Sesmenpora Gatot S Dewa Broto (Medcom/Rendy Renuki H)
Sesmenpora Gatot S Dewa Broto (Medcom/Rendy Renuki H)

Jadi Caketum KONI, Pemerintah Tunggu Janji Muddai Madang

Olahraga koni
Rendy Renuki H • 18 Juni 2019 08:51
Jakarta: Muddai Madang maju menjadi calon Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). Ia mendeklarasikan diri bertarung di bursa caketum KONI saat menggelar silaturahmi di Hotel Mulia Senayan, Jakarta, Senin 17 Juni malam.
 
Tak main-main, mantan pemilik Sriwijaya FC itu langsung mengumbar visi-misi. Di antaranya menjadikan olahraga sebagai industri, harmonisasi dan sinergi yang baik antara KONI, KOI dan pemerintah, serta peningkatan sport science.
 
Mendengan visi-misi tersebut, pemerintah dalam hal ini Kementerian Pemuda dan Olahraga yang diwakili Sesmenpora Gatot S Dewa Broto angkat bicara. Ia mengatakan pemerintah akan menunggu janji Muddai Madang jika terpilih menjadi Ketua KONI periode 2019--2023.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Salah satunya adalah menjadikan olahraga sebagai industri, di mana nantinya KONI akan bisa mencari sumber pendanaan sendiri. Agar perlahan mulai mengurangi pos pendanaan dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) yang disalurkan pemerintah melalui Kemenpora.
 
"Saya ingin mengutip omongannya Pak Muddai, jangan gantungkan anggarannya KONI ke pemerintah. Karena terus terang sampai saat ini KONI dan Kemenpora itu masih panas-dingin hubungannya," ujar Gatot saat menghadiri acara.
 
Menurutnya, persoalan internal KONI seperti gaji yang tertunggal seperti saat ini bukan tanggung jawab pemerintah. KONI harus berdiri sendiri menghidupi organisasinya, mencari sumber pendanaan dari pihak lain seperti sponsor.
 
"Sebetulnya yang perlu saya jelaskan di sini, kami (pemerintah) pos anggarannya tidak ada yang namanya KONI itu organiknya Kemenpora, harus bayarin gaji. Gajinya KONI itu harus pintar-pintarnya Ketua KONI untuk mencari uang," sambung Gatot.
 
"Makanya tempo hari ada kutipan saya di Kompas, carilah ketua KONI yang kreatif, inovatif, dan serius untuk mencari usaha untuk mendapatkan uang. Itu syarat saya jika pak Muddai terpilih," pungkasnya.
 
Muddai menjadi orang ketiga yang resmi mendeklarasikan diri maju sebagai caketum KONI persiode 2019--2023. Dua nama lain yang maju menjadi caketum KONI yakni mantan Ketua Umum PB Forki (Karate) Hendardji Soepandji dan mantan Kepala Badan Intelijen Negara Marciano Norman.
 
Tahapan pendaftaran caketum KONI mulai dilakukan pada 12 Juni lalu dan akan ditutup 21 Juni mendatang. Proses pemilihan caketum KONI baru akan dilakukan pada 3 Juli mendatang.
 
Syarat untuk terpilih menjadi Ketum KONI di antaranya mendapatkan dukungan dari 10 KONI Provinsi, 20 pengurus cabang olahraga dari sekitar 67 cabor. Serta memiliki kesanggupan memimpin dan manajemen olahraga, di mana syarat itu diluar persyaratan umum yang diusung tim penjaringan dan penyaringan.
 

 

(REN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif