Scorpion FC keluar sebagai juara kategori U-15, sedangkan Samba Persada Women sukses menjuarai kategori U-18 setelah tampil konsisten di sepanjang turnamen. Bersama para runner-up, kedua tim berhak melaju ke putaran nasional Hydroplus Soccer League All-Stars yang akan mempertemukan tim-tim terbaik dari empat regional penyelenggara.
Dari Kompetisi Regional Menuju Timnas Indonesia
Hydroplus Soccer League menjadi bagian penting dalam pembinaan sepak bola putri usia muda yang digagas Bakti Olahraga Djarum Foundation dan Hydroplus.
Kompetisi ini melanjutkan jalur pembinaan yang sebelumnya dimulai melalui MilkLife Soccer Challenge (MLSC) untuk kelompok usia dini. Dengan adanya liga berjenjang, para pemain muda kini memiliki kesempatan lebih besar untuk berkembang hingga level profesional.
Program Director Hydroplus Soccer League, Teddy Tjahjono, mengatakan kompetisi ini dirancang sebagai wadah pembinaan berkelanjutan bagi pesepak bola putri Indonesia.
“Hydroplus Soccer League kami buat sebagai wadah untuk melanjutkan apa yang sudah kami lakukan di MLSC. Ini merupakan jenjang pembinaan yang sangat penting supaya terus berkesinambungan sehingga bakat adik-adik kita bisa tersalurkan,” ujar Teddy.
Menurutnya, para juara dan runner-up dari regional Jakarta, Bandung, Kudus, dan Surabaya nantinya akan bersaing dalam putaran nasional Hydroplus Soccer League All-Stars yang menghadirkan atmosfer kompetisi lebih tinggi.
Putaran Nasional Jadi Ajang Talent Scouting Timnas
Tak hanya memperebutkan gelar juara nasional, putaran All-Stars juga akan menjadi ajang pencarian bakat untuk kebutuhan Timnas Putri Indonesia kelompok usia muda.
Teddy mengungkapkan tim pencari bakat akan memantau para pemain terbaik yang tampil di putaran nasional guna dipersiapkan menghadapi berbagai agenda internasional.
“Konsep All-Stars ini baru pertama kali dilakukan di Indonesia. Nantinya akan ada tim talent scouting yang menjaring peserta berbakat untuk memperkuat timnas Indonesia,” katanya.
Para pemain terpilih diproyeksikan tampil pada ajang Srikandi Merdeka Cup yang akan berlangsung di Kudus pada Agustus mendatang.
Scorpion FC dan Putri Surakarta Melaju ke All-Stars
Pada kategori U-15, Scorpion FC memastikan diri sebagai juara regional Kudus setelah mengumpulkan 42 poin dari 15 pertandingan.
Tim asal Kudus tersebut mencatatkan rekor impresif dengan 14 kemenangan dan hanya sekali menelan kekalahan di sepanjang kompetisi.
Meski kalah 1-3 dari Putri Surakarta pada laga terakhir, posisi Scorpion FC di puncak klasemen tetap tak tergoyahkan.
Sementara itu, kemenangan tersebut memastikan Putri Surakarta finis sebagai runner-up sekaligus merebut tiket terakhir menuju putaran nasional.
Pelatih Putri Surakarta, Syachban Yusuf, mengapresiasi perjuangan para pemainnya yang mampu tampil maksimal dalam laga penentuan.
“Alhamdulillah kami menang dan berhasil lolos ke putaran nasional. Masih banyak yang harus dievaluasi untuk menghadapi tim-tim terbaik dari regional lain,” ujarnya.
Ika Wonda Bersinar Demi Bela Merah Putih
Salah satu pemain yang paling mencuri perhatian adalah Ika Wonda. Pemain jebolan MilkLife Soccer Challenge Solo itu berhasil menjadi top skor kategori U-15 setelah mencetak 31 gol sepanjang musim.
Performa impresif tersebut membuat Ika semakin optimistis mengejar cita-citanya memperkuat Timnas Putri Indonesia.
“Kami semakin percaya diri untuk tampil di putaran nasional. Saya punya mimpi bisa masuk timnas putri Indonesia,” kata Ika.
Samba Persada Women Dominan di Kategori U-18
Di kategori U-18, Samba Persada Women tampil sebagai tim terbaik setelah mengumpulkan 34 poin dari 12 pertandingan. Mereka menutup kompetisi dengan kemenangan 1-0 atas Putri Batang melalui gol penalti Griselda Vivian Mariana.
Sepanjang turnamen, Samba Persada Women mencatatkan 11 kemenangan dan satu hasil imbang tanpa sekalipun menelan kekalahan.
Pelatih Samba Persada Women, Ari Guntur Dewanto, menilai keberhasilan tersebut menjadi modal penting menghadapi putaran nasional.
“Di level nasional nanti lawannya adalah tim-tim terbaik dari setiap regional. Kami masih memiliki banyak hal yang harus dibenahi agar bisa bersaing lebih baik,” katanya.
Kudus Jadi Pusat Pembinaan Sepak Bola Putri
Wakil Bupati Kudus, Bellinda Birton, mengapresiasi kontribusi Djarum Foundation dalam mengembangkan sepak bola putri di daerahnya.
Menurut dia, kompetisi berjenjang seperti Hydroplus Soccer League tidak hanya melahirkan atlet potensial, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar.
“Semoga kompetisi ini terus mencetak atlet berkualitas yang bisa membanggakan Kabupaten Kudus dan Indonesia,” ujar Bellinda.
Hal senada disampaikan Plt Ketua Askab PSSI Kudus, Taufan Hapsoro Putro. Ia berharap para pemain yang berkembang melalui kompetisi ini mampu menembus level yang lebih tinggi hingga menjadi pesepak bola profesional.
Dengan berakhirnya seri regional Kudus, perhatian kini tertuju pada putaran nasional Hydroplus Soccer League All-Stars yang akan digelar pada Juli 2026. Di sanalah para talenta terbaik sepak bola putri Indonesia akan kembali bersaing untuk membuktikan diri dan membuka jalan menuju Timnas Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News