TIm pencak silat Indonesia di ASEAN School Games 2019 (Ist)
TIm pencak silat Indonesia di ASEAN School Games 2019 (Ist)

Pencak Silat Kejar 6 Keping Emas di ASEAN School Games 2019

Olahraga olahraga
Rendy Renuki H • 11 Juli 2019 13:55
Jakarta: Cabang olahraga Pencak Silat mengejar target enam medali emas pada ajangASEAN Schools Games (ASG) 2019. Target itu diusung demi merealisasikan target utama kontingen Indonesia menjadi juara umum ASG 2019 yang digelar di Semarang, 17-25 Juli.
 
Pencak silat menjadi salah satu cabor yang cukup populer di ASG tahun ini. Delapan negara turut berpartisipasi pada cabor ini. Sebagai negara dimana pencak silat tumbuh dan berkembang, Indonesia optimistis meraih enam medali emas.
 
Pelatnas pencak silat telah dimulai pada 4 Juli 2019. Para pesilat muda kita akan turun di 10 nomor pertandingan. Hanya sekitar dua minggu persiapan, pelatih pencak silat, Sigit Infantoro, mencari cara untuk menjaga konsistensi kemampuan para anak didiknya.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Kalau untuk meningkatkan fisik kan sudah tidak mungkin, maka kita siapkan teknik-teknik menunjang kondisi fisik para atlet. Programnya yang kita sesuaikan. Saya yakin mereka udah bagus, tinggal perkuat mental lah", jelas Sigit.
 
Tantangan yang dihadapi tim pelatih adalah memadukan karakter anak-anak dari berbagai macam latar belakang. Apalagi mereka juga baru kali pertama mengikuti ASG. Namun, hal itu bukan menjadi kendala karena mereka sudah memiliki jam terbang yang cukup tinggi.
 
Selain itu, Kementerian Pemuda dan Olahraga juga menyusun materi untuk penguatan mental, sebagai bagian dari agenda pelatnas. Chef de Mission (CdM) kontingen Indonesia untuk ASG 2019, Yayan Rubaeni, menambahkan bahwa pelatihan mental bersama Quantum Champions penting agar mental para atlet menjadi lebih baik dan penuh energi positif.
 
“Sangat penting. Di tengah padatnya pelatnas, kami dari tim CdM bekerja sama dengan Quantum Champions untuk membangun mental anak-anak dari perspektif emosional. Saya kira ini penting untuk bekal utama mereka selama pertandingan. Karena faktor mental sangat menentukan," ujar Yayan.
 
Kami dari tim CdM juga selalu menekankan bahwa emas bukan tujuan utama, yang terpenting adalah bagaimana mengerahkan kemampuan terbaik mereka. Saya kira jika nantinya berhasil menyumbangkan emas, itu adalah bonus untuk kerja keras mereka mengharumkan nama bangsa,” sambungnya.
 
Sementara, Trainer Quantum Champions juga menjelaskan bahwa tujuan dari pelatihan ini adalah mengajarkan pesertanya untuk mengontrol emosi negatif dan kemudian melepaskannya.
 
"Cuma kita lebih tekankan pada provokasi positif di alam bawah sadar tentang nilai sebuah pertandingan. Untuk mencapai podium tertinggi pastinya ada rintangan yaitu energi negatif. Hal itulah yang kita coba ajarkan untuk atur dan keluarkan. Kedepan mereka akan mampu melakukan self healing dan mengeluarkan emosi negatifnya,” kata Azhari, trainer Quantum Champions.
 
Salah satu atlet pencak silat, Avissa Salsabila, yang sedang mengikuti pelatihan bersama Quantum Champions pun mengungkapkan bahwa ia merasa training ini sangat membantu untuk meningkatkan rasa percaya diri dan semangat bertanding. Serta lebih memahami bahwa mereka adalah bagian dari sebuah sejarah besar memperjuangkan martabat bangsa dan negara.
 
"Training ini menguntungkan banget sebenarnya, bisa buka pikiran juga. Ya lebih percaya diri lagi sih, kan sebelumnya agak sedikit ragu. Ada training ini membantu juga," jelas Avissa.
 
Indonesia terakhir kali meraih juara umum ASG pada 2015 lalu di Brunei Darussalam. Tahun ini, demi meraih target juara umum, Indonesia harus mampu meraih setidaknya 36 sampai 38 medali emas.
 

 

(REN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif