Fadona Kusumawati/Fitriani Sabatini (dok. Kemenpora)
Fadona Kusumawati/Fitriani Sabatini (dok. Kemenpora)

Asian Games

Fadona/Fitriani Bangga Sumbangkan Perak untuk Indonesia

Gregorius Gelino • 04 Oktober 2026 13:41
Ringkasnya gini..
  • Fadona Kusumawati/Fitriani Sabatini meraih medali perak pada debut padel di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 setelah kalah dari pasangan Jepang, Saki Tsukamoto/Kae Tokumoto.
  • Sempat unggul 4-1 di set kedua, pasangan Indonesia gagal mempertahankan keunggulan. Meski kecewa, mereka tetap bangga atas pencapaian bersejarah tersebut.
  • Medali perak menjadi motivasi untuk berkembang, dengan tekad meningkatkan latihan, memperbanyak pengalaman turnamen, dan membalas kekalahan dari pasangan Jepang di ajang berikutnya.
Nagoya: Isak tangis haru bercampur rasa bangga mewarnai momen pasangan ganda putri padel Indonesia, Fadona Kusumawati dan Fitriani Sabatini, setelah memastikan medali perak Asian Games 2026.

Meski gagal membawa pulang medali emas setelah dikalahkan pasangan ganda putri tuan rumah Jepang, Saki Tsukamoto/Kae Tokumoto, Fadona/Fitriani tetap mensyukuri pencapaian bersejarah tersebut. Pasalnya, padel untuk pertama kalinya dipertandingkan di Asian Games, dan Indonesia langsung mampu menembus partai final hingga meraih medali perak.

Fadona/Fitriani Sempat Unggul 4-1

Pertandingan final ganda putri padel Asian Games Aichi-Nagoya 2026 berlangsung sengit. Fadona Kusumawati/Fitriani Sabatini sempat memiliki momentum besar pada set kedua.

Pasangan Indonesia bahkan mampu unggul cukup jauh dengan skor 4-1. Keunggulan tersebut sempat membuka peluang bagi Fadona/Fitriani untuk memaksakan pertandingan ke set berikutnya.

Namun, pasangan Jepang mampu bangkit. Perlahan tetapi pasti, Saki Tsukamoto/Kae Tokumoto mengejar ketertinggalan hingga akhirnya membalikkan keadaan dan memastikan kemenangan. Kegagalan mempertahankan keunggulan tersebut membuat Fitriani Sabatini tak mampu menyembunyikan rasa kecewanya.

“Tadi kita emosional banget karena kita pikir kita bisa ambil set kedua, apalagi sudah pimpin 4-1, cuma akhirnya kalah. Jadi ya, agak sedikit sedih,” ujar Fitriani, Sabtu (3/10).

Fadona/Fitriani Akui Pengalaman Pasangan Jepang

Fadona Kusumawati juga mengakui bahwa pasangan Jepang tampil lebih berpengalaman. Terlebih, Saki Tsukamoto/Kae Tokumoto mendapat dukungan penuh dari publik tuan rumah sepanjang pertandingan.

Menurut Fadona, perbedaan pengalaman menjadi salah satu faktor yang membuat pertandingan final berjalan sangat ketat. Pasangan Jepang disebut telah menekuni olahraga padel selama hampir sembilan tahun. Sementara itu, Indonesia baru mulai mengembangkan cabang olahraga tersebut dalam beberapa tahun terakhir. “Kita mati-matian tadi di lapangan, cuman lawan memang lebih bagus banget. Pengalaman mereka sudah main 9 tahun padel, dan kita baru 2 tahun. Tapi kita bersyukur banget dan bangga pastinya,” ungkap Fadona.

Meski kalah di partai puncak, perjuangan Fadona/Fitriani tetap menghasilkan sejarah penting bagi Indonesia. Mereka menjadi bagian dari generasi pertama atlet padel yang tampil di Asian Games.

Padel Indonesia Langsung Raih Perak di Asian Games

Bagi Fadona, keberhasilan meraih medali perak terasa semakin istimewa karena Asian Games Aichi-Nagoya 2026 menjadi debut padel di ajang olahraga terbesar se-Asia tersebut. Tak hanya tampil di panggung multievent bergengsi, Fadona/Fitriani juga mampu melaju hingga final dan mengamankan medali perak.

Medali tersebut menjadi bukti bahwa padel Indonesia memiliki potensi besar untuk berkembang dan bersaing di level Asia. “Ini pertama kali main Asian Games dan padel pertama kali ada di Asian Games, kita bisa langsung dapat perak. Sungguh bangga,” tambah Fadona.

Medali Perak Jadi Motivasi Fadona/Fitriani

Kegagalan meraih emas tidak membuat Fadona dan Fitriani patah semangat. Sebaliknya, medali perak Asian Games 2026 menjadi bahan bakar bagi keduanya untuk meningkatkan kemampuan.

Fadona menegaskan bahwa dirinya bersama Fitriani akan menjadikan pengalaman di Nagoya sebagai evaluasi. Keduanya bertekad meningkatkan kualitas latihan dan menjaga konsistensi dalam mengikuti berbagai turnamen.

“Yang pasti untuk ke depannya kita harus bisa latihan terus, semangat lebih dari sebelumnya, dan mau ngalahin lawan kita tadi di turnamen berikutnya,” tegas Fadona.

Fitriani juga memiliki tekad serupa. Ia ingin memperbanyak jam bertanding agar semakin matang menghadapi lawan-lawan berpengalaman di level internasional.

“Saya pun mau tambah giat latihannya, tambah sering ikut turnamen biar pengalaman makin banyak, dan tentunya pengen ngalahin mereka lagi,” pungkas Fitriani.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ASM)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan