Selain memberikan sanksi finansial, NBA juga memberikan skors kepada dua pejabat Blazers, yakni asisten manajer umum Mike Schmitz dan Sergi Oliva, selama dua minggu tanpa gaji. Sebab, keduanya dinyatakan melanggar aturan liga yang melarang kontak dengan pemain yang belum memenuhi syarat untuk mengikuti NBA Draft.
Menanggapi keputusan tersebut, manajemen tim Trail Blazers menyatakan telah mengambil langkah kooperatif dengan bekerja sama penuh dalam proses penyelidikan oleh pihak liga dan menerima keputusan yang telah ditetapkan.
"Ketika hal ini diketahui, Portland Trail Blazers langsung melaporkannya ke NBA," tulis pernyataan resmi tim, Rabu (1/4/2026).
Yang Hansen sendiri tiba di Portland bukan melalui proses draft biasa. Trail Blazers memperoleh hak atas Hansen sebagai bagian dari kesepakatan trade atau pertukaran pemain pada malam draft 2025 dengan Memphis Grizzlies. Sebelumnya, Grizzlies telah memilih Hansen di urutan ke-16 dalam draft tersebut.
Sebelum menapakkan kakinya di NBA, Hansen menghabiskan dua musim bersama Qingdao Eagles di CBA atau liga profesional bola basket papan atas Tiongkok. Kemudian, pemain setinggi 213 cm menjadi sorotan karena menjadi pemain kesembilan yang terpilih dalam draft NBA, dan pemain Tiongkok dengan peringkat draft tertinggi sejak Yi Jianlian pada 2007.
Pada musim rookie-nya bersama Portland, Hansen sempat tampil dalam 41 pertandingan dengan mencetak 2,3 poin serta 1,6 rebound dalam 7,2 menit bermain per laga. Meski perannya masih terbatas, kehadiran Hansen dianggap sebagai investasi jangka panjang bagi Blazers.
Kasus ini menjadi pengingat bagi seluruh tim yang berlaga di NBA bahwa terdapat aturan kontak dengan pemain yang belum eligible draft ditegakkan secara ketat, termasuk pemantauan terhadap aktivitas di luar negeri jauh sebelum musim draft dimulai. (Muhammad Zaidan Rizky)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News