Petenis Indonesia, Rifqi Fitriadi (kanan), bersama calon lawannya dari Selandia Baru, Ajeet Rai (Medcom.id/Dendi)
Petenis Indonesia, Rifqi Fitriadi (kanan), bersama calon lawannya dari Selandia Baru, Ajeet Rai (Medcom.id/Dendi)

Menanti Debut Rifqi Fitriadi di Piala Davis

Olahraga piala davis
Dendi Suharyana • 13 September 2019 18:25
Jakarta: Tunggal putra kedua tuan rumah, Muhammad Rifqi Fitriadi (20 tahun) akan mengawali langkah tim Piala Davis Indonesia menghadapi Selandia Baru dalam laga Piala Davis Grup II Zona Asia/Oseania di Stadion Tenis Gelora Bung Karno Jakarta, Sabtu 14 September.
 
Petenis debutan non peringkat itu bakal menantang tunggal utama tim tamu, Ajeet Rai yang bercokol di posisi single ke-744 dunia.
 
“Ini merupakan penampilan pertama, namun saya telah merasakan atmosfir Piala Davis karena tahun lalu telah bergabung dengan tim meskipun belum pernah dipasang,” ujar Rifqi.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Secara mental, saya sudah siap dan akan memberikan yang terbaik bagi tim Merah Putih,” tekad lajang kelahiran Banjarmasin, 23 Januari 1999 ini.
 
Andalan Indonesia, David Agung Susanto (28) akan berjibaku dengan tunggal kedua Selandia Baru, Rhett Purcell di partai kedua dalam pertemuan keenam antar kedua negara itu di ajang perebutan supremasi tenis beregu putra dunia ini.
 
“Saatnya balas dendam karena saya pernah kalah darinya di sebuah turnamen ITF di Jakarta, dua tahun lalu. Saat ini, kondisinya berbeda dan saya jauh lebih siap,” tekad David yang telah membela tim Piala Davis Indonesia sejak 2010 ini.
 
Sesuai undian yang dilakukan oleh Referee ITF, Puneet Gupta dari India, kubu tuan rumah merasa optimistis mampu memberikan perlawanan sengit kepada tim Selandia Baru yang menempati posisi unggulan kedua Piala Davis Grup II Zona Asia Oseania.
 
“Kami memiliki peluang memenangi partai tunggal karena semua pemain levelnya sama. Kalaupun lawan memiliki peringkat dunia lebih tinggi, itu karena mereka lebih banyak mengikuti turnamen. David, bahkan, punya jam terbang lebih tinggi sementara dua petenis tunggal lawan itu minim pengalaman di Piala Davis,” tutur kapten Indonesia, Febi Widhiyanto.
 
Laga Piala Davis Grup II Zona Asia Oseania antara Indonesia dan Selandia Baru menggelar lima partai. Setelah dua partai tunggal pada hari pertama, sebuah laga sektor ganda disusul dua laga reverse tunggal mengisi agenda hari kedua.
 
“Kedua tim memiliki kesempatan mengganti komposisi pasangan gandahingga satu jam sebelum pertandingan,” ujar Puneet menutup jalannya undiandi Stadion Tenis Gelora Bung Karno, Senayan Jakarta, Jumat 13 September.
 
Video: KPAI dan PB Djarum Sepakat Audisi Bulu Tangkis Tak Dihentikan
 

 

(GRG)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif