Wakil Ketua PB PABBSI Djoko Pramono di Mess Marinir, Jakarta. (Foto: Medcom.id/Zam)
Wakil Ketua PB PABBSI Djoko Pramono di Mess Marinir, Jakarta. (Foto: Medcom.id/Zam)

Kejar Regenerasi Atlet, PABBSI akan Bentuk Sentra Latihan Daerah

Olahraga olahraga
Kautsar Halim • 21 Desember 2018 16:18
Jakarta: Pengurus Besar Persatuan Angkat Berat, Binaraga, dan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB PABBSI) akan membentuk sentra latihan di tujuh daerah pada 2019 mendatang. Itu dilakukan demi mempercepat regenerasi atlet-atlet pelapis nasional.
 
"Saya punya banyak alat latihan dan saya sudah melaporkan itu kepada Menteri Pemuda dan Olahraga. Kami ingin membuat sentra latihan di tujuh daerah dengan menggunakan peralatan itu," kata Wakil Ketua PB PABBSI Djoko Pramono di Mess Marinir Jakarta, Jumat, (21/12/2018).

Klik:PBSI Menghelat Mukernas 2018


Djoko menjelaskan, sentra di tujuh daerah itu akan mendukung latihan bagi atlet-atlet sekolah khusus olahraga ataupun pusat pembinaan dan latihan olahraga pelajar di daerah. Untuk realisasinya pun tinggal menunggu persetujuan Menpora.
 
"Kami menargetkan sentra latihan di tujuh daerah itu mulai berjalan pada Januari 2019. Kami sudah mengirim surat kepada Menteri Pemuda dan Olahraga sejak dua bulan lalu dan kami masih menunggu persetujuan dari Menpora," kata mantan Komandan Korps Marinir TNI Angkatan Laut itu.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


PB PABBSI, menurut Djoko, hanya butuh bantuan dicarikan lokasi latihan di daerah yang bakal dijadikan sentra latihan. Sisanya, termasuk pelatih dan peralatan angkat besi akan dia sediakan. Sementara ini, baru Aceh dan Bengkulu saja yang sangat antusias.
 
"Saya berharap ada sentra latihan di kawasan barat, kawasan tengah, dan kawasan timur Indonesia dengan syarat tempat latihan," katanya.

Klik:Februari, Renault Luncurkan Mobil untuk F1 2019


Djoko melanjutkan, kehadiran sentra latihan akan mempercepat perkembangan atlet daerah untuk menjadi atlet nasional. Sebab, hingga saat ini belum bisa ditemukan pelapis atau regenerasi atlet-atlet angkat besi yang sesuai.
 
"Selama delapan tahun, Eko Yuli Irawan hampir tidak punya atlet-atlet pelapis yang mendekati prestasinya. Saya sudah mencari atlet pelapis Eko ke berbagai daerah, tapi belum kelihatan," pungkas Djoko.
 
Sementara itu, sebanyak 14 atlet putra dan putri pelatnas PABBSI melakukan tes evaluasi prestasi akhir 2018 di Jakarta, Jumat 21 Desember. Tujuannya tak lain untuk menjaga kualitas tim angkat besi Indonesia. (ANT)
 

 

(KAU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi