"Presiden FIFA akan datang ke Indonesia kalau tidak ada perubahan 18 Oktober, Bapak Presiden akan bertemu Presiden FIFA untuk membahas transformasi sepak bola Indonesia, surat yang diberikan FIFA ke Pak Presiden itu," kata Erick seperti dilansir Antara.
Erick diketahui telah bertemu dengan Infantino terlebih dahulu di Doha, Qatar pada 5 Oktober lalu. Dalam pertemuan itu, Gianni menyebut FIFA siap mendukung sepak bola Indonesia agar menjadi olahraga yang bisa berkontribusi terhadap kemajuan bangsa dan membanggakan rakyatnya.
"FIFA bersama pemerintah, AFC dan PSSI dalam transformasi itu, tinggal kita tunggu saja hasil rapat Presiden FIFA dan Bapak Presiden karena keduanya sudah berkomunikasi, ada beberapa poin sudah disampaikan Bapak Presiden," ungkap Erick.
Pembicaraan pertama adalah bagaimana audit fasilitas lapangan sepak bola di Indonesia. "Mana stadion (yang) internasional, mana nasional, seperti apa standar nasional, seperti apa standar internasional, tidak lain salah satunya ada CCTV, akses masuk penonton dan pemain tidak boleh bersama," tutur Erick.
Hal kedua adalah adanya latihan bersama, maupun standarisasi keamanan bersama. "Tentu bersama TNI, Polri, panitia pelaksana supaya semuanya persepsinya sama, supaya jangan saling menyalahkan, apalagi kan kemarin kejadian yang sangat memilukan, memakan korban," papar Erick.
Hal ketiga adalah sikap suporter sepak bola itu sendiri. "Suporter tidak mungkin tidak menjadi bagian transformasi, transformasi keberhasilan Inggris dalam persepakbolaan nasionalnya yaitu ketika suporter menjadi bagian transformasinya. Ada detail-detailnya, salah satunya bagaimana membentuk 'database' bersama," lanjut Erick.
Kemudian yang keempat adalah jadwal pertandingan dalam kompetisi. "Bagaimana jadwal pertandingan itu harus sesuai dengan kesepakatan berbagai pihak, misalnya musim depan bulan ini sampai bulan apa, dan izinnya satu atap sudah selesai. Tidak boleh ada pergeseran sehingga mungkin keamanan tidak siap, atau masyarakat malah mengalami kemacetan total karena ada pertandingan sepak bola," ungkap Erick.
Hal-hal tersebut menurut Erick akan dikaji ulang oleh FIFA. "FIFA akan berkantor di Indonesia, untuk menjaga transformasi sepak bola Indonesia, mungkin 3-6 bulan, bisa setahun, tergantung kesadaran dan kemauan kita. Saya rasa di surat itu jelas, FIFA tidak memprioritaskan untuk memberikan sanksi tapi transofrmasi sepak bola harus terjadi," tutup Erick. (ANT)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News