Suasana Votcha 2026. (Foto: Dok. Ist)
Suasana Votcha 2026. (Foto: Dok. Ist)

VOTCHA 2026 Gaet 1.765 Pelari dari 15 Negara, Bawa Konsep Ring of Fire

Alfa Mandalika • 15 September 2026 10:00
Ringkasnya gini..
  • Volcano Trail Championship (VOTCHA) 2026 mencatatkan capaian internasional dengan menghadirkan 1.765 pelari dari 15 negara di kawasan Gunung Tangkuban Perahu, Jawa Barat, pada 12-13 September 2026.
  • Mengusung konsep Ring of Fire, VOTCHA 2026 tidak hanya menghadirkan kompetisi trail running, tetapi juga menawarkan pengalaman olahraga yang berpadu dengan karakter alam vulkanik Indonesia.
  • Ajang yang diselenggarakan Main Outdoor dan Kawani Creative tersebut mengusung tema The New Era of Trail Run. VOTCHA diproyeksikan menjadi salah satu platform untuk memperkenalkan potensi sport tourism Indonesia ke tingkat global.
Tangkuban Perahu: Volcano Trail Championship (VOTCHA) 2026 mencatatkan capaian internasional dengan menghadirkan 1.765 pelari dari 15 negara di kawasan Gunung Tangkuban Perahu, Jawa Barat, pada 12-13 September 2026.

Mengusung konsep Ring of Fire, VOTCHA 2026 tidak hanya menghadirkan kompetisi trail running, tetapi juga menawarkan pengalaman olahraga yang berpadu dengan karakter alam vulkanik Indonesia.

Ajang yang diselenggarakan Main Outdoor dan Kawani Creative tersebut mengusung tema The New Era of Trail Run. VOTCHA diproyeksikan menjadi salah satu platform untuk memperkenalkan potensi sport tourism Indonesia ke tingkat global.

Event Director VOTCHA 2026 Nur Wahyu Widayatno mengatakan Indonesia memiliki modal besar untuk mengembangkan olahraga trail running karena memiliki banyak gunung api, kekayaan alam, serta komunitas pelari yang terus berkembang.

"Indonesia memiliki gunung api, alam, dan komunitas trail running yang luar biasa. Kami ingin VOTCHA menjadi pintu masuk memperkenalkan kawasan vulkanik Indonesia kepada dunia melalui olahraga," ujar Wahyu dalam keterangan resminya.

Jelajahi Kawasan Vulkanik

Race Director VOTCHA 2026 Rahman Mukhlis menjelaskan rute perlombaan dirancang untuk memberikan pengalaman berbeda bagi para peserta.

Lintasan membawa pelari melewati kawasan vulkanik aktif, hutan tropis, perkebunan teh, hingga kawasan Kawah Domas. Karakter medan tersebut menjadi bagian penting dari konsep Ring of Fire yang diusung VOTCHA.

Penyelenggara juga mengedepankan filosofi "Santai Tapi Sampai" sebagai pesan bagi seluruh peserta. Konsep tersebut diterapkan dengan menyediakan lima kategori lomba yang dapat diikuti berbagai kalangan.

Kategori tersebut meliputi 45K dengan elevasi +2.700 meter, 25K (+1.241 meter), 10K (+636 meter), 5K (+232 meter), serta Kids Dash 700 meter.

Dengan pilihan tersebut, VOTCHA tidak hanya menyasar pelari elite dan experienced trail runner, tetapi juga pelari rekreasional hingga anak-anak.

Utusan Khusus Presiden Ikut Berlomba

VOTCHA 2026 juga mendapat perhatian dari pemerintah melalui kehadiran Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata Republik Indonesia Zita Anjani.

Zita memberikan welcoming speech sekaligus turun langsung menjajal lintasan alam pada kategori 5K dengan nomor peserta 5248.
 
Melalui media sosial resminya, Zita mengapresiasi penyelenggaraan VOTCHA yang dinilai mampu mengintegrasikan olahraga, pariwisata, dan penggerak ekonomi lokal.

Persaingan Ketat di Lintasan 45K

Konsep Ring of Fire tidak hanya menawarkan panorama alam, tetapi juga menghadirkan persaingan ketat di lintasan.

Pada kategori putra 45K, Abdul Rohman menjadi yang tercepat dengan catatan waktu 5 jam 00 menit 11 detik. Posisi kedua ditempati Taofik Hidayat dengan waktu 5:00:58, sedangkan Ujang Ahmad Saripudin berada di posisi ketiga dengan 5:17:54.

Sementara itu, kategori putri 45K dimenangi Dolores Rofiqoh dengan catatan waktu 6:24:24. Anggia Noviarta Sari finis kedua dengan waktu 7:43:28, disusul Maria Michelle Angelica dengan 7:48:36.

Kehadiran sejumlah guest runners, figur publik, dan pegiat media sosial turut menambah semarak penyelenggaraan VOTCHA 2026. Mereka antara lain dr. Tirta, Rian Ibram, Diiah Makecee, Mang Aip, Anggia Noviarta, dan Dina Rubiana.

Puluhan komunitas lari dari berbagai daerah di Indonesia juga ikut meramaikan ajang tersebut.

Bangun Ekosistem Trail Running

Finance Director VOTCHA 2026 Cipta mengatakan VOTCHA dirancang sebagai ekosistem yang lebih luas dari sekadar perlombaan lari.

Rangkaian kegiatan mencakup race, komunitas, lifestyle, bazar dan exhibitor, recovery zone, coaching clinic, talkshow, penghargaan, hingga aktivitas yang berkaitan dengan keberlanjutan dan lingkungan.

Aspek keselamatan peserta juga menjadi perhatian utama penyelenggara. Sistem manajemen perlombaan dan keselamatan diterapkan melalui checkpoint, water station, dukungan medis, mitigasi kondisi alam, serta prosedur force majeure.

"Semakin besar event trail running, semakin penting race management dan safety system," kata Cipta.

Menurutnya, penyelenggaraan VOTCHA juga membawa misi untuk memperluas popularitas trail running di Indonesia, mendorong gaya hidup sehat, memberikan edukasi mengenai lingkungan, serta memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat lokal.

Bidik Calendar of Event Pariwisata Indonesia

Show Director VOTCHA 2026 Denis Dzulfikri mengatakan penyelenggara memiliki visi jangka panjang untuk menjadikan VOTCHA bagian dari pengembangan sport tourism nasional.

VOTCHA diharapkan dapat masuk dalam agenda resmi Calendar of Event Pariwisata Indonesia serta menarik lebih banyak pelari internasional untuk mengeksplorasi destinasi vulkanik Indonesia.

Ke depan, penyelenggara membidik sejumlah gunung ikonik lainnya sebagai destinasi trail running, seperti Tambora, Semeru, dan Rinjani.

Dengan 1.765 peserta dari 15 negara pada penyelenggaraan 2026, VOTCHA menunjukkan bahwa karakter alam vulkanik Indonesia dapat menjadi daya tarik olahraga sekaligus pariwisata yang memiliki potensi untuk dikembangkan di pasar internasional.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ASM)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan