Sarah Sellers, Perawat yang Curi Perhatian di Boston Marathon

Gregah Nurikhsani Estuning 17 April 2018 23:21 WIB
lomba lari
Sarah Sellers, Perawat yang Curi Perhatian di Boston Marathon
Sarah Sellers (paling kanan) berlari di ajang Boston Marathon. (Foto: Scott Eisen/Getty Images/AFP)
Boston: Desiree Linden mungkin memecah kebuntuan sebagai wanita pertama yang memenangi Boston Marathon sejak 1985 silam. Namun demikina, justru Sarah Sellers lah yang menyita perhatian.

Sellers berlari sejauh 42km dalam waktu dua jam 44 menit untuk meraih posisi kedua di bawah Linden. Atas keberhasilannya, ia berhak mendapatkan hadiah mencapai 75ribu dolar AS (Rp1 miliar).

Sosok Sellers kemudian menjadi buah bibir, bukan hanya karena keikutsertaannya di Boston Marathon, melainkan karena profesi sehari-harinya yang membuat kagum pencinta lari jarak jauh. Sebab, ia merupakan seorang perawat.


Pada masa kuliahnya dulu, wanita cantik berusia 26 tahun itu memang dikenal sebagai penghobi olahraga atletik, namun ia tidak menggeluti kelebihannya ke arah profesional.

Klik: Ikuti Kejuaraan di Rusia, Panjat Tebing Indonesia Bidik Rekor Dunia

Berkompetisi secara individu tanpa yayasan atau pun agen yang memayunginya, Sellers menyiapkan semuanya sendiri. Ia bahkan harus bangun pukul 4 pagi guna memantapkan kondisi fisiknya sebelum berkegiatan di Banner Health Centre di Arizona sebagai perawat.

Dinukil dari BBC Sport, Sellers mengatakan bahwa ia rela mengikuti lomba Marathon itu karena sang adik turut mendaftar. Ia merogoh kocek sedalam 185 dolar AS (Rp2,5 juta), namun terbayar dengan hadiah mencapai Rp1 miliar usai finish sebagai runner-up.

"Saya tidak tahu kalau saya juara dua. Berulang kali saya menanyakan siapa pun yang saya temui di garis finis soal peringkat saya," ujar Sellers kepada Weber State Sports.

"Saya akan ikut lagi. Sebelum lomba, saya tak pernah berpikir bisa (menjadi runner-up). Saya akan terus berlari, saya menyukainya," sambungnya.

Pemenang Boston Marathon kategori pria, Yuki Kawauchi dari Jepang juga turut menyita perhatian. Ia dikenal sebagai "Citizen Runner" karena kerap mengikuti lomba lari jarak jauh tanpa latar belakang atlet.
 
Kawauchi sehari-hari bekerja sebagai PNS dan berlari setiap hari. Uniknya, saat latihan di Jepang, ia mengenakan kostum panda sebagai bentuk dukungannya terhadap konservasi hewan asli Tiongkok tersebut.

Video: Kemenangan Ekstrom di Seri Pembuka World Rallycross 2018 Dibatalkan
 



(FIR)