Di Jakarta Raya, SDN Gedong 03 dan SDN Cipayung 02 menjadi juara masing-masing di kategori usia 10 tahun (KU 10) dan usia 12 tahun (KU 12). Sementara di Yogyakarta, SD Tarakanita Bumijo I tampil sebagai juara baru KU 10, sedangkan SD Muhammadiyah Sapen kembali menjadi kampiun KU 12.
Turnamen sepak bola putri yang diinisiasi Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama MilkLife ini diikuti 1.928 atlet dari 111 SD dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Jakarta Raya. Sebanyak 53 tim bertanding di KU 10 dan 123 tim bersaing di KU 12.
Di Yogyakarta, MLSC Seri 1 diikuti 1.294 atlet dari 76 SD dan MI. Sebanyak 40 tim ambil bagian di KU 10 dan 83 tim berkompetisi di KU 12.
Cipayung 02 Juara Lewat Adu Penalti
Final KU 12 Jakarta Raya menjadi salah satu laga paling dramatis. SDN Cipayung 02 harus melewati adu penalti sebelum memastikan gelar juara setelah bermain imbang 2-2 melawan SDN Kebayoran Lama Selatan 19.
SDN Cipayung 02 lebih dulu membuka keunggulan pada menit ketiga melalui Keisha Rizky Ramadani yang memanfaatkan sepak pojok Gildas Syauqillah.
Namun, SDN Kebayoran Lama Selatan 19 mampu membalikkan keadaan hanya dalam waktu dua menit. Maura Jihan Athifa mencetak gol pada menit keenam, disusul Alesha Kaysha Salsabila semenit kemudian untuk membawa timnya unggul 2-1 hingga babak pertama berakhir.
SDN Cipayung 02 tidak menyerah. Gildas Syauqillah mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-19 melalui tendangan terukur ke sisi kanan gawang yang dikawal Deviana Azizah.
Tidak ada gol tambahan hingga pertandingan berakhir sehingga pemenang harus ditentukan lewat adu penalti.
Empat penendang SDN Cipayung 02 sukses menjalankan tugasnya. Sebaliknya, SDN Kebayoran Lama Selatan 19 hanya mampu mencetak dua gol dari empat kesempatan.
SDN Cipayung 02 akhirnya menang 4-2 dalam adu penalti sekaligus memastikan gelar juara KU 12 Jakarta Raya.
Gildas mengaku sempat gugup ketika timnya tertinggal pada babak pertama. Namun, arahan pelatih membuat para pemain tetap percaya diri hingga mampu menyamakan kedudukan dan memenangkan pertandingan.
“Di babak pertama kami agak ragu karena lawannya banyak yang jago. Tapi pelatih meminta kami tetap semangat sampai akhir pertandingan dan akhirnya kami bisa menjadi juara karena kerjasama tim yang terus dilatih selama sekitar dua minggu persiapan,” kata Gildas.
Gildas juga melengkapi penampilannya dengan predikat Top Scorer MLSC Jakarta Raya Seri 1 2026-2027 setelah mencetak 14 gol.
Official Tim SDN Cipayung 02, Khavidah, mengatakan keberhasilan tersebut sesuai dengan target yang telah dicanangkan sejak awal turnamen.
Menurut dia, mental para pemain dalam menghadapi adu penalti menjadi salah satu kunci kemenangan.
“Tim pelatih menginstruksikan jangan menyerah. Kami percaya para penendang penalti yang sudah kami latih sejak awal, mentalnya terbangun dengan sangat baik. Alhamdulillah kami bisa menang dan memenuhi target juara,” ujar Khavidah.
Gedong 03 Juara KU 10
Sementara itu, SDN Gedong 03 tampil dominan di final KU 10 Jakarta Raya. Mereka mengalahkan UPTD SDN Mampang 1 dengan skor 3-0.
