Serang Lengkapi Kontestan Pemuda Inspiratif 2018
Para peserta grand final Pemuda Inspiratif yang digelar di Serang, Banten (Istimewa)
Jakarta: Dua wakil dari Serang, Sakiban dan Dahliansyah, akhirnya melengkapi kontestan grand final Pemuda Inspiratif 2018 yang puncak acaranya digelar di Pendopo Kabupaten Serang, Banten, Minggu 11 November. Keduanya berhak mewakili Serang pada kompetisi yang digelar Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenproa) RI setelah lolos penyisihan Sabtu 10 November.

Sakiban menang berkat idenya Sahabat Lansekap Indonesia (SALI) yakni membangun ruang terbuka hijau. Sementara Dahliansyah menang dengan ide bidang kewirausahaan diberi judul BuNyai.

Hari kedua Pemuda Inspiratif Serang diisi banyak kegiatan menarik. Mulai dari senam sehat pukul 06.00 WIB. Dilanjutkan dengan pemaparan 20 finalis Pemuda Inspiratif Serang yang terpilih dari seleksi yang digelar Jumat 9 November kemarin.


Masing-masing finalis tersebut tampil percaya diri mempresentasikan ide kreatifnya, tak terkecuali Sakiban dan Dahliansyah. Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan kompetisi dance yang diikuti ratusan peserta hingga awarding di malam hari. 

Malam awarding ini turut dihadiri oleh Asisten Deputi Peningkatan Kreativitas Pemuda Kemenpora Djunaedi. Pada kesempatan tersebut ia mengungkapkan Pemuda Inspiratif yang digelar Kemenpora bertujuan untuk mencari pemuda yang dapat menginspirasi lingkungan sekitarnya dalam bidang apapun.

“Semua peserta sudah melakukan yang terbaik. Tetaplah menjadi pemuda yang inspiratif, inovatif untuk sekitar dan menjadi pelopor untuk kemajuan bangsa,” ujarnya, Sabtu 10 November. 

Setelah menang, Sakiban dan Dahliansyah bergabung dengan pemenang dari 15 kota lainnya yang terlebih dahulu diseleksi. 15 kota tersebut yakni Lhokseumawe, Banda Aceh, Bukittingi, Padang, Polewali, Singkawang, Pontianak, Purwakarta, Bogor, Bandung, Mataram, Gresik, Kediri, Lamongan, serta Tangerang.

Nantinya, enam belas putra dan enam belas putri wakil dari 16 kota akan bersaing untuk memperebutkan gelar juara nasional Pemuda Inspiratif. Kegiatan grand final akan dipusatkan di venue yang sama yakni Pendopo Kabupaten Serang.

Sementara, pada Sabut sore digelar jumpa pers jelang grand final Pemuda Inspiratif yang dihadiri seluruh kontestan. Pada kesempatan tersebut, Muhammad Ilham Nurhakim, peserta asal Solo mengatakan ajang ini jangan dijadikan untuk bersaing mencari pemenang semata.

"Saya harap kita semua di sini bukan untuk mencari pemenang, tapi untuk mengembangkan ide yang bisa berguna bagi masyarakat banyak," ujarnya saat ditemui awak media.

Pria yang karib disapa Ilham itu menciptakan ide Alquran bagi penyandang tuna rungu. Aplikasi Alquran yang dinamai Qurani itu dibuat mahasiswa Universitan Negeri Malang itu bersama timnya yang berjumlah sekitar 40 orang.

Aplikasi tersebut pun disediakan olehnya secara gratis di platform distribusi aplikasi masing-masing telepon selular. Di mana Qurani dapat bekerja lebih optimal lagi dengan versi berbayar yang dikenakan biaya Rp100 ribu.

"Konsep ide ini sudah ada sejak 2015 dan sempat dibuat trial pada 2016 yang diberi nama Hikua (Hiring Inspirement of Quran Aplication)Ini dikerjakan oleh 40 orang, untuk membantu bahasa isyarat saja hampir 10 orang," terang mahasiswa 23 tahun itu.

"Saya berharap pemerintah bisa membantu mengembangkan ide ini, agar teman-teman tuna rungu juga bisa mempelajari dan membaca Alquran dengan benar. Semoga mendapat perhatian dari pemerintah," pungkasnya.

Acara grand final Pemuda Inspiratif 2018 di Serang sendiri akan dimulai Minggu 11 November pukul 17.00 WIB. Acara akan dipusatkan di Pendopo Pemerintahan Kabupaten Serang dan rencananya akan dibuka langsung Menpora Imam Nahrawi.






(REN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id