INAPGOC Gelar Koordinasi dengan APC
Ketua INAPGOC, Raja Sapta Oktohari (tengah) saat menggelar koordinasi dengan Komite Paralimpic Asia (Istimewa)
Jakarta: Panitia Pelaksana Asian Para Games 2018 (INAPGOC) terus mematangkan persiapan yang tinggal sekitar lima bulan tersisa. Salah satunya dengan menggelar Pertemuan Koordinasi dengan Komite Paralimpik Asia (APC) di Jakarta pada 13-14 April.

Pertemuan Koordinasi yang dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno, menjadi satu rangkaian kegiatan dengan Chefs de Mission Seminar, yang berlangsung dua hari sebelumnya. CDM Seminar ini dihadiri oleh delegasi dari
29 negara.

Merancang bentuk komunikasi yang efektif menjadi salah satu agenda yang penting dalam pertemuan ini karena waktu yang semakin sempit, seperti yang dikatakan oleh Ketua INAPGOC, Raja Sapta Oktohari.


"Ada tiga faktor utama yang akan dibahas dalam pertemuan kali ini, yaitu sports, athletes village, dan transportasi. Kami telah melakukan simulasi dari dua hal, yaitu athletes village dan transportasi kemarin. Kami juga diterima oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla pukul 14.00 untuk melaporkan perkembangan dari persiapan Asian Para Games 2018," ujar Okto pada media usai pembukaan Pertemuan Koordinasi Kelima, Jumat (13/4).

Klik: Nominasi Skuat Piala Thomas & Uber Indonesia


Okto dan Presiden APC Majid Rashed diterima oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla, yang didampingi oleh Sesmenpora Gatot S. Dewa Broto, di Istana Wakil Presiden. Pada CDM Semintar, INAPGOC memaparkan semua persiapan yang telah dilakukan. 

Selain itu, para delegasi dan juga Presiden APC Majid Rashed mengunjungi Stadion Utama dan Stadion Akuatik Gelora Bung Karno, serta perkampungan atlet. Pada kunjungan ke perkampungan atlet, Rashed mendapat kesempatan langsung untuk melihat dan menjajal unit contoh yang sudah direnovasi
untuk mengakomodir atlet difabel.

Okto mengatakan bahwa sebagian besar delegasi menyatakan puas dengan persiapan yang telah dilakukan Indonesia dalam menyelenggarakan Asian Para Games 2018. Namun, ia mengimbau agar INAPGOC jangan cepat puas dan besar kepala.

"Pada Pertemuan Teknis, kami akan mengkaji semua masalah yang kami hadapi bersama dengan APC. Jadi kami ingin memaksimalkan fungsi dari APC karena sejak awal kami menyatakan bahwa APC datang ke sini bukan untuk melakukan supervisi tapi untuk bekerja sama dengan INAPGOC untuk memastikan penyelenggaraan Asian Para Games 2018 berjalan sukses," ucap Okto.

Rashed juga menyatakan sentimen yang sama dengan Okto. Dia mengatakan bahwa dalam kunjungannya ke Jakarta kali ini dia merasa nyaman karena Rashed melihat visi dari stakeholder, mulai dari pemerintah hingga masyarakat. Rashed mengatakan bahwa dia yakin perkampungan atlet akan selesai tepat waktu dan akan memenuhi persyaratan aksesibilitas.

"Di perkampungan atlet, saya masih melihat beberapa tantangan. Tapi saya percaya Ketua INAPGOC akan melakukan yang terbaik untuk menyelesaikan semuanya dan itu sangat bisa dicapai. Saya akan tinggal di perkampungan atlet karena saya senang tinggal bersama para atlet dan merasakan atmosfer dari perkampungan atlet dari pada tinggal di hotel bintang lima. Bisa menyediakan 1.000 unit yang ramah untuk penyandang disabilitas adalah pekerjaan luar biasa yang tidak pernah dilakukan dalam sejarah paralimpik,” ujar Rashed.

 



(REN)