Pebasket Boston Celtics Enes Kanter (David Liam Kyle / NBAE / Getty Images / Getty Images via AFP)
Pebasket Boston Celtics Enes Kanter (David Liam Kyle / NBAE / Getty Images / Getty Images via AFP)

Prihatin Kondisi Turki, Pebasket NBA Serang Erdogan Lewat Jersey

Olahraga nba
Rendy Renuki H • 30 Juni 2020 20:47
Jakarta: Pebasket NBA asal Turki Enes Kanter prihatin dengan kondisi negaranya saat ini. Ia pun berencana menyerang Presiden Recep Tayyip Erdogan sebagai aksi protes.
 
Namun bukan penyerangan secara fisik. Kanter yang memperkuat tim Boston Celtics akan memakai jersey dengan nama punggung berbau sarkas, yakni 'Erdogan Sucks'.
 
Ini menjadi aksi kritik terbaru Kanter kepada pemerintahan Erdogan. Pasalnya ia menilai pemerintahan Erdogan di Turki sangat otoriter, bahkan Erdogan dijulukinya 'Hitler abad ini'.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Melansir Republicworld, ayah Enes Kanter, Mehmat pun sempat ditangkap karena dituduh menjadi bagian teroris di Turki. Mesi baru-baru ini telah dibebaskan, namun ayahnya terancam penjara 15 tahun jika terbukti bersalah dalam pengadilan selanjutnya.
 
Kanter percaya bahwa ayahnya dibebaskan sebagai akibat adanya tekanan pada pemerintah Turki. Pemain Boston Celtics ini juga meyakini bahwa pemerintah Turki 'takut' atas berbagai suara kritikannya selama ini.
 
"Hari ini aku mengetahui bahwa tujuh tahun setelah ayahku ditangkap, membawanya ke pengadilan yang dibuat-buat dan menuduhnya sebagai penjahat hanya karena dia ayahku. Ayah Saya Kini Telah Dibebaskan!" postingnya di Twitter.
 
Dalam foto yang diposting di Intagram Enes Kanter menyuarakan sikap terbarunya menentang kebijakan pemerintah Erdogan selama beberapa tahun terakhir. Dia juga telah menyeru kepada pemerintahan AS untuk mengakhiri penindasan Erdogan terhadap warga Turki.
 
Sebuah laporan juga menyatakan bahwa Turki telah meminta ekstradisi Kanter tahun lalu karena tuduhan menjadi bagian dari kelompok teroris. Kanter, menepis semua tuduhan itu.
 
Dengan pembebasan ayahnya, Kanter berharap orang tuanya dapat memperoleh visa dan pindah ke Amerika Serikat.
 
Kanter sendiri mengaku sudah bertahun-tahun tidak bisa berhubungan dengan orang tuanya karena khawatir dipantau oleh pemerintah Turki dan bisa berakibat fatal bagi keluarganya yang ada di sana.
 
Sementara itu, terkait jersey yang dikenakan oleh para pemain, dalam kebijakan terbarunya NBA bergerak lebih maju untuk turut menyuarakan keadilan sosial di dunia. Caranya dengan membebaskan para pemain untuk mengganti nama belakang di kaus mereka untuk menyuarakan ketimpangan sosial.
 
Hal ini menjadi kesempatan bagi para pemain NBA untuk mengambil sikap terhadap masalah besar di dunia misalnya kediktatoran China, penindasannya terhadap lembaga-lembaga demokrasi di Hong Kong, ancaman perang global di Pasifik, dan pemenjaraan massal umat Islam di Xinjiang.
 

(REN)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif