Olahraga tinju diketahui sempat populer di Tanah Air pada era 80-an hingga awal 2000. Namun belakangan, pamor tinju seakan tenggelam seiring minimnya figur yang menggeluti dan atlet yang berprestasi.
Baru-baru ini, tinju kembali naik daun karena dimainkan oleh para artis atau publik figur yang biasanya hanya menjadi sarana hiburan. Oleh karena itu, muncul gagasan University Boxing League atau Liga Tinju Universitas dengan tema Clash Championship.
"University Boxing League ini adalah sebuah wadah bagi mahasiswa untuk menyalurkan hobi dan dan bakatnya di bidang tinju. Karena di masyarakat kita, olahraga tinju sedang populer, namun lebih ke showbiz," kata Cedric Antonius selaku Sekretaris Pelaksana UBL kepada wartawan di Gedung Kemenpora, Kamis (19/9/2024)
"Nah, mahasiswa jadi kebingungan untuk menyalurkan hobi tinju dan berawal dari situ, kami membuat UBL ini. Jadi, kami memberikan wadah bagi mahasiswa di seluruh Indonesia," sambungnya.
University Boxing League akan mempertandingkan lima kelas yaitu flyweight, featherweight, welterweight, middleweight, dan light heavyweight. Nantinya, UBL juga akan menggelar roadshow tiap bulan di seluruh kota-kota besar di Indonesia dan ajang tahunan di Asia Tenggara karena sudah didukung Kemenpora.
"Untuk volume pertama, kami fokus di Jabodetabek dan Bandung. Jadi, total ada 24 mahasiswa dari 18 universitas serta 2 influencer yang berpartisipasi," jelas Cedric.
"Harapannya, event ini bisa menambah semangat mahasiwa yang suka tinju. Kemudian, karena kami bakal ada roadshow yang sudah didukung LPDUK Kemenpora, nantinya juga akan digelar di Asia Tenggara," sambungnya.
Untuk dua pertandingan influencer UBL Clash Championship bakal mempertemukan Gaga Muhammad vs Raja 'Big Heca' dan Naufal Samudra vs Zulfikar. Selain itu, perhelatan ini bakal dimeriahkan juga dengan suguhan musik dari DJ Marlow, Alkaflow, Zaleefya dan lainnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News