahun atau ketika kelas 1 SD. Dia dikenalkan dengan papan seluncur oleh sepupunya sendiri.

Nin Hardi, ibunda Aliqqa, awalnya tidak begitu aware dengan potensi anaknya di dunia skateboard. Tapi, setelah melihat Aliqqa sangat antusias, ia akhirnya membelikan papan seluncur.

"Waktu itu usia tujuh tahun, dikenalin skateboard dari sepupu, terus kita main bareng, aku langsung suka dan minta dibelikan (papan skate). Aku sampai merengek ke orang tua minta diberikan papan skate pas kelas 1 SD," ujar Aliqqa lagi.

"Awalnya nggak langsung bisa, harus dipegangin sepupu aku dulu. Lama-lama aku bisa sendiri dan dibelikan papan," sambungnya.

Belajar Langsung dari Penggiat Skate Indonesia
Aliqqa beruntung di usia muda bisa mendapatkan pelatihan dari nama-nama yang disegani di dunia skateboard Indonesia. Ini membuat potensinya cepat keluar dan di waktu singkat bisa berbicara banyak di banyak kompetisi.

"Jadi, dulu aku kadang latihan di Taman Mini, di sana suka ada lomba seru-seruan gitu, di sini (BSD Xtreme Park) juga sering ada. Di luar negeri juga pernah, ya sama kaya di sini, lomba seru-seruan aja di Australia," kenang Aliqqa.

"Aku pernah ikut kompetisi yang ada medali dan hadiah uang. Hadiah uangnya aku tabung," tambahnya.

Salah satu figur familiar yang berjasa kepada karier Aliqqa adalah Anthony 'Tony Sruntul' Adam Caya. Tony bisa dibilang satu dari sedikit generasi awal skateboard di Indonesia.

"Aku belajar skateboard dari pelatih, ada om Tony (Sruntul), sebenarnya dulu tuh banyak yang bantu aku, misalnya om Nanang, om Kiting (Ridwan) juga sering bantu aku," jelas Aliqqa lagi.

Pentingnya Peran Orang Tua dan Sahabat Aliqqa
Kesibukan Aliqqa sedikit banyak membuat waktu senggangnya tersita, termasuk untuk sekolah dan tentu waktu bermain dengan teman-temannya. Di sini, peran orang tua dan pengertian dari teman-temannya diakui Aliqqa sangat membantu.

Pihak sekolah telah memberikan ijin kepada Aliqqa agar persiapan Asian Games 2018 tetap maksimal. Terlepas dari hal itu, Aliqqa mengaku pendidikannya tidak terganggu kegiatannya bermain skateboard.

"(Sekolah) nggak terganggu, aku minta ijin dan sekolah memberikan," tukas Aliqqa.

Meski sibuk dan banyak waktu tercipta, Aliqqa tetap memiliki banyak teman. Ia berusaha sebisa mungkin menyempatkan diri bertemu dengan teman-temannya.

"Banyak sih. Kadang-kadang kalau libur hari Minggu suka ngajak teman-teman jalan-jalan ke mana gitu, main ke mall," tambahnya.

"Justru yang bikin semangat itu kalau ada teman yang datang nonton memberikan dukungan," ujar Aliqqa lagi.

Ibunda Aliqqa, Nin, juga punya peran tak kalah penting. Ia selalu menemani kemana pun anaknya pergi, termasuk ketika latihan.

"Mami selalu nemenin aku tiap kali aku ikut pelatnas, kemana-mana gitu, karena aku kan masih kecil, jadi kayak masih harus ditemani, packing saja masih nggak bisa." pungkasnya.

Video: Jelang Asian Games, Fokus Zohri Sempat Terpecah Akibat Gempa Lombok
 



metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id