Para pemain terpilih berpeluang dipersiapkan untuk tampil di Srikandi Merdeka Cup 2026 pada Agustus mendatang. Proses scouting akan dilakukan langsung oleh Coach Timo Scheunemann dan Coach Takumi Taniguchi selama HYDROPLUS Soccer League All-Stars berlangsung.
Ajang ini mempertemukan 16 tim terbaik dari empat regional, yaitu Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Seluruh peserta merupakan juara dan runner-up dari kompetisi regional HYDROPLUS Soccer League.
Kehadiran pemantauan langsung dari jajaran pelatih Timnas Putri membuat turnamen di Kudus tidak sekadar menjadi perebutan gelar juara. Kompetisi ini juga membuka jalur bagi pemain muda untuk menunjukkan kualitas dan menembus level nasional.
16 Tim Terbaik U-15 dan U-18 Bersaing di Kudus
HYDROPLUS Soccer League All-Stars 2025/2026 menjadi puncak musim perdana kompetisi sepak bola putri kelompok usia U-15 dan U-18. Sebelum mencapai tahap All-Stars, kompetisi telah bergulir di empat regional dengan format liga double round-robin. Tim terbaik dari setiap wilayah kemudian melaju ke putaran nasional di Kudus.
Menurut penyelenggara, HYDROPLUS Soccer League dirancang sebagai wadah kompetitif bagi pesepak bola putri remaja untuk melanjutkan proses pembinaan setelah kelompok usia dini.
Program Manager HYDROPLUS Soccer League, Rijki Kurniawan, mengatakan ajang All-Stars menjadi bagian penting dari pembangunan ekosistem sepak bola putri yang berkelanjutan. Turnamen ini diharapkan memberi kesempatan kepada pemain muda untuk menguji kemampuan di level nasional sebelum memasuki jenjang senior.
Selain itu, kompetisi tersebut dapat menjadi talent pool bagi klub-klub elite yang ingin mengembangkan tim sepak bola putri. Federasi juga dapat memanfaatkan ajang ini untuk memantau pemain potensial bagi skuad nasional.
"HYDROPLUS Soccer League All-Stars melengkapi piramida pembinaan yang digagas oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation. Diawali dengan MilkLife Soccer Challenge untuk KU10 dan KU12, HYDROPLUS Soccer League dirancang untuk memfasilitasi bibit-bibit berbakat di kelompok usia U-15 dan U-18 agar terus berkembang sebelum akhirnya masuk ke jenjang usia yang lebih tinggi," kata Rijki.
Perkuat Jalur Pembinaan Sepak Bola Putri Indonesia
HYDROPLUS Soccer League All-Stars tidak hanya berfokus pada perkembangan individu pemain. Kompetisi ini juga diarahkan untuk mendukung pertumbuhan sekolah sepak bola atau SSB putri di Indonesia.
Melalui kompetisi berjenjang, SSB memiliki target pembinaan yang lebih jelas. Para pemain muda juga mendapatkan kesempatan bertanding secara rutin dalam atmosfer yang kompetitif.
Sistem tersebut memberi ruang bagi talenta putri untuk berkembang berdasarkan kelompok usia. Pemain tidak berhenti pada tahap pengenalan sepak bola, tetapi memiliki jalur kompetisi menuju level yang lebih tinggi.
Pada tahap All-Stars, penyelenggara menggunakan format penyisihan grup. Tim terbaik kemudian melaju ke fase gugur atau knock-out pada semifinal dan final. Format tersebut berbeda dari tahap regional yang memakai sistem kompetisi penuh.
Untuk kategori U-15, pertandingan berlangsung di lapangan berukuran 40 x 60 meter atau sekitar setengah lapangan sepak bola dewasa. Setiap tim memainkan sembilan pemain aktif dengan durasi 2 x 25 menit dan waktu istirahat 10 menit.
Sementara itu, kategori U-18 menggunakan format 11 lawan 11 di lapangan sepak bola ukuran penuh. Pertandingan berlangsung selama 2 x 35 menit dengan jeda istirahat 10 menit.
Rijki mengatakan, perubahan format dirancang untuk menghadirkan atmosfer kompetisi yang lebih ketat. "Dengan perubahan format adanya penyisihan grup dan fase gugur, kami berharap setiap tim yang terlibat di HYDROPLUS Soccer League All-Stars ini dapat merasakan atmosfer kejuaraan yang sesungguhnya. Mereka akan dituntut untuk tampil prima, fokus, dan mengeluarkan kemampuan terbaik," ujar Rijki.
Menurutnya, setiap pertandingan akan sangat menentukan karena seluruh tim harus menjaga performa untuk mempertahankan peluang menuju gelar juara.
Timo Scheunemann dan Takumi Taniguchi Lakukan Scouting
Salah satu daya tarik utama HYDROPLUS Soccer League All-Stars 2025/2026 adalah proses pemantauan langsung oleh jajaran pelatih Timnas Putri Indonesia. Coach Timo Scheunemann dan Coach Takumi Taniguchi dijadwalkan melakukan scouting selama kompetisi berlangsung.
"Selama penyelenggaraan HYDROPLUS Soccer League All-Stars, Coach Timo Scheunemann dan Coach Takumi Taniguchi akan melakukan scouting. Nantinya sekitar 50 sampai 60 pemain terbaik akan diproyeksikan memperkuat Timnas Indonesia U-16 untuk tampil di Srikandi Merdeka Cup yang bergulir pada Agustus nanti di Supersoccer Arena," ungkap Rijki.
Kesempatan tersebut memberi nilai strategis bagi setiap pertandingan. Pemain yang tampil konsisten memiliki peluang masuk radar tim pelatih dan melanjutkan proses pengembangan menuju Timnas Indonesia U-16.
Bagi pesepak bola putri muda, ajang ini menjadi kesempatan penting untuk menunjukkan kemampuan teknis, fisik, taktik, konsistensi, dan kesiapan bersaing di level yang lebih tinggi.
Srikandi Merdeka Cup 2026 Diikuti Tujuh Negara Asia
Para pemain terbaik dari HYDROPLUS Soccer League All-Stars berpeluang masuk proyeksi Timnas Indonesia U-16 untuk menghadapi Srikandi Merdeka Cup 2026.
Turnamen sepak bola putri U-16 tersebut dijadwalkan mempertemukan tim nasional dari tujuh negara Asia, yaitu Indonesia, Thailand, Singapura, Malaysia, Filipina, Jordania, dan Arab Saudi.
Srikandi Merdeka Cup 2026 akan berlangsung di Supersoccer Arena, Kudus, pada Agustus 2026.
Peluang tampil dalam turnamen internasional tersebut memperkuat posisi HYDROPLUS Soccer League All-Stars sebagai salah satu jalur pembinaan pemain putri usia muda.
Pemain yang menonjol di level regional dan nasional mendapatkan peluang lebih konkret untuk melanjutkan perkembangan menuju kompetisi internasional.
HYDROPLUS Dorong Regenerasi Pesepak Bola Putri
Senior Brand Executive HYDROPLUS, Margareta Sianne, menilai turnamen tersebut menjadi momentum penting bagi pesepak bola putri muda untuk berkembang melalui pengalaman bertanding yang lebih kompetitif. Menurutnya, kompetisi berjenjang juga dapat mendukung proses regenerasi sepak bola putri Indonesia.
"HYDROPLUS lahir untuk mendukung mereka yang aktif dan selalu ingin memberikan performa terbaik. Berfungsi untuk mengembalikan cairan tubuh dengan cepat dan memberikan tambahan energi saat berolahraga, kami berharap dapat mendukung setiap atlet yang membutuhkan ruang bertumbuh mengejar prestasi," kata Sianne.
Ia berharap, kompetisi tersebut ikut melahirkan generasi pesepak bola putri Indonesia yang lebih tangguh, kompetitif, dan mampu mencetak prestasi pada masa mendatang.
Dengan kompetisi U-15 dan U-18, scouting langsung dari jajaran pelatih Timnas Putri Indonesia, serta peluang menuju turnamen internasional, HYDROPLUS Soccer League All-Stars 2025/2026 menjadi panggung penting bagi regenerasi sepak bola putri nasional.
Bagi para pemain muda, pertandingan di Kudus bukan sekadar perebutan trofi. Setiap laga dapat menjadi kesempatan untuk masuk radar Timnas Indonesia.
Daftar Tim HYDROPLUS Soccer League All-Stars 2025/2026
U-15
Grup A
1. Mojang Priangan, Regional Jawa Barat
2. Arema FC Women, Regional Jawa Timur
3. Putri Surakarta, Regional Jawa Tengah
4. Putri Tangsel City, Regional Jabodetabek
Grup B
1. Cipta Cendikia FA, Regional Jabodetabek
2. Scorpion FC, Regional Jawa Tengah
3. Tigers Football Academy, Regional Jawa Timur
4. Goal Aksis, Regional Jawa Barat
U-18
Grup A
1. Putri JP Jakarta, Regional Jabodetabek
2. Tigers Football Academy, Regional Jawa Timur
3. Putri Garut, Regional Jawa Barat
4. Putri Batang, Regional Jawa Tengah
Grup B
1. Akademi Persib Bandung, Regional Jawa Barat
2. Samba Persada Women, Regional Jawa Tengah
3. Putri Tangsel City, Regional Jabodetabek
4. Arema FC Women, Regional Jawa Timur
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda