Sesmenpora Gatot S Dewa Broto bersama perwakilan karyawan KONI. (Foto: dok. Kemenpora)
Sesmenpora Gatot S Dewa Broto bersama perwakilan karyawan KONI. (Foto: dok. Kemenpora)

Tak Digaji 5 Bulan, Karyawan KONI Melapor ke Kemenpora

Olahraga koni
Muhammad Al Hasan • 13 Mei 2019 19:47

Karyawan KONI mendatangi kantor Kemenpora. Mereka mengeluhkan karena tidak mendapatkan gaji selama lima bulan terakhir.

Jakarta: Karyawan Komite Olahraga Nasional (KONI) Pusat yang tergabung atas Komunitas Karyawan KONI mendatangi Gedung Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) pada Senin pagi, 13 Mei 2019. Kedatangan mereka sebagai tindak lanjut atas surat aduan mereka kepada Sesmenpora karena sudah 5 bulan sejak bulan Januari 2019 belum menerima gaji rutin bulanan.
 
Empat puluh karyawan perwakilan KONI pusat yang datang di antaranya ialah mantan petinju Ellyas Pical dan Bantam Yunior. Kedatangan mereka langsung diterima oleh Sesmenpora Gatot S Dewabroto dan ditemani Asisten Deputi Bidang Tenaga dan Organisasi Keolahragaan dari Deputi 4 Kemenpora, Herman Chaniago.
 
Usai pertemuan, Gatot memaparkan bahwa terdapat 104 karyawan KONI yang belum menerima gaji. Gatot menjelaskan, beberapa karyawan sampai ada yang mengeluh karena sudah tidak bisa bayar PLN, cicilan rumah, tunggakan hutang dan lain sebagainya.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sesmenpora bisa memahami keluhan dan jeritan hati mereka, apalagi ini dalam suasana menjelang kebutuhan Lebaran. Sehingga dicoba untuk dicari alternatif penyelesaiannya,"kata Gatot dalam keterangan tertulis, Senin 13 Mei 2019.

Baca: Djokovic Sabet Gelar Madrid Open 2019

Kendati demikian, Sesmenpora juga menjelaskan, bahwa ketiadaan penyaluran anggaran dari Kemenpora kepada KONI adalah sesuai arahan Menpora pada Rapim seminggu sebelumnya. Di sana, dibahas bahwa sesuai Perpres No. 95 Tahun 2017 tidak ada lagi penyaluran anggaran untuk KONI untuk kegiatan Wasping (Pengawasan dan Pendampingan) sebagaimana pernah terjadi pada 2018.
 
"Karena tidak ada satu pasal pun dalam Perpres yang mengamanatkan kewajiban tersebut," ujar Gatot.
 
Gatot menegaskan, bahwa ketiadaan bantuan dari Kemenpora akibat banyaknya program KONI yang belum tuntas secara laporan. Ia berharap KONI bisa menyelesaikan PR-nya itu dan KONI diharapkan bisa lebih mandiri dan tidak bergantung kepada Kemenpora dalam memenuhi kebutuhan finansialnya.
 
"Yang jelas jajaran KONI perlu memahami pula bahwa Kemenpora tidak ingin memberikan bantuan yang ujung-ujungnya bermasalah hukum, dan lagi masih banyak kegiatan KONI yang belum tuntas laporan pertanggung-jawabannya dan kini menjadi temuan BPK yang sedang melakukan pemeriksaan di Kemenpora," tutur Gatot.
 
"Yang perlu diketahui juga oleh mereka, bahwa sesuai AD ART KONI, maka Kemenpora bukan satu-satunya sumber keuangan bagi KONI, maka seharusnya tidak boleh mengandalkan Kemenpora," lanjut dia.
 
Gatot tidak menjanjikan bantuan yang instan kepada KONI. Namun ia berjanji akan segera melaporkan dan menindaklanjuti hal ini kepada Menpora.
 
"Sesmenpora tidak menjanjikan apapun, tetapi akan segera melaporkan kepada Menpora tentang alternatif-alternatif yang mungkin akan diambil, dengan catatan hanya untuk kebutuhan minimal atau yang pokok saja," beber Gatot.
 
Video: Makna Jersey Baru Persib Bandung
 

(ASM)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif