Sejumlah olahraga unik di dunia memiliki aturan dan cara bermain yang berbeda. Foto: ( Youtube Fierljeppen
Sejumlah olahraga unik di dunia memiliki aturan dan cara bermain yang berbeda. Foto: ( Youtube Fierljeppen

8 Olahraga Paling Aneh di Dunia, Ada Kejar Keju hingga Hoki Bawah Air

Muhammad Syahrul Ramadhan • 28 Oktober 2026 15:21
Ringkasnya gini..
  • Dunia memiliki olahraga unik, mulai dari mengejar keju di Inggris hingga membangun menara manusia di Catalonia, Spanyol.
  • Cheese rolling, toe wrestling, hoki bawah air, dan sepak bola rawa menjadi contoh olahraga dengan aturan tak biasa.
  • Sejumlah olahraga unik berkembang dari tradisi lokal dan kebutuhan masyarakat, lalu menjadi kompetisi yang menarik perhatian dunia.
Jakarta: Olahraga identik dengan sepak bola, basket, bulu tangkis, atau cabang populer lainnya. Namun, di berbagai negara, ada pula olahraga dengan aturan yang tidak biasa, bahkan terdengar aneh bagi orang yang baru mengenalnya.

Mulai dari mengejar roda keju menuruni bukit, adu kekuatan jari kaki, hingga membangun menara menggunakan tubuh manusia, olahraga-olahraga ini menunjukkan bahwa kompetisi bisa hadir dalam berbagai bentuk.

Melansir Olympics.com, sejumlah olahraga unik tersebut berkembang dari tradisi lokal, kebutuhan praktis, hingga kreativitas masyarakat dalam menciptakan permainan. Berikut delapan olahraga paling unik dari berbagai belahan dunia.

1. Cheese Rolling, Inggris

Merupakan tradisi olahraga di Gloucestershire, Inggris, yang mengharuskan peserta mengejar roda keju menuruni Cooper's Hill. Keju yang digunakan adalah Double Gloucester dengan berat sekitar 9 pon atau lebih dari 4 kilogram.

Begitu roda keju dilepaskan, peserta berlari mengejarnya menuruni bukit yang curam. Peserta pertama yang mencapai garis finis menjadi pemenang dan berhak membawa pulang keju tersebut.

Perlombaan ini terlihat sederhana, tetapi medan yang curam membuat peserta berisiko tersandung, terguling, atau mengalami cedera. Meski begitu, tradisi tersebut terus menarik perhatian peserta dan penonton dari berbagai negara.

Asal-usul pasti cheese rolling tidak diketahui. Namun, tradisi ini diyakini berkaitan dengan perayaan datangnya musim semi.

2. Toe Wrestling, Inggris

Jika adu panco mengandalkan kekuatan tangan, toe wrestling justru menggunakan jari kaki. Olahraga ini mempertemukan dua peserta yang saling mengunci jari kaki dan berusaha menekan kaki lawan hingga menyentuh permukaan yang ditentukan.

Olahraga khas Inggris ini membutuhkan kekuatan, strategi, dan kemampuan mengendalikan gerakan kaki. Peserta harus berusaha mengalahkan lawan tanpa kehilangan posisi.

Toe wrestling bahkan memiliki kompetisi internasional, termasuk kejuaraan dunia. Pemenangnya mendapatkan trofi berbentuk jari kaki berwarna emas.

3. Hurling, Irlandia

Hurling merupakan olahraga tradisional Irlandia yang telah dimainkan selama ribuan tahun. Permainan ini menggunakan tongkat kayu bernama hurley dan bola kecil yang disebut sliotar.

Pemain harus mengendalikan bola menggunakan tongkat, menangkapnya dengan tangan, atau membawanya sambil berusaha mencetak gol ke gawang lawan. Permainan berlangsung cepat dan melibatkan kontak fisik yang cukup intens.

Selain menjadi ajang kompetisi, hurling juga memiliki arti penting bagi masyarakat Irlandia. Olahraga ini menjadi bagian dari identitas budaya dan kebanggaan nasional.

4. Hoki Bawah Air, Inggris

Hoki bawah air atau underwater hockey dikembangkan di Inggris pada 1950-an sebagai cara untuk menjaga kebugaran penyelam angkatan laut. Olahraga ini juga dikenal dengan nama octopush.

Pertandingan berlangsung di dasar kolam renang. Para pemain menggunakan masker, snorkel, sirip, serta tongkat pendek untuk menggerakkan keping atau puck menuju gawang lawan.

Karena dimainkan di bawah air, pemain harus mengatur napas dan menyelam untuk mengejar keping. Olahraga ini menggabungkan kemampuan fisik, koordinasi, dan strategi tim.

5. Sepak Bola Rawa, Finlandia

Sepak bola rawa atau swamp football merupakan variasi sepak bola yang dimainkan di medan berlumpur. Olahraga ini berkembang di Finlandia dan menawarkan tantangan berbeda dibandingkan lapangan sepak bola biasa.

Pemain dari dua tim harus berusaha mencetak gol di tengah lumpur yang membuat pergerakan lebih sulit. Permukaan yang licin dan tidak rata menuntut tenaga ekstra untuk berlari, menjaga keseimbangan, dan mengontrol bola.

Dalam permainan ini, teknik saja tidak cukup. Pemain juga harus mampu beradaptasi dengan kondisi medan yang menguras tenaga.

6. Fierljeppen, Belanda

Fierljeppen adalah olahraga melompati kanal menggunakan tiang panjang. Olahraga asal Belanda ini berawal dari kebutuhan masyarakat setempat untuk menyeberangi sungai atau kanal tanpa jembatan.

Peserta berlari menuju kanal, melompat untuk meraih tiang yang telah ditancapkan, kemudian memanjat dan mengendalikan posisi tubuh saat bergerak menuju sisi seberang.

Tujuannya adalah mencapai jarak sejauh mungkin dan mendarat di sisi kanal, bukan jatuh ke air. Kini, fierljeppen berkembang menjadi olahraga kompetitif dengan perlombaan dan fasilitas latihan khusus.

7. Castells, Spanyol

Castells merupakan tradisi membangun menara manusia yang berasal dari Catalonia, Spanyol. Olahraga sekaligus tradisi budaya ini mengandalkan kekuatan, keseimbangan, koordinasi, dan kepercayaan antarpeserta.

Kelompok yang disebut colles bekerja sama membentuk menara dengan berdiri di atas bahu peserta lain. Susunan tersebut terus bertambah tinggi hingga mencapai bagian puncak yang disebut anxaneta.

Peserta di puncak mengangkat tangan sebagai tanda bahwa menara telah selesai dibangun. Setiap orang memiliki peran penting karena kesalahan kecil dapat membuat susunan kehilangan keseimbangan.

Castells bukan sekadar kompetisi fisik, tetapi juga simbol persatuan dan kebanggaan masyarakat Catalonia. Tradisi ini diakui UNESCO sebagai warisan budaya takbenda pada 2010.

8. Bo-taoshi dan Sepak Takraw, Asia

Di Jepang, terdapat bo-taoshi, olahraga beregu yang berarti pertarungan tiang. Permainan ini secara tradisional dimainkan oleh kadet Akademi Pertahanan Nasional Jepang.

Dua tim yang masing-masing terdiri atas 150 pemain bertanding dengan tujuan mempertahankan atau menjatuhkan tiang lawan. Tim penyerang berusaha membuat tiang lawan miring hingga sudut tertentu, sementara tim bertahan berupaya menjaganya tetap tegak.

Sementara itu, Asia Tenggara memiliki sepak takraw, olahraga yang memadukan unsur sepak bola dan voli. Pemain menggunakan kaki, lutut, dada, dan kepala untuk mengirim bola rotan melewati net. Tangan tidak digunakan untuk memainkan bola.

Sepak takraw dikenal dengan gerakan akrobatik, tendangan tinggi, dan aksi salto di udara. Kecepatan serta koordinasi pemain membuat olahraga ini menarik untuk ditonton.

Berbagai olahraga tersebut memperlihatkan bahwa aktivitas kompetitif tidak selalu harus mengikuti format yang umum dikenal. Ada yang lahir dari tradisi lokal, ada pula yang berkembang dari kebutuhan sehari-hari. Meski terlihat tidak biasa, setiap olahraga memiliki aturan, keterampilan, dan nilai kebersamaan tersendiri.
(Ellen Octovia Suherman)

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(RUL)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan