Ilustrasi Stadion Papua Bangkit yang merupakan salah satu venue pembukaan dan penutupan PON XX. Foto: Medcom.id/Roylinus Ratumakin.
Ilustrasi Stadion Papua Bangkit yang merupakan salah satu venue pembukaan dan penutupan PON XX. Foto: Medcom.id/Roylinus Ratumakin.

Legenda Persipura: PON XX di Dua Provinsi Tak Masalah

Olahraga tuan rumah pon 2020
Roylinus Ratumakin • 03 Februari 2020 23:50
Jayapura: Rapat terbatas Presiden Jowo Widodo di Istana Negara beberapa hari lalu memunculkan wacana adanya revisi Peraturan Pemerintah nomor 17 tahun 2007 soal pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX diselenggarakan di satu provinsi menjadi dua provinsi.
 
Wacana revisi PP, awalnya muncul dari 10 cabang olahraga (cabor) yang ditiadakan pada PON XX 2020. Dimana awalnya PON XX Papua akan mempertandingkan 47 cabor, namun melihat kesiapan Papua sebagai tuan rumah sehingga dilakukan pengurangan 10 cabang olahraga menjadi 37 cabang olahraga.
 
Wakil Ketua KONI Pusat, Suwarno mengaku, bahwa revisi PP tersebut telah sampai ke istana negara dan tinggal disetujui oleh Presiden Joko Widodo.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pengamat olahraga Papua yang juga mantan pemain Persipura Jayapura, Fernando Fairyo mengatakan, pelaksanaan event olahraga empat tahunan tersebut harus berpatokan pada peraturan pemerintah.
 
“Saya pikir, kita harus mengacu ke aturan yang dibuat oleh pemerintah sebagai kekuatan hukum yang mengikat, dan jika 10 cabor bisa dipenuhi venuenya ya silahkan,” kata Fernando, Senin, 3 Februari 2020.
 
Dikatakan, pembinaan pasti ada di setiap Pengurus Provinsi (Pengprov) sehingga bisa difasilitasi untuk pembinaan berkesinambungan yang tentunya bermuara ke PON sebagai standar ukuran nasional, dalam pembinaan secara nasional dan merata.
 
“Jika nantinya revisi PP tersebut dikeluarkan, dan PON XX diselenggarakan di dua provinsi tidak masalah. Asalkan, provinsi yang ditunjuk menjadi tuan rumah bersama Papua siap memenuhi semua anggaran 10 cabor yang dipertandingkan,” ujarnya.
 
Kata Nando sapaan akrabnya yang juga mantan pelatih sepakbola PON XVIII Papua mengatakan, jika 10 cabor tersebut dipertandingkan maka akan berdampak positif bagi pembinaan yang berkelanjutan.
 
“Sukses PON adalah bagaimana menciptakan atlet ponsial bagi tanah air untuk multievent. Sementara sukses PON bagi tuan rumah bagaimana meraih medali sebanyak mungkin. Jika 10 cabor tetap dipertandingkan diluar Papua tentu mengganggu misi Papua untuk finish pada lima besar atapun juara satu diluar pulau Jawa,” katanya.
 
Video: Cristiano Ronaldo Manusia Pertama dengan 200jt Pengikut di Instagram
 

 

(RIZ)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif