Pihak Satria Muda mengakui bahwa selama hampir satu dekade, Juan telah menjadi bagian penting dalam perjalanan Satria Muda sebagai tim juara. Ia turut berkontribusi dalam membangun identitas tim dan ingin dikenang sebagai bagian dari generasi yang berjuang dan memberikan dampak nyata bagi klub.
Keputusan untuk menjalani trade ini bukan didasari konflik ataupun keputusan sepihak dari klub. Juan secara pribadi mengajukan keinginan tersebut dan telah melalui proses komunikasi yang terbuka serta meminta restu dari manajemen Satria Muda.
"Keputusan ini datang dari saya pribadi. Sejak awal saya banyak belajar di Satria Muda bersama orang-orang hebat di klub juara, dan itu membentuk saya sampai hari ini. Tapi di titik sekarang, saya merasa dorongan untuk terus belajar dan berkembang itu semakin besar, dan saya melihat perlu adanya tantangan baru untuk memperluas pengalaman saya di dunia basket. Ini adalah bagian dari proses saya untuk bertumbuh, baik sebagai pemain maupun secara pribadi," kata Juan, seperti dirilis klub Satria Muda.
Baca juga: Satria Muda Pertamina Lepas Juan Laurent ke RANS, Sandy Ibrahim Jadi 'The Last Man Standing'
Tetapi bila melihat performanya di IBL GoPay 2026, tampaknya Juan memang sudah bukan lagi pilihan utama dalam tim asuhan Djordje Jovicic tersebut. Menit bermainnya turun drastis hingga tidak menyentuh 10 menit per ame. Sementara kontribusinya paling rendah dalam catatan kariernya, yaitu 1.9 poin, 1.2 rebound, dan 1.0 assist per game.Sementara itu, Sport Director Satria Muda Pertamina Bandung, Youbel Sondakh, melihat keputusan ini sebagai bagian dari penyesuaian dalam perjalanan musim. Di sisi lain, ini juga menjadi kesempatan bagi tim Satria Muda untuk memberikan ruang dan peran baru bagi pemain seperti Rheza dan Fernando.
"Kami percaya dengan komposisi yang ada, tim tetap solid, kompetitif, dan berada di jalur yang tepat untuk mencapai target musim ini," tutur Youbel.
Rheza Butarbutar musim ini baru bermain 10 laga dengan rata-rata menit bermain di bawah lima menit per game. Rheza pindah klub setelah tidak musim menjalani karier bersama RANS. Sedangkan Fernando Manansang juga baru bermain enam pertandngