Wakapolda Papua, Brigjen. Pol. Yakobus Marjuki saat menandatangani MoU dengan pihak PB PON Papua yang didampingi oleh Ketua Harian PB PON dan perwakilan dari Kodam XVII/Cenderawasih. (Foto: Medcom.id/Roylinus Ratumakin)
Wakapolda Papua, Brigjen. Pol. Yakobus Marjuki saat menandatangani MoU dengan pihak PB PON Papua yang didampingi oleh Ketua Harian PB PON dan perwakilan dari Kodam XVII/Cenderawasih. (Foto: Medcom.id/Roylinus Ratumakin)

Jelang PON XX Papua

PON Papua Rangkul TNI-Polri untuk Siapkan Penginapan

Olahraga pon 2020
Roylinus Ratumakin • 12 Mei 2020 17:07
Jayapura: Walau pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX diundur hingga Oktober 2021, namun proses pengerjaan venue tetap dilaksanakan. Termasuk mempersiapkan sejumlah fasilitas penginapan bagi atlet dan ofisial.
 
Untuk mendukung semua pelaksanaan tersebut, Panitia Besar PON (PB PON) Papua menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan TNI dan Polri dalam hal ini Kodam XVII/Cenderawasih dan Polda Papua untuk menggunakan beberapa fasilitas miliknya.
 
Ketua Harian PB PON Papua, Yunus Wonda, mengatakan pihaknya meneken MoU ini untuk memenuhi kebutuhan para atlet dan ofisial soal penginapan di empat klaster pelaksanaan PON, yaitu di Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Mimika, dan Kabupaten Merauke.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Pihak TNI dan Polri kan memiliki beberapa fasilitas seperti barak, mes, rumah dinas, dan juga transporasti berupa bus, yang bisa kami gunakan untuk kebutuhan PON mendatang," kata Yunus di Jayapura, Senin (11/5/2020).
 
Dijelaskannya lebih lanjut, fasilitas yang digunakan sudah sesuai dengan standar penginapan yang diajukan oleh PB PON Pusat, yang mana standar penginapan atlet dan ofisial adalah hotel bintang tiga.
 
"Walaupun bangunannya tidak seperti hotel, namun kami akan berusaha agar fasilitas di dalam mes, rumah dinas, dan barak prajurit tersebut berstandar bintang tiga. Ini yang sedang kami upayakan. Jadi pihak TNI dan Polri yang menyediakan semua fasilitas tersebut," ujarnya.
 
Terkait jumlah atlet dan ofisial yang akan datang ke Papua, Yunus mengatakan bisa mencapai 19 ribu orang. Jumlah itu belum termasuk para suporter yang tentu butuh berbagai fasilitas penunjang.
 
"Tapi, Kami akan tetap menyediakan semua fasilitas yang ada di empat klaster tersebut. Semoga tahun ini semua fasilitas tersebut bisa selesai sehingga pada 2021 mendatang hanya melakukan kontrol apa yang belum untuk disiapkan," pungkasnya.

 

(KAH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif