Pada partai puncak turnamen WTA Masters 1000 itu, Sabalenka menundukkan Barty dengan skor 6-0, 3-6 dan 6-4. Menurut dia, kemenangan tersebut membuatnya makin percaya diri untuk tampil di lapangan tanah liat.
"Sebelumnya saya terlalu khawatir dengan lapangan tanah liat, apakah saya bisa melewatinya, sangat sulit bermain di permukaan ini, dan sebagainya," kata Sabalenka seperti dilansir laman resmi WTA Tennis.
Dia menjelaskan, kunci keberhasilannya di lapangan tanah liat kali ini adalah dengan tidak mengubah pola permainan. Reli-reli panjang yang tercipta dia ladeni dengan agresif.
"Saya hanya harus tetap agresif dan bersiap untuk menerima lebih banyak reli panjang daripada di (permukaan) keras," ujar Sabalenka yang berstatus sebagai unggulan kelima.
Kesuksesan di Madrid Open merupakan gelar kedua Sabalenka pada musim ini atau yang keempat dalam satu tahun terakhir. Sebelumnya, Sabalenka memenangkan turnamen di Abu Dhabi pada Januari lalu. (ANT)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News