Tahun lalu, Ellyas Pical sempat dilarikan ke Rumah Sakit Harapan Kita lantaran penyakit jantung. “Kami membesuk Pak Elly ke sini berharap kondisinya membaik,” kata Ketum KONI Pusat.
“Kepada masyarakat Indonesia, saya mohon doa agar legenda tinju kebanggaan kita, Bapak Ellyas Pical, kondisinya semakin membaik dan dapat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari,” sambung Ketum KONI Pusat.
Di samping itu, Ketum KONI Pusat memastikan dukungan untuk kesehatan Ellyas Pical, mulai seluruh fasilitas kesehatan KONI Pusat hingga BPJS.
Jajaran Ketum KONI Pusat yang mendampingi antara lain Waketum I Mayjen TNI Purn Dr.Suwarno, Waketum II Mayjen TNI Soedarmo, Kabid Kesehatan Olahraga Marsma TNI Purn Rochmulyati, Wakabid Media dan Humas Tirto Prima Putra dan Martinez dos Santos.
Ellyas Pical dilahirkan di Kecamatan Saparua, Kota Saparua, Maluku pada 24 Maret 1957. Pada masa kecil, ia adalah seorang pencari Ikan Mas.
Ketertarikannya pada olahraga tinju berawal dari pertandingan yang kerap disiarkan TVRI. Muhammad Ali menjadi salah satu idola yang kerap ditonton Elly waktu kecil. Terinspirasi dari Ali, ia akhirnya memulai latihan tinju pada usia 13 tahun tanpa sepengetahuan orang tuanya, sebab Elly dilarang tinju.
Semasa aktif menjadi atlet, Ellyas Pical terkenal dengan hook dan uppercut kiri yang akurat, cepat sekaligus keras. Kemampuan baik tersebut membuat Ellyas dijuluki The Exocet, sebuah rudal buatan Prancis yang digunakan Inggris dalam perang Malvinas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News