Suasana pertandingan final Liga Futsal antara Vamos Mataram dan Manokwari Black Steel (Medcom.id/Ahmad Mustaqim)
Suasana pertandingan final Liga Futsal antara Vamos Mataram dan Manokwari Black Steel (Medcom.id/Ahmad Mustaqim)

Liga Futsal 2019

Laga Final Liga Futsal Dicederai dengan Ulah Suporter

Olahraga futsal
Ahmad Mustaqim • 31 Maret 2019 20:09
Pelemparan botol ini sebagai bentuk protes penonton karena kecewa dengan keputusan wasit di final Liga Futsal 2019.
 
Yogyakarta
: Laga final Liga Futsal 2019 di GOR Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Minggu, 31 Maret 2019, antara Vamos Mataram melawan Black Steel Manokwari, diwarnai ulah tak terpuji puluhan suporter. Para suporter melempar puluhan gelas plastik maupun botol minuman saat pertandingan babak kedua akan bubaran.
 
Situasi ini dipicu keputusan wasit Yuda K. Ramdani memberikan hadiah penalti untuk Vamos pada menit 39. Pemain Black Steel asal Thailand, Nattavut Madyalan dianggap handball di kotak penalti. Berawal dari tendangan penjuru, bola sempat mengenai lutut Nattavut dan kemudian ke tangan.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Keputusan ini kemudian memancing emosi suporter suporter di tribun. Mereka melempar berbagai benda, mulai botol dan gelas minuman, hingga makanan ke area lapangan. Meski demikian, wasit tetap teguh pada keputusannya.
 
Pemain Vamos, Nandi Sumawijaya yang menjadi algojo sukses mencetak gol. Hingga laga bubaran, Vamos menang 6-5 atas Black Steel. Vamos pun menyebut gelar juara Liga Futsal 2019.
 
Pelatih Black Steel, Yori Van Der Toren mengatakan kejadian itu harus menjadi pembelajaran Federasi Futsal Indonesia (FFI) dan seluruh klub. Ia menilai, wasit pertandingan harus meningkatkan level kualitas di dalam memimpin pertandingan.
 
Laga Final Liga Futsal Dicederai dengan Ulah Suporter
Botol yang dilempar penonton (Medcom.id/Ahmad Mustaqim)
 
"Saya menaruh respek kepada semua, penonton, klub, dan wasit. Futsal sangat bagus. Semua futsal akan maju. Saya minta wasit dinaikkan levelnya," ujar Yori usai pertandingan.
 
Ia menganggap wajar suporter emosional terhadap keputusan wasit. Apalagi, penalti diberikan dimenit akhir.
 
"Kejadian tadi sangat sayang untuk futsal Indonesia. Seluruh pecinta futsal tak menginginkanada kejadian seperti itu," kata dia.
 
Pelatih Vamos Mataram, Reza Falahzadeh mengakui atmosfer pertandingan laga final luar biasa. Namun, ulah oknum suporter itu mencederai dunia futsal.
 
"Fans hari ini luar biasa, terbaik di Asia. Namun beberapa perilaku suporter melakukan tindakan tak terpuji. Namun, saya tetap memuji antusiasme penonton futsal di Indonesia," tuturnya.
 
Ia berharap, federasi melakukan evaluasi agar kejadian serupa tak berulang. "Laga final Vamos melawan Black Steel hari ini menjadi sorotan di Asia," kata dia.
 
Video: Ajang Internasional Banyuwangi 2019
 

 

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif