Foto: Dok. AFP
Foto: Dok. AFP

Pandemi dan Olimpiade

Olahraga olimpiade 2020 Olimpiade Tokyo 2021
Alfa Mandalika • 22 Juli 2021 12:56
PESTA olahraga paling akbar di dunia besok akan dihelat. Kota Tokyo yang didapuk sebagai tuan rumah menghadapi masalah pelik yakni pandemi Covid-19.
 
Gara-gara virus tersebut, perhelatan yang seharusnya dimulai tahun lalu, diundur menjadi tahun ini. Namun, tahukah Anda, ini bukan kali pertama Olimpiade diganggu oleh pandemi.
 
Sebelumnya, pada 1920, Olimpiade diganggu pandemi ketika di Antwerp, Belgia. Memang, kondisi saat itu sangat berbeda dengan saat ini. Kala itu, hanya 29 negara ikut serta. Tetapi, kondisi nyaris serupa.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Saat itu, terjadi pandemi Flu Spanyol yang menggangu dunia pada 1918-1919 yang mengakibatkan sekitar 50 juta orang meninggal dunia. Pandemi kala itu hampir berakhir ketika Olimpiade Antwerp akan dimulai. Saat itu, kekhawatiran lebih banyak terjadi di sektor keuangan dan logistiik.
 
Sempat muncul keraguan apakah kota Antwerp mampu mengatasi masalah yang terjadi, termasuk mengurus segala logistik Olimpiade. Namun, Antwerp bisa membuktikan menjalankan perhelatan Olimpiade.
 
Sebelumnya, Olimpiade Berlin 1916 harus dibatalkan lantaran terjadi Perang Dunia I. Lalu terjadi pembatalan pada 1940 dan 1944 karena Perang Dunia II.
 
Olimpiade Tokyo mungkin menjadi pertandingan "paling tidak diinginkan" dalam sejarah Olimpiade modern. Sekitar 80% orang Jepang menginginkan pembatalan atau penundaan lebih lanjut dari Olimpiade karena pandemi yang sedang berlangsung. Namun, IOC tetap melanjutkan penyelenggaraan.
 
Kendati demikian, Presiden IOC Thomas Bach mengatakan penundaan Olimpiade berdampak buruk.
 
"Selama 15 bulan terakhir kami harus mengambil banyak keputusan dengan alasan yang sangat tidak pasti. Kami memiliki keraguan setiap hari. Kami berunding dan berdiskusi. Ada malam tanpa tidur," kata Bach.
 
"Ini juga membebani kami, itu membebani saya. Tapi untuk sampai pada hari ini kami harus memberikan kepercayaan diri, harus menunjukkan jalan keluar dari krisis ini," tambahnya.
 
Well, keputusan sudah diambil dan semoga tidak ada lonjakan kasus yang signifikan. (Berbagai sumber)
 
(ASM)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif