Lifter Indonesia Eko Yuli Irawan (tengah) menggigit medali seusai penganugerahan medali Angkat Besi 61Kg Putra SEA Games ke-30 di Stadion RSMC Nino Aquino, Manila, Filipina. (Foto: Antara/Nyoman Budhiana)
Lifter Indonesia Eko Yuli Irawan (tengah) menggigit medali seusai penganugerahan medali Angkat Besi 61Kg Putra SEA Games ke-30 di Stadion RSMC Nino Aquino, Manila, Filipina. (Foto: Antara/Nyoman Budhiana)

Cari Poin demi Olimpiade 2020

Olahraga angkat besi
Media Indonesia • 18 Desember 2019 14:25
Jakarta: Tim angkat besi Indonesia terus mempersiapkan para lifter terbaiknya agar bisa meraup poin untuk meraih tiket Olimpiade 2020. Saat ini, baru lifter andalan Indonesia Eko Yuli Irawan di kelas 61 kg paling berpeluang tampil di Tokyo tahun depan.
 
Di daftar peringkat kualifikasi Olimpiade 2020, Eko saat ini menempati posisi keenam. Untuk memastikan tiket Olimpiade 2020 dalam genggaman, Eko dituntut meraih hasil bagus di berbagai kejuaraan yang menjadi kualifikasi Olimpiade.
 
"Kualifikasi belum selesai. April atau Mei baru diumumkan. Sudah ada yang masuk kualifikasi, tetapi belum aman," ujar Manajer Pelatnas PB PABBSI, Sonny Kasiran, kemarin.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain Eko, lifter putri kelas 49 kg, Windy Cantika Aisah juga memiliki peluang lolos. Peraih medali emas di SEA Games 2019 itu saat ini menempati peringkat 13.
 
Untuk menambah poin, Eko dipersiapkan mengikuti Kejuaraan Angkat Besi Asia khusus putra di Iran. Adapun Windy akan tampil di Kejuaraan Asia Junior di Uzbekistan, Februari mendatang.
 
Di sisi lain, Pengurus Besar Persatuan Angkat Besi, Berat, Binaraga Seluruh Indonesia (PB PABBSI) secara resmi dibubarkan. Keputusan itu diambil dalam Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) PABBSI di Jakarta, Senin (16/12).
 
Pembubaran dilakukan menindaklanjuti permintaan Organisasi Angkat Besi Dunia (IWF) yang meminta organisasi angkat besi berjalan terpisah. Wakil Ketua Umum PB PABBSI Djoko Pramono mengatakan pemisahan itu telah disepakati dengan masa transisi selama satu tahun.
 
"Resminya 1 November tahun depan kami sudah berpisah. Setelah itu, masing-masing sudah memiliki organisasi sendiri," ujarnya.
 
Selanjutnya, angkat besi akan bernaung di bawah Perkumpulan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PABSI), angkat berat menjadi Perkumpulan Angkat Berat Indonesia (PANGBI), sedangkan binaraga menjadi Perkumpulan Binaraga dan Fitnes Seluruh Indonesia (PBFI).
 
Video: Kisah Bambang Pamungkas di Sepak Bola Indonesia
 
(ASM)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif