Hendro tampil di nomor putra dan finis di posisi ketujuh dengan catatan waktu 1 jam 36 menit 49 detik. Sementara Violine menempati posisi kedelapan nomor putri dengan waktu 1 jam 51 menit. Perlombaan berlangsung di Aichi-Nagoya Race Walking Course, Jepang.
Hendro Pertajam Rekor Nasional
Catatan Hendro memperbaiki rekor nasional yang sebelumnya juga menjadi miliknya.
Pada All Japan Takahata Walking Race 2025, Hendro mencatat waktu 1 jam 37 menit 47 detik. Di Asian Games 2026, ia memangkas catatan tersebut menjadi 1 jam 36 menit 49 detik atau lebih cepat 58 detik.
Meski demikian, Hendro belum berhasil menembus podium. Medali emas nomor jalan cepat half marathon putra menjadi milik atlet China, Shengji Shi, dengan waktu 1 jam 23 menit 32 detik.
Hendro mengaku perlombaan cukup melelahkan karena baru tiba di Jepang dua hari sebelum pertandingan. Ia juga masih harus mempersiapkan diri untuk nomor marathon yang dijadwalkan berlangsung pada 27 September.
Violine Juga Pecahkan Rekornas
Violine Intan Puspita juga berhasil memperbaiki rekor nasional miliknya sendiri.
Rekor sebelumnya tercipta pada All Japan Takahata Walking Race 2025 dengan catatan 1 jam 52 menit 16 detik. Di Asian Games 2026, Violine mencatat waktu 1 jam 51 menit atau memperbaiki rekor tersebut selama 1 menit 16 detik.

Violine mengakui perlombaan tersebut menjadi tantangan besar, terutama dalam menjaga kekuatan dan mengatasi keraguan selama perjalanan menuju garis finis.
Pada nomor putri, medali emas diraih atlet China Liujing Yang dengan waktu 1 jam 33 menit 40 detik.
Meski belum membawa pulang medali, Hendro dan Violine setidaknya meninggalkan catatan penting bagi Indonesia dengan mempertajam rekor nasional di Asian Games 2026.