Papua Dinilai Siap Menjadi Tuan Rumah PON 2020

Gervin Nathaniel Purba 09 Agustus 2018 19:46 WIB
berita dpr
Papua Dinilai Siap Menjadi Tuan Rumah PON 2020
Komisi V meninjau Stadion Istora Papua Bangkit. (Foto: Dok. DPR)
Jakarta: Anggota Komisi V DPR RI Henky Kurniadi menilai Provinsi Papua sudah siap menjadi tuan rumah penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX pada 2020. Menurutnya, sejumlah persiapan mulai dilakukan, terutama aspek infrastruktur dan akses menuju lokasi.

“Saya kira Papua sudah siap, dari sisi desain dan konstruksi sangat luar biasa. Stadion ini akan menjadi salah satu yang terindah di Indonesia, karena dikelilingi perbukitan yang luar biasa. Tidak ada lingkungan secantik Jayapura ini,” kata Henky, usai meninjau Stadion Istora Papua Bangkit dan Jembatan Holtekamp di Jayapura dalam keterangan tertulis, Kamis, 9 Agustus 2018.

Agar bisa memastikan kelancaran saat menjadi tuan rumah pesta olahraga empat tahunan tersebut, ia juga mengingatkan agar pemerintah setempat memperhatikan tata letak sejumlah sarana dan prasarana, venue, serta menerapkan strategi kanalisasi.


“Layout sangat penting, jangan sampai uang triliunan rupiah untuk pembangunan, tetapi perencanaannya kurang matang, dan menjadi masalah pada kemudian hari,” ujar politikus PDI Perjuangan itu.

Sistem kanalisasi, lanjut Henky, nantinya dapat mencegah kemacetan di sekitar venue. “Perlu diingat stakeholder olahraga bukan hanya atlet, tetapi juga penonton. Ketika ada event besar,  yang datang berbondong-bondong adalah penonton, sehingga harus ada kanalisasi, seperti kafe untuk rileks,” ujar politikus dapil Jatim itu.

Sementara itu, Anggota Komisi V DPR RI Rahmat Nasution Hamka optimistis tahap pembangunan infrastruktur penunjang PON 2020, seperti Jembatan Holtekamp akan rampung sesuai dengan waktu yang ditargetkan. Mengingat, beberapa sarana pendukung PON masih terkendala pembebasan lahan.

“Dengan adanya Inpres Nomor 10 Tahun 2017 tentang Dukungan Penyelenggaraan PON di Papua, saya berharap masyarakat setempat mendukung, sehingga pengerjaan berjalan lancar. Kita harap masalah pembebasan lahan ini cepat selesai. Jangan sampai status kawasan menjadi penghambat,” kata Nasution.

Ia menambahkan, selain memperlancar konektivitas, Jembatan Holtekamp yang menghubungkan Kota Jayapura dengan distrik Muara Tami sebagai tempat pembangunan Wisma Atlet akan mendorong pengembangan di kawasan perbatasan Skouw.
 
“Kita berharap pintu masuk PNG-Papua ini menjadi spot wisata air dan menjadi titik pertumbuhan ekonomi baru,  sehingga pembangunan di Papua tidak hanya sekedar fisik, tetapi memberikan multiplier effect bagi masyarakat lokal,” kata politikus dapil Kalteng itu.

Untuk diketahui, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membangun beberapa venue PON XX di dua lokasi, yakni Harapan dan Doyo Baru. Venue Aquatik dan Istora Papua Bangkit di Kampung Harapan.  Lapangan Kriket dan Lapangan Hoki Indoor dan Outdoor di Doyo Baru. Ditargetkan keempat venue rampung pada Maret 2020. 



(ROS)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id