Pada kelompok usia U-15, terdapat Goal Aksis Cimahi yang melaju ke final untuk menghadapi Cipta Cendikia Football Academy Bogor. Sementara itu, final U-18 bakal mempertemukan Akademi Persib Bandung vs Putri Garut.
Goal Aksis Menang Dramatis lewat Adu Penalti
Derby Jawa Barat antara Goal Aksis dan Mojang Priangan menjadi salah satu pertandingan paling dramatis pada semifinal U-15. Kedua tim terlibat persaingan ketat dalam memperebutkan penguasaan bola sejak awal pertandingan.
Mojang Priangan membuka keunggulan pada menit ke-24 melalui sundulan Kirani Hedda. Gol tersebut bermula dari sepak pojok Ranna Dzakira Silva yang berhasil dimanfaatkan Kirani di depan gawang Goal Aksis.
Memasuki babak kedua, Goal Aksis meningkatkan tekanan untuk mengejar ketertinggalan. Usaha tersebut membuahkan hasil pada menit ke-47 ketika pemain pengganti Syifa Ramadhani menyambar umpan lambung Amanda Fitriani dan mengubah skor menjadi 1-1.
Kedudukan imbang bertahan hingga waktu normal berakhir sehingga pertandingan harus ditentukan melalui adu penalti. Goal Aksis tampil lebih tenang dan menang 3-2 setelah Dian Aprilia Pary, Bilqis Fatima Azzahra, dan Indira Fatima berhasil menjalankan tugas sebagai eksekutor.
Pelatih Goal Aksis, Budi Sufarlan, mengatakan ketenangan mental menjadi salah satu kunci keberhasilan timnya keluar dari tekanan.
“Kalau lebih tenang, kemampuan pemain akan keluar seratus persen. Kami sempat kebobolan, tetapi saya mengatakan masih ada kesempatan pada babak kedua dan tidak ada yang tidak mungkin,” ujar Budi.
Ia juga memastikan kondisi para pemain tetap siap menghadapi final meskipun hanya memiliki waktu pemulihan yang singkat. Menurutnya, kondisi fisik pemain telah dipantau melalui pendekatan sport science selama masa persiapan.
Bola Mati Bawa Cipta Cendikia FA ke Final
Pada semifinal U-15 lainnya, Cipta Cendikia FA berhasil memanfaatkan situasi bola mati untuk menaklukkan Arema FC Women 2-1.
Cipta Cendikia membuka keunggulan pada menit ke-12 melalui Shilen Nailenka Khanza. Gol tersebut tercipta setelah tendangan bebas Ayla Dva Khala Ahima menimbulkan kemelut di depan gawang Arema.
Ayla kemudian menggandakan keunggulan Cipta Cendikia pada menit ke-24 melalui tendangan bebas dari sepertiga lapangan. Cipta Cendikia menutup babak pertama dengan keunggulan 2-0.
Arema FC Women memperkecil ketertinggalan melalui Fadilla pada awal babak kedua. Memanfaatkan kesalahan operan pemain belakang lawan, Fadilla melakukan penetrasi dari sisi kiri sebelum menaklukkan penjaga gawang Cipta Cendikia.
Arema terus menekan untuk mencari gol penyeimbang, tetapi kedisiplinan lini pertahanan Cipta Cendikia membuat skor 2-1 bertahan hingga pertandingan berakhir.
Pelatih Cipta Cendikia FA, Ruly Hidayansyah, mengapresiasi kerja keras para pemainnya, terutama ketika menghadapi tekanan Arema pada babak kedua.
“Kalau dari permainan terbuka tidak mendapatkan gol, kami harus memiliki kekuatan lain, salah satunya melalui situasi bola mati. Setelah kebobolan, kami sempat kewalahan, tetapi para pemain bekerja keras dan kembali disiplin dalam bertahan,” katanya.
Final U-15 antara Goal Aksis dan Cipta Cendikia FA dijadwalkan berlangsung pada Minggu (12/7) pukul 09.00 WIB. Pertemuan tersebut juga menjadi kesempatan bagi Cipta Cendikia untuk membalas hasil fase grup, ketika kemenangan mereka atas Goal Aksis gagal dipertahankan akibat gol pada menit-menit akhir.
Akademi Persib Melaju Berkat Dua Gol Auliah Arifah
Pada kelompok U-18, Akademi Persib Bandung memastikan tiket final setelah mengalahkan Putri JP Jakarta dengan skor 2-1.
Pertandingan berlangsung ketat dengan kedua tim terlibat duel penguasaan bola di lini tengah. Akademi Persib membuka keunggulan melalui penalti Auliah Arifah pada masa tambahan waktu babak pertama.
Putri JP Jakarta menyamakan kedudukan pada menit ke-45 melalui sundulan Mentari Putri Hayfa Ramadani setelah memanfaatkan kemelut dari situasi sepak pojok.
Ketika pertandingan diperkirakan berlanjut ke adu penalti, Auliah kembali mencetak gol pada menit ke-69. Tendangan kerasnya dari luar kotak penalti tidak mampu dijangkau penjaga gawang Putri JP Jakarta. Gol tersebut memastikan kemenangan 2-1 sekaligus membawa Akademi Persib ke partai puncak.
Pelatih Akademi Persib Bandung, Dian Nadia Mutiara, memuji semangat juang para pemainnya yang tetap mampu menjalankan strategi meskipun mulai mengalami kelelahan.
“Pertandingan berlangsung luar biasa karena kedua tim saling jual beli serangan. Saya meminta pemain lebih sabar dan tetap bermain sesuai skema,” ujar Dian.
Pertahanan Kokoh Antarkan Putri Garut ke Partai Puncak
Putri Garut menjadi lawan Akademi Persib di final U-18 setelah meraih kemenangan 1-0 atas Arema FC Women.
Pertandingan berjalan ketat dengan kedua tim menerapkan tekanan tinggi di lini tengah. Arema beberapa kali mencoba membongkar pertahanan Putri Garut melalui kombinasi umpan pendek, sedangkan Putri Garut mengandalkan kecepatan para penyerangnya dalam melancarkan serangan balik.
Gol kemenangan Putri Garut tercipta pada babak kedua. Bola panjang yang dikirim Nazwa Bilbina Putri gagal diantisipasi dengan sempurna oleh penjaga gawang Arema dan akhirnya masuk ke gawang.
Setelah unggul, Putri Garut memperkuat pertahanan dan berusaha meredam serangan Arema. Meskipun terus mendapat tekanan hingga akhir laga, Putri Garut mampu mempertahankan keunggulan 1-0.
Pelatih Putri Garut, Depi Kupriansyah, mengatakan strategi bertahan dan serangan balik yang diterapkan timnya berjalan sesuai rencana.
“Kami datang sebagai tim kuda hitam. Setelah unggul 1-0, kami fokus bertahan dan tidak menerapkan strategi yang terlalu rumit. Sekarang kami sudah sampai final, sekalian saja berusaha menjadi juara,” katanya.
Final U-18 antara Akademi Persib Bandung dan Putri Garut akan berlangsung pada Minggu (12/7) pukul 14.00 WIB. Bagi Akademi Persib, gelar nasional akan melengkapi keberhasilan mereka setelah menjadi juara regional. Sementara bagi Putri Garut, kemenangan akan membuat mereka menutup turnamen tanpa terkalahkan.
Selain pertandingan sepak bola putri, HYDROPLUS Soccer League All-Stars 2025/2026 turut dimeriahkan dengan Band and Dance Competition yang diikuti siswa SMP dan SMA se-Kabupaten Kudus. Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi para pelajar untuk menunjukkan kreativitas sekaligus menambah semarak penyelenggaraan turnamen.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda