Ilustrasi Stadion Papua Bangkit yang akan dijadikan venue pembukaan dan penutupan PON XX. (Foto: medcom.id/Roylinus Ratumakin).
Ilustrasi Stadion Papua Bangkit yang akan dijadikan venue pembukaan dan penutupan PON XX. (Foto: medcom.id/Roylinus Ratumakin).

Jelang PON Papua 2020

Persiapan PON Papua di Tengah Ancaman Virus Korona

Olahraga tuan rumah pon 2020 Virus Korona
Roylinus Ratumakin • 01 April 2020 18:52
Jayapura: Penyebaran virus korona atau covid-19 di Indonesia terus meluas, termasuk di Provinsi Papua. Kini, pasien yang dinyatakan positif covid-19 di Papua telah mencapai 10 dan ribuan Orang Dalam Pemantauan (ODP).
 
Walau merebaknya covid-19 meluas, namun persiapan jelang pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua yang menyisakan 202 hari tetap dilakukan, baik itu persiapan atlet maupun pembangunan venue.
 
Ketua Harian Panitia Besar PON 2020 Papua, Yunus Wonda mengatakan, penyebaran virus korona yang semakin meluas, tak mempengaruhi persiapan pelaksanaan PON yang akan diselenggarakan di Papua.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami (PB-PON Papua) baik provinsi maupun sub PB-PON akan tetap kerja menyiapkan seluruh persiapan PON," kata Yunus, Rabu, 1 April 2020 di Jayapura.
 
Hingga saat ini, belum ada kewenangan baik untuk menunda pelaksanaan PON tersebut, sebab yang mempunyai kewenangan menunda adalah Presiden.
 
"Kewenangan sepenuhnya ada di tangan Presiden Jokowi, karena PON adalah agenda nasional," ujarnya.
 
Kata Yunus, pihaknya akan tetap bekerja sampai pelaksanaan pada Oktober mendatang.
 
"Kami tidak terpengaruh dengan korona jika belum ada instruksi dari Presiden Jokowi menunda pelaksanaan PON,” katanya.
 
Sekretaris Umum KONI Papua Kenius Kogoya mengatakan, pihaknya sampai saat ini masih melakukan pemusatan latihan terhadap atlet Papua yang akan diturunkan pada PON XX mendatang.
 
"Atlet tetap di wisma atau penampungan atlet. Memang virus ini cukup meresahkan dan sangat mengganggu segala persiapan mengenai PON, khususnya atlet," ujar Kenius.
 
Dengan berbagai wacana agar pelaksanaan PON ditunda, menurut Kenius, akan berimbas pada anggaran dan juga kesiapan atlet.
 
"Kalau PON ditunda, pastinya akan ada pembengkakan pada anggaran yang meliputi persiapan atlet dan juga kami sebagai tuan rumah. Termasuk juga dengan provinsi lain yang sudah susah payah mengeluarkan dana yang tidak sedikit untuk mempersiapkan atletnya,” katanya.
 
Di sisi lain, Ketua DPR Papua Jhoni Rouw mengatakan ada baiknya pelaksanaan even olahraga empat tahunan tersebut ditunda pada tahun depan, agar proses penyebaran dari virus tersebut dapat diminimalisir.
 
"Penyebaran virus ini cukup meresahkan. PON akan mendatangkan ribuan atlet dan official tim. Kami ingin agar penyebaran (virus) ini tidak berlanjut, untuk itu, ada baiknya PON ditunda,” ujarnya.
 
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali mengatakan bahwa pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020 hingga kini masih berjalan sesuai rencana. Itu dia katakan meski khawatir dengan pandemi COVID-19.
 
"Hingga sekarang, belum ada keputusan apapun. Sesuai arahan Presiden dalam Ratas terakhir, kami tetap on schedule,” kata Zainudin.
 
Kemenpora juga akan terus melihat perkembangan situasi terlebih dahulu dalam hitungan hari dan bulan ke depan. Apabila kondisi semakin mereda serta persiapan PON tak terganggu, pesta olahraga nasional itu dipastikan akan digelar sesuai rencana, yakni pada 20 Oktober hingga 2 November mendatang.
 
Video: Pamit dari Kepolisian RI, Iwan Bule Pensiun
 

(ASM)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif