Arti Kemenangan Zohri Bagi Dubes RI di Finlandia
Lalu Muhammad Zohri saat memenangi emas di kejuaran dunia atletik dunia U-20 (Foto: IAAF)
Helsinki: Tak dipungkiri lagi nama pelari Indonesia Lalu Muhammad Zohri membahana sejalan dengan prestasinya dalam Kejuaraan Dunia Atletik U20 2018 di Tampere, Finlandia.

Zohri masuk ke final di nomor lari sprint 100 meter, melawan pelari dari Amerika Serikat (AS), Jepang, Inggris, Afrika Selatan serta Swedia. Dengan catatan waktu 10,18 detik, pemuda asal Pemenangan, Lombok itu pun meraih emas.

Setelah kemenangan Zohri, Duta Besar Republik Indonesia untuk Finlandia Wiwiek Setyawati Firman menilai sangat pantas Zohri mendapatkan medali ini.
 

Baca: Terkait Neymar, PSG Sudah Antisipasi Manuver Madrid


"Zohri saat ini masih di Finlandia sesuai aturan Panitia Kejuaraan Dunia. Dia biasa-biasa saja dengan medali itu. Tidak mabuk kepayang," ujar Dubes Wiwiek, kepada Medcom.id, Jumat 13 Juli 2018. 


"Saya sangat kagum bahwa atlet-atlet PB PASI walau juara dunia (Adek Moan/Juara Asia dan Zohri/Juara Dunia) yang bertanding di Finlandia, sangat santun dan rendah hati. Pembangunan watak dan kepribadian rupanya menyatu dengan pembangunan kapasitas atlet," imbuhnya.

Operasional KBRI Helsinki memang kecil, namun dukungan tetap diberikan kepada atlet-atlet yang tengah bertanding. Jarak antara Helsinki ke Tampere itu dua jam berkendaraan dan bahkan sejak tanggal 8 Juli, KBRI harus mengirim nasi kepada Zohri beserta lauk khas Indonesia karena dia tidak bisa mengkonsumsi roti.

Berbagai dukungan diberikan kepada atlet Indonesia yang berjuang di ajang dunia ini. Salah satu yang menjadi polemik adalah mengenai bendera Merah Putih yang tidak tersedia di garis finish saat Zohri menang.

Dubes Wiwiek menyebutkan memang tampaknya masih banyak orang awam yang berpikir bahwa Pelatih atau siapapun bisa masuk ke lintasan lari untuk berikan bendera.

"Yang punya akses di garis finish itu  hanya wartawan TV yang punya akses khusus pers. Amerika Serikat banyak kirim media mereka untuk meliput di garis finish, karena yakin akan menang. Media dari Indonesia satupun tidak ada yang hadir di Finlandia untuk pertandingan Ini," tuturnya. 

"Sementara pelatih duduk di tribun, tidak boleh masuk ke area lari, tidak bisa masuk ke area pertandingan," imbuh Dubes Wiwiek.

"Cuma Superman saja yang bisa loncati pagar dari tribun masuk ke lintasan pertandingan untuk berikan dengan cepat bendera di garis finish dengan tempo yang sama dengan wartawan AS yang dari awal sudah siap Siaga meliput di garis finish," canda Dubes Wiwiek.
 

Baca juga: Akhir Karier Conte di Chelsea


Selain pada saat pengalungan media juara dunia. Dubes Wiwiek juga menjelaskan tidak ada pengibaran bendera karena pada saat pengalungan medali pada Kamis 12 Juli, pukul 17.20 sore waktu setempat, semua dilakukan digital. "Jadi hanya mengumandangkan lagu Indonesia Raya saja," ujarnya.

Selama di Finlandia, KBRI pun menyiapkan kaset lagu Indonesia Raya dan melakukan pendampingan bagi Zohri saat melakukan wawancara. 

Apresiasi meluncur deras usai kemenangan Zohri di Kejuaraan Dunia ini. Mulai dari Presiden Joko Widodo, Menpora Imam Nachrowi hingga anggota DPR dan pejabat daerah Nusa Tenggara Barat (NTB) mengucapkan selamat.

Tidak hanya itu, janji-janji pun muncul untuk memberikan hadiah ataupun membetulkan rumah dari atlet yatim piatu tersebut. Kini yang terpenting bagi Zohri adalah tetap fokus untuk bertanding di Asian Games yang akan berlangsung Agustus 2018.

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga

Video: Menyusuri Keindahan Kota Terindah di Dunia, St. Petersburg, #SalamdariRusia




(ACF)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id