CdM Kontingen Indonesia di Olimpiade 2020 Tokyo, Rosan P Roeslani (Dok. NOC Indonesia)
CdM Kontingen Indonesia di Olimpiade 2020 Tokyo, Rosan P Roeslani (Dok. NOC Indonesia)

Persaingan Ketat di Olimpiade Tokyo, CdM Indonesia Minta Ini ke Atlet

Rendy Renuki H • 23 Juli 2021 11:36
Jakarta: Chef de Mission (CdM) Kontingen Indonesia, Rosan P Roeslani menyadari ketatnya persaingan di Olimpiade 2020 Tokyo yang digelar di tengah pandemi covid-19. Dia berpesan kepada seluruh atlet Indonesia untuk melakukan yang terbaik demi Merah Putih.  
 
"Saya hanya berpesan lakukan yang terbaik demi Merah Putih. Baik itu untuk atlet, pelatih serta pendukung yang terlibat dalam untuk bisa mencapai prestasi puncak," kata Rosan lewat rilis resmi NOC Indonesia, Jumat, 23 Juli 2021. 
 
Dengan kekuatan 28 atlet, Kontingen Garuda akan memulai perburuan prestasi hari ini. Tim panahan mengawali langkah Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020.

Tampil di Lapangan Yumenoshima, srikandi Indonesia Diananda Choirunisa menempati peringkat 40 dan lolos ke babak 32 Besar nomor recurve perorangan putri. Selanjutnya, dia akan menghadapi pemanah andalan Denmark, Maja Jager, Kamis 29.  
 
Penampilan Nisa, sapaan karibnya, akan dilanjutkan dengan perburuan penempatan peringkat recurve perorangan putra. Tiga Pemanah Indonesia akan tampil di siang ini, yaitu Riau Ega Agatha Salsabila, Arif Dwi Pangestu, dan Bagas Prastyadi.
 
”Kami minta dukungan dan doa dari seluruh masyarakat Indonesia untuk kesehatan anggota Kontingen Indonesia. Doa dan dukungan itu sangat kami butuhkan agar bisa memberikan yang terbaik," tambah Rosan P Roeslani yang akan memimpin defile Kontingen Indonesia pada pembukaan Olimpiade 2020 Tokyo di Stadion Nasional Jepang, malam ini.
 
Sejak berada di Desa Atlet, pria yang digadang-gadang akan menjadi Duta Besar RI untuk Amerika Serikat ini terus melakukan pertemuan intensif dengan pelatih, offisial dan team support untuk memberikan laporan rutin pelaksanaan latihan. 
 
"Kami rutin melakukan pertemuan setiap hari pukul 20.00 waktu setempat. Selain menjaga kekompakan dalam bingkai Merah Putih, kami  juga menganalisasi hasil latihan yang dilakukan atlet," ungkap mantan Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) ini. 
 
"Soal makanan tidak lagi jadi pembahasan karena makanan yang disediakan panitia cukup bervariasi. Begitu juga soal jadwal latihan yang pembagian waktunya sangat rapi dengan negara lain.”
 
Ketika ditanyakan apakah bisnisnya tidak terganggu dengan menjabat sebagai CdM Kontingen Indonesia? Rosan mengaku mendapat support penuh dari keluarga. “Alhamdulilah pekerjaan juga berjalan baik walaupun di tengah tantangan pandemi." 
 
Pria kelahiran Jakarta, 1 Desember 1968 ini mengaku ditawari Ketua NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari menjadi CdM dengan alasan federasi yang dipimpinnya yakni PB PABSI rutin menyumbangkan medali di Olimpiade. 
 
"Saya bersedia menjadi CdM karena ingin berkontribusi secara nyata terhadap olahraga Indonesia dan demi kemajuan serta kebanggaan kita semua," ujarnya,
 
Apa yang diungkapkan Okto, panggilan akrab Raja Sapta Oktohari memang cukup beralasan. Pada era kepemimpinan Rosan,  cabang olahraga angkat besi menyumbangkan dua medali perak melalui Eko Yuli Irawan dan Sri Wahyuni di Olimpiade 2016 Rio de Janeiro. 
 
Rosan P Roeslani terpilih menjadi Ketua Umum Pengurus Besar Angkat Besi, Berat, dan Binaraga Seluruh Indonesia (PB PABBSI) periode 2015-2020. Kini, dia terpilih kembali menjadi Ketua Umum Pengurus Besar Perkumpulan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB PABSI) setelah adanya pemisahan organisasi internasional angkat besi, binaraga dan angkat berat.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MBM)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan