Keinginan dan usaha maksimal untuk meraih hasil terbaik tidak selalu berujung pada hasil yang diharapkan. Kendala teknis bisa datang kapan saja dan membuyarkan peluang meraih poin penting. Begitulah balapan. Hal tersebut dialami Sean Gelael bersama Team WRT #32
AF Corse #21 mendapat penalti setelah menyenggol McLaren #58 milik Garage 59 pada sesi kualifikasi kelas LMGT3. Situasi tersebut membuat Leung yang semula dijadwalkan start dari P7 naik ke P6.
Darren Leung Langsung Naik ke P4
Balapan Lone Star Le Mans berlangsung dalam kondisi yang dinyatakan basah oleh Race Director FIA WEC Eduardo Freitas. Berangkat dari posisi keenam, Leung langsung tampil agresif.Pebalap Inggris tersebut mampu naik dua posisi dan membawa WRT #32 ke P4. Bahkan, Leung sempat menempati posisi kedua dalam persaingan ketat kelas LMGT3 sebelum akhirnya kembali tertahan di P4.
Namun, peluang meraih hasil besar tersebut perlahan sirna ketika performa mobil mulai mengalami masalah. Leung harus turun posisi secara bertahap dari P4 ke P6 dan kemudian P7. Tim akhirnya memutuskan membawa BMW M4 GT3 #32 masuk pit setelah masalah teknis terdeteksi.
Roda BMW M4 GT3 Bermasalah
Setelah dilakukan pemeriksaan, tim menemukan masalah pada as roda BMW M4 GT3 yang dikendarai Leung. Komponen tersebut harus diganti untuk memastikan mobil dapat kembali melanjutkan balapan.Baca Juga :
Api Olahraga dalam Kepungan Asap Pontianak
Setelah perbaikan selesai, Sean Gelael mengambil alih kemudi dari Leung. Namun, Brand Ambassador Pertamax Turbo dan Pertamina Fastron itu menghadapi tantangan yang sangat berat. Saat Sean kembali ke lintasan, Team WRT #32 sudah tertinggal 10 lap dari pemimpin kelas LMGT3.
Kondisi tersebut praktis membuat peluang untuk mengejar posisi terdepan menjadi sangat sulit. Meski demikian, Sean Gelael, Darren Leung, dan Augusto Farfus tetap menyelesaikan perjuangan mereka hingga bendera finis. WRT #32 akhirnya menempati P16 kelas LMGT3.
Bukan Hasil yang Diinginkan
Hasil tersebut jelas bukan yang diharapkan Team WRT #32 setelah menunjukkan performa kompetitif pada awal balapan. Namun, masalah teknis menjadi faktor yang tidak bisa dihindari dalam balapan ketahanan seperti FIA WEC.“Bukan hasil yang kami inginkan. Tapi, ya, balapan memang terkadang seperti ini,” ujar Sean.
Balapan Lone Star Le Mans atau 6 Hours of COTA sendiri berlangsung penuh drama. Safety Car (SC) dan Full Course Yellow (FCY) beberapa kali diberlakukan untuk menetralisir situasi di lintasan.
Di kelas LMGT3, kemenangan menjadi milik Heart of Racing Team #27. Sementara itu, Ferrari akhirnya berhasil meraih kemenangan pertamanya di kelas Hypercar FIA WEC musim 2026 melalui mobil nomor 50.