Prestasi tersebut menjadikan Putra sebagai atlet Indonesia pertama yang menjuarai nomor lead di ajang World Climbing Series. Keberhasilan iyu juga menjadikan Putra sebagai orang Asia Tenggara pertama yang mampu meraih medali emas nomor lead dalam ajang World Climbing Series.
Tampil Gemilang di Babak Final
Pemanjat yang akrab disapa Srondeng itu menunjukkan performa terbaiknya saat tampil pada partai final. Putra berhasil mencatat skor 43 untuk mengamankan posisi teratas dan meraih medali emas.
Ia unggul atas atlet Jepang, Neo Suzuki, yang harus puas membawa pulang medali perak setelah membukukan skor 39. Keunggulan tersebut memastikan Putra berdiri di podium tertinggi sekaligus mengukir pencapaian bersejarah bagi Merah Putih.
Satu-satunya Wakil Indonesia di Final
Putra menjadi satu-satunya atlet Indonesia yang berhasil menembus partai final disiplin lead di Praha. Sebelumnya, ia sukses mengamankan tiket ke babak penentuan setelah masuk delapan besar pada fase kualifikasi.
Pada babak semifinal, Putra menempati posisi ketiga dengan skor 37+. Ia berada di bawah Sorato Anraku dan Neo Suzuki yang sama-sama membukukan skor 38+.
Meski hanya finis ketiga pada semifinal, Putra mampu meningkatkan performanya secara signifikan pada babak final. Peningkatan tersebut menjadi kunci keberhasilannya merebut medali emas sekaligus mengungguli para pesaing utama.
Buah Kerja Keras dan Perkembangan Konsisten
Pencapaian di Praha menjadi bukti perkembangan pesat yang ditunjukkan Putra dalam satu tahun terakhir. Sebelumnya, ia sempat tampil di final World Climbing Series Koper, Slovenia, pada September 2025.
Saat itu, Putra harus puas mengakhiri kompetisi di posisi keenam dengan skor 40+ dan gagal meraih medali. Namun, kurang dari setahun kemudian, ia berhasil membalikkan keadaan dengan naik ke podium tertinggi pada salah satu seri paling bergengsi di kalender panjat tebing dunia.
Keberhasilan tersebut menjadi momentum penting bagi perkembangan panjat tebing Indonesia, khususnya pada disiplin lead yang selama ini belum pernah menghasilkan juara dari Indonesia di level World Climbing Series.
Dengan torehan emas bersejarah itu, nama Putra Tri Ramadhani kini resmi tercatat sebagai pelopor Indonesia di nomor lead sekaligus membuka jalan bagi generasi pemanjat berikutnya untuk bersaing di level dunia.
(Muhammad Zaidan Rizky)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News