Evaluasi Pelatih Samator Usai Menjuarai Proliga 2018
Tim bola voli putra Surabaya Bhayangkara Samator melakukan selebrasi seusai mengalahkan tim Palembang Bank Sumselbabel. (ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko)
Yogyakarta: Surabaya Bhayangkara Samator berhasil menjuarai ajang Proliga 2018. Tren positif itu mereka raih setelah menaklukkan Bank Sumsel Babel pada fase Grand Final yang berlangsung di GOR Amongraga Yogyakarta, Minggu 15 April.

Bukan tugas mudah bagi Samator untuk melakoni final kontra Sumsel. Pasalnya, laga baru bisa mereka tutup setelah bermain hingga empat set dengan skor ketat, 3-1 (25-22, 25-16, 23-25 dan 30-28).
 

Klik: Surabaya Bhayangkara Samator Angkat Trofi Proliga 2018


Ibarsjah Djanu selaku pelatih Samator membeberkan kunci kemenangan timnya pada Grand Final yang berlangsung sengit tersebut. Menurutnya, terdapat tiga kunci utama untuk mengalahkan Sumsel, yakni lewat bola pertama, servis dan blok.

"Tiga komponen ini selalu kami asah. Baik saat latihan reguler, putaran satu dua hingga Grand Final (Proliga 2018)," kata Ibarsjah seusai laga. 
 

Klik: Daniel Ricciardo Naik Podium Utama F1GP Tiongkok


Samator nyaris keluar sebagai pemenang kontra Sumsel dalam tiga set karena mampu mendominasi dua set sebelumnya. Namun, itu gagal terjadi karena para pemain Samator terpancing emosi para pemain lawan. 


Selain itu, Samator juga nyaris kehilangan set keempat karena Sumsel mampu bangkit dan menyamakan kedudukan pada poin-poin krusial. Beruntung, Samator bisa kembali fokus di pengujung set keempat.

"Saat itu, saya bilang ke pemain, jangan terpancing emosi karena ini bisa lebih bahaya untuk tim," kata Ibarsjah ketika menanggapi kegagalan timnya untuk memenangkan set ketiga.

"Kemudian pada set keempat, kami memang bermain sengit beriringan poin. Tapi itulah pertandingan, ada faktor keberuntungan juga untuk tim kami," tambahnya menutup.





(KAU)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id