Keenar menjadi bintang kemenangan SDN Gedong 03 setelah mencetak dua gol pada babak pertama. Gol pertama lahir melalui eksekusi penalti pada menit ke-10, sebelum ia kembali mencatatkan namanya di papan skor lima menit berselang.
Satu gol tambahan SDN Gedong 03 dicetak Neha Rayadinata pada babak kedua setelah memanfaatkan kemelut di depan gawang UPTD SDN Mampang 1.
Hingga pertandingan berakhir, UPTD SDN Mampang 1 tidak mampu membalas sehingga SDN Gedong 03 mengamankan gelar juara.
Keenar juga menjadi Top Scorer KU 10 dengan torehan 28 gol. Sementara Valencia Ashalyna Prayoga dari SDN Gedong 10 Pagi terpilih sebagai Best Player.
Tarakanita Bumijo I Jadi Juara Baru di Yogyakarta
Di Yogyakarta, SD Tarakanita Bumijo I mencetak kejutan dengan merebut gelar juara KU 10 setelah mengalahkan SD Muhammadiyah Sapen 3-1.
Alisya Natalia Bandari menjadi pemain kunci kemenangan Tarakanita Bumijo I. Ia memborong seluruh gol timnya masing-masing pada menit kelima, ke-24, dan ke-29.
SD Muhammadiyah Sapen hanya mampu membalas melalui Gendhis Annara Putri Bazuni pada menit ke-13.
Alisya pun mengakhiri turnamen sebagai Top Scorer KU 10 dengan 36 gol. Gendhis terpilih sebagai Best Player.
Kegagalan di KU 10 dibayar tuntas SD Muhammadiyah Sapen di kategori KU 12. Mereka berhasil mempertahankan gelar juara setelah menang tipis 1-0 atas SDN Kalasan 1.
Gol tunggal kemenangan SD Muhammadiyah Sapen dicetak Ralin Adiba Fitria Sanjaya pada menit ke-17.
Hasil tersebut membuat SD Muhammadiyah Sapen kembali menjadi juara KU 12 MLSC Yogyakarta setelah sebelumnya juga meraih gelar pada seri kedua musim 2025-2026.
Antusiasme Sepak Bola Putri Terus Meningkat
MilkLife Soccer Challenge Seri 1 2026-2027 digelar di 15 kota dengan format pertandingan tujuh lawan tujuh tanpa aturan offside.
Untuk fase penyisihan hingga perempat final, pertandingan berlangsung selama 2 x 10 menit. Durasi pertandingan kemudian menjadi 2 x 15 menit pada semifinal dan final.
Ada perubahan pada kategori KU 10 musim ini. Ukuran lapangan yang sebelumnya 40 x 24 meter kini disamakan dengan KU 12 menjadi 42 x 26 meter.
Batas usia peserta juga ditetapkan berdasarkan tanggal kelahiran. KU 10 diperuntukkan bagi pemain kelahiran 1 Juli 2016 hingga 30 Juni 2018, sedangkan KU 12 untuk kelahiran 1 Juli 2014 hingga 30 Juni 2016.
Selain pertandingan KU 10 dan KU 12, MLSC kembali menghadirkan Festival SenengSoccer untuk KU 8. Di Jakarta Raya, kegiatan tersebut diikuti 76 siswi dari 21 SD dan MI. Sementara di Yogyakarta terdapat 65 peserta dari 19 SD dan MI.
Program Manager MilkLife Soccer Challenge, Welly Arisanto, melihat tingginya antusiasme peserta dan orang tua sebagai sinyal positif bagi perkembangan sepak bola putri usia dini.
Menurutnya, konsistensi MLSC sejak pertama kali digelar pada 2023 mulai membentuk basis kompetisi yang lebih kuat di sekolah-sekolah.
“Yang menarik dan menurut saya luar biasa adalah dukungan orang tua ke peserta yang bertanding sangat antusias. Di setiap seri, di setiap kota pelaksanaan MLSC itu orang tua selalu berperan aktif dan itu penting sekali buat mental para pemain,” ujar Welly.
Ia juga melihat kualitas permainan terus berkembang dari satu seri ke seri berikutnya, termasuk dengan munculnya sekolah-sekolah baru sebagai juara.
Head Coach MilkLife Soccer Challenge, Jacksen F. Tiago, turut melihat perkembangan kemampuan para pemain pada MLSC Seri 1 2026-2027.
Menurut Jacksen, peningkatan terlihat dari teknik dasar, keberanian menggiring bola, passing, kontrol, hingga pemahaman bermain sebagai sebuah tim.
“Melihat pertandingan yang sudah berjalan di MLSC seri 1 tahun ini, nampak ada sejumlah perkembangan dari kemampuan para peserta. Teknik dasar mereka semakin baik, lebih percaya diri saat menggiring bola, passing-nya semakin terarah, kontrolnya juga semakin bagus. Dan yang penting, mereka mulai mengerti cara bermain sebagai sebuah tim,” kata Jacksen.
Ia menilai kompetisi usia dini yang berlangsung secara berkelanjutan dapat memberikan pengalaman bertanding sekaligus membangun kebiasaan bermain sepak bola secara serius sejak usia muda.
Jacksen juga menilai pembinaan berkelanjutan dapat menjadi fondasi untuk meningkatkan kualitas sepak bola putri Indonesia.
Daftar Juara MLSC Jakarta Raya Seri 1 2026-2027
KU 10
* Champion: SDN Gedong 03
* Runner-up: UPTD SDN Mampang 1
* Semifinalis: SDN Gedong 10 Pagi dan SDN Klender 04
* Top Scorer: Keenar Inara Alfiyah, SDN Gedong 03, 28 gol
* Best Player: Valencia Ashalyna Prayoga, SDN Gedong 10 Pagi
* Best Goalkeeper: Arsyila Wahyu Qiana, SDN Gedong 03
* Fairplay Team: SDN Lenteng Agung 09
KU 12
* Champion: SDN Cipayung 02
* Runner-up: SDN Kebayoran Lama Selatan 19
* Semifinalis: SDN Kebayoran Lama Utara 13 Pagi dan SDN Pondok Kacang Timur 04
* Top Scorer: Gildas Syauqillah, SDN Cipayung 02, 14 gol
* Best Player: Maura Jihan Athifa, SDN Kebayoran Lama Selatan 19
* Best Goalkeeper: Khanza Aqila Salsabila, SDN Kebayoran Lama Utara 13
* Fairplay Team: SDN Cipinang Muara 19
Daftar Juara MLSC Yogyakarta Seri 1 2026-2027
KU 10
* Champion: SD Tarakanita Bumijo I
* Runner-up: SD Muhammadiyah Sapen
* Semifinalis: SDIT Luqman Al Hakim dan SDN Ungaran 1
* Top Scorer: Alisya Natalia Bandari, SD Tarakanita Bumijo I, 36 gol
* Best Player: Gendhis Annara Putri Bazuni, SD Muhammadiyah Sapen
* Best Goalkeeper: Puput Widiana, SDN Ungaran 1
* Fairplay Team: SD Idea Baru
KU 12
* Champion: SD Muhammadiyah Sapen
* Runner-up: SDN Kalasan 1
* Semifinalis: SDN Ungaran 1 dan SDN Perumnas Condongcatur
* Top Scorer: Fuanthiffa Husnia Dea Pramita, SDN Glagah; Khayla Labiba Nasjmi, SDN Baturetno; dan Putri Selena Humaira Suryawan, SD Muhammadiyah Sapen, masing-masing 12 gol
* Best Player: Afita Nur Inderasari, SDN Kalasan 1
* Best Goalkeeper: Earlyta Arsyfara Fatiyaturrahma, SDN Kalasan 1
* Fairplay Team: SDN Giwangan