Aziz menyambut laga tersebut setelah mempertahankan gelar pada Prime Kumite Championship 2 usai menaklukkan Eduwaret Pratama Surbakti di kelas featherweight. Kini, petarung asal Sukoharjo yang mengandalkan gaya karate Shotokan itu dihadapkan pada ujian berat berupa pengalaman dan kekuatan fisik Eko Roni.
Eko Roni Saputra merupakan salah satu nama besar di dunia combat sport Indonesia. Fighter berjuluk "Dynamite" tersebut memiliki catatan tujuh kemenangan dan lima kekalahan selama berkarier di ONE Championship. Ia juga dikenal sebagai pemegang rekor knockout tercepat di ONE dengan durasi hanya 10 detik.
Laga terakhir Eko Roni tercatat berlangsung pada ajang ONE Fight Night 29 dan ONE Fight Night 37 pada 2025 saat menghadapi Gilbert Nakatani dan Sanzhar Zakirov. Selain itu, Eko Roni memiliki latar belakang gulat yang kuat dengan torehan medali perak SEA Games 2013.
Menariknya, Aziz dan Eko Roni pernah berada di bawah promotor yang sama, yakni ONE Championship. Kini, keduanya dipertemukan kembali dalam arena berbeda melalui Prime Kumite Championship 3.
Meski mengakui kualitas lawan, Aziz menegaskan tidak merasa gentar menghadapi Eko Roni. Ia justru menyebut duel tersebut sebagai kehormatan sekaligus tantangan besar dalam karier.
"Perasaan melawan Bang Eko Roni sangat berharga buat pengalaman saya. Ini tantangan besar karena beliau salah satu idola saya saat masih tampil di ONE Championship. Saya senang dan sangat antusias menghadapi laga ini," ujar Aziz kepada Medcom.id.
Pada Prime Kumite Championship 3, regulasi pertandingan kembali menghadirkan elemen ground and pound yang menantang para petarung striking. Kondisi tersebut dinilai menjadi salah satu keunggulan Eko Roni yang memiliki basis gulat mumpuni. Namun demikian, Aziz yang dijuluki The Krauser telah melakukan persiapan khusus.
"Saya tidak terlalu khawatir dengan ground game karena tidak ada kuncian. Saya juga belajar gulat. Walau kemarin sempat fokus training camp kickboxing, sekarang tinggal mempertajam gulatnya saja," kata Aziz.
Kehadiran Eko Roni di Prime Kumite Championship 3 sempat memunculkan keraguan dari sebagian warganet. Meski begitu, Aziz menegaskan dirinya tetap waspada dan tidak meremehkan sang legenda.
"Saya waspadai semua aspek, mulai dari striking, clinch, takedown, sampai ground and pound. Bang Eko Roni bukan fighter sembarangan. Dia legenda dan sudah membuktikan diri di level internasional," ujarnya.
Duel Aziz Calim kontra Eko Roni Saputra akan menjadi laga utama Prime Kumite Championship 3. Total, terdapat 26 petarung yang ambil bagian dalam ajang ini, termasuk duel Saputra Harianja melawan Alex Munster di kelas openweight serta laga Deni Arif kontra Alan Darmawan (Alan Lolo).
Sejumlah nama lain yang turut berlaga antara lain Denny Daffa, Afif Akbar, Eduwaret Pratama Surbakti, Toni Kristian Hutapea, Jaka Naibaho, Pahala Sitanggang, Ikhsan Lani, Niko Mohtadi, Faisal Nurohman, Vincent Majid, Yachser, Waldy Yansyah, Muhammad Bagus, Doli Harianja, Imamul Pora, Noverheins, Andre Mario, Jagjit Singh, Fuazan Hazmi, dan Rineldy Oktafian.
(Victor Rodam)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News