Kejuaraan Dunia Atletik U-20

Ini Alasan Kemenangan Lalu Zohri Dianggap Mengejutkan

Krisna Octavianus 12 Juli 2018 18:32 WIB
atletikLalu Zohri
Ini Alasan Kemenangan Lalu Zohri Dianggap Mengejutkan
Lalu Muhammad Zohri (tengah) seusai menjadi juara. (Foto: Kemenpora RI)
Jakarta: Lalu Muhammad Zohri membuat mata dunia terbelalak ketika menjadi juara dunia lari nomor 100 meter di Finlandia, Kamis 12 Juni. Dia dianggap mengejutkan bisa menjadi juara. 

Berlari di lintasan delapan, Lalu Muhamad Zohri berhasil mengalahkan para pesaingnya dengan catatan waktu 10,18 detik. Hebatnya, dia mengalahkan dua wakil Amerika Serikat, Anthony Schwartz dan Eric Harrison yang sebelumnya dijagokan akan menjadi juara.

Saat ditanya kepada Sekretaris Jenderal PB PASI, Tigor Tanjung, kemenangan Lalu Zohri memang mengejutkan. Pasalnya, catatan awal atlet asal NTB itu 10,25 detik.


"Pasti kita sangat bangga terhadap prestasi Lalu ini, tapi memang apa yang dihasilkan Lalu ini adalah buah dari program latihan yang sudah dilakukan selama ini karena di dalam olahraga atletik itu tidak ada sesuatu yang bisa disulap atau magic, semua melalui proses," ujar Tigor Tanjung saat diwawancara di acara Metro Hari Ini.

"Kenapa kejutan? Begini, sebenarnya olahraga atletik ini cabang olahraga terukur, kita bisa lihat catatan waktu terbaik dari masing-masing atlet. Lalu memang mengikuti kejuaraa dunia ini setelah dia lolos kualifikasi, ini saja sudah suatu prestasi luar biasa bisa lolos ke kejuaraa dunia. Dia punya catatan waktu 10,25 detik," jelas Tigor.

Dijelaskan Tigor, ada pelari lain yang sebelumnya punya catatan waktu lebih bagus ketimbang Zohri. Walau dia masuk jajaran 10 besar, ada pelari Amerika Serikat punya catatan terbaik 10,09 detik, ada pelari negara lain dengan waktu 10,11 detik, 10,19 detik, dan 10,21 detik.

Menurut Tigor, PASI sejak awal memang yakin Lalu Zohri akan mendapat medali, tapi bukan emas. Zohri dianggap tampil baik sejak awal start sampai finis.

"Nah, mulai lah pertandingan itu, ketika di babak pertama Lalu berhasil lolos dengan waktu 10,30 detik, pelari Amerika 10,40 detik. Ketika babak semifinal menjadi 10,24 detik, Amerika Serikat langsung tajam menjadi 10,19 dan pelari lain makin tajam. 

"Kami memang melihat peluang mendapat medali, tapi bukan medali emas. Mungkin perak atau perunggu karena pelari AS bisa saja melesat di final dengan waktu 10,09 detik. Tetapi ketika pertandingan final itu berlangsung kenyataan menjadi berbeda, Lalu Zohri sangat disiplin dengan tekniknya, mulai dari dia meninggalkan start block, dia masuk dalam pengembangan kecepatan pada jarak-jarak awal sampai jarak pertengahan dan sampai 30-40 meter terakhir dia bisa mempertahakan kecepatan dengan teknik yang benar, sementara atlet-atlet lain juga mencoba tapi gagal, maka Lalu lah yang menjadi juara," pungkas Tigor.

Selain menyabet medali emas, pelari berusia 18 tahun ini juga menorehkan rekor nasional baru (NU20R) dengan selisih 0,4 detik mengalahkan rekor yang sebelumnya dipegang oleh pelari Swedia Henrik Larsson pada babak semifinal.

Sebelumnya, Zohri juga telah menjadi juara 100 meter Asian U20 Championships di Gifu, Jepang pada 8 Juni 2018 dengan waktu 10,27 detik dan mencatatkan waktu 10,25 detik pada Jakarta Asian Games Pre-Tournament di Jakarta, 11 Februari 2018.

 



(KRS)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id