"Ini merupakan kepercayaan dunia internasional kepada negara kita. Harus kita manfaatkan sebaik-baiknya," kata Jokowi dalam rapat terbatas terkait persiapan FIBA (Federasi Bola Basket Internasional) 2023 di Istana Negara, Jakarta Pusat, Selasa, 18 Januari 2020.
Jokowi ingin ajang ini dipersiapkan dengan matang mulai dari venue pertandingan dan regulasi penyelenggaraan. Ajang ini menjadi pertaruhan citra Indonesia di dunia internasional.
"Termasuk mempersiapkan pengalokasian anggaran dan peyelesainan kewajiban hosting fee yang harus dipenuhi kepada FIBA," kata dia.

Indonesia bersama Filipina dan Jepang jadi tuan rumah Piala Dunia Basket FIBA 2023. (Foto: Perbasi).
Rapat juga membahas struktur kepanitiaan dan susunan acara. Mulai dari perencanaan penganggaran, pra-acara, pengamanan, dan fasilitas kesehatan. Juga diselipkan dengan promosi pariwisata Tanah Air.
"Juga di dalamnya mempromosikan wajah baru indonesia mengenalkan pariwisata," kata Jokowi.
Mantan Gubernur DKI Jakarta ini ingin memberikan venue dipersiapkan sesuai standar dunia. Mulai dari tempat duduk, ruang ganti, lapangan pertandingan, lantai kayu, area pelayanan, jaringan internet, dan pelayanan lainnya.
"Terakhir, saya minta timnas dipersiapkan agar tangguh dan bermental," kata Jokowi.
Indonesia, Filipina dan Jepang akhirnya terpilih sebagai tuan rumah piala dunia FIBA 2023. Ketiga negara Asia itu mengalahkan Argentina dan Uruguay yang juga mencalonkan menjadi tuan rumah bersama.
Kabar ini sekaligus menjadi sejarah tersendiri, sebab untuk kali pertama tuan rumah Piala Dunia Basket FIBA digelar lebih dari satu negara. Ada pun kejuaraan benua basket FIBA 2019 akan digelar di Asia, tepatnya Tiongkok.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News