Ribuan Siswi Ambil Bagian, Kualitas Pemain Terus Naik
MLSC Tangerang Seri 2 2025/2026 diikuti 1.424 siswi dari 135 Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI). Sementara di Semarang, turnamen serupa melibatkan 1.239 siswi dari 65 SD dan MI. Jumlah tersebut meningkat dibanding Seri 1, baik dari sisi partisipasi maupun kualitas permainan.
Program Director MLSC, Teddy Tjahjono, menilai tren ini sebagai sinyal positif bagi perkembangan sepak bola putri usia dini di Indonesia.
“Untuk seri kedua ini, jumlah peserta meningkat dibandingkan seri-seri sebelumnya, baik di Semarang dan Tangerang. Secara kualitas juga selalu ada peningkatan karena para peserta sudah mengetahui pola persiapan dan jadwal pelaksanaan,” ujar Teddy.
MLSC Jadi Jalur Menuju Timnas Putri Indonesia
Optimisme terhadap masa depan sepak bola putri juga disampaikan Jacksen F. Tiago, yang kini resmi bergabung sebagai Head Coach MilkLife Soccer Challenge bersama Timo Scheunemann. Menurutnya, kompetisi kategori usia (KU) 8, KU 10, dan KU 12 memiliki peran krusial sebagai jalur awal menuju level profesional.
“Ini adalah jalurnya. Bukan sekadar penting, tapi sangat luar biasa penting. Tiga sampai empat tahun ke depan, wajah-wajah ini yang akan kita lihat memakai seragam Merah Putih,” ujar mantan pelatih Timnas Indonesia tersebut.
Jacksen juga menyoroti perbedaan mendasar antara melatih atlet putra dan putri, khususnya dari sisi psikologis, yang menuntut pendekatan lebih personal.
"Saya rasa perbedaan yang paling mencolok itu adalah pendekatan psikologisnya, karena siklus putra berbeda dengan putri. Menurut saya, itu menjadi tantangan terberat. Karena mood-nya perempuan itu sangat labil, sehingga kita harus memahami itu untuk bisa menangani mereka," urai Jacksen.
Final Sengit di Tangerang: Bintang Muda Mulai Bersinar
Pada kategori KU 10, SDN Pinang 3 C keluar sebagai juara MLSC Tangerang Seri 2 2025/2026 usai menaklukkan British School Jakarta dengan skor 2-1 di Lapangan Kera Sakti BRIN Puspitek, Tangerang, Minggu (18/1).
Seluruh gol kemenangan dicetak oleh Nitya Safira Jaya, masing-masing melalui penalti menit ke-2 dan tendangan jarak jauh pada menit ke-19. Selain itu, Nitya juga dinobatkan sebagai Best Player KU 10.
“Saya sempat khawatir di menit terakhir, tapi bersyukur bisa mengakhiri pertandingan dengan kemenangan,” ujar Nitya.
Suasana laga final antara SDN Pinang 3 C vs British School Jakarta
Sementara di KU 12, terdapat SDN Kunciran 4 C yang sukses meraih gelar juara setelah menang dramatis 3-2 atas SDN Kebayoran Lama Selatan 19. Farid selaku pelatih SDN Kunciran 4 C mengaku bangga dengan pencapaian tersebut, terlebih timnya sempat kalah dari British School Jakarta pada seri sebelumnya.
"Persiapan yang sebelumnya latihan seminggu sekali, jadi tiga kali karena mengejar usia mereka yang tahun depan sudah tidak bisa ikut lagi di KU 12. Jadi, anak-anak diperkuat mentalnya di Seri 2 ini," ungkap Farid tentang kunci kemenangan timnya.
Festival SenengSoccer Ikut Perkuat Fondasi Usia Dini
Selain pertandingan utama, MLSC 2025/2026 juga kembali menghadirkan Festival SenengSoccer untuk KU 8. Di Semarang, kegiatan ini diikuti 97 siswi dari 20 SD & MI, sementara di Tangerang diikuti 35 peserta dari 10 sekolah. Selanjutnya, MLSC Seri 2 dijadwalkan berlangsung di Bandung dan Yogyakarta pada 27 Januari hingga 1 Februari mendatang, guna memperluas jangkauan pembibitan sepak bola putri di Tanah Air.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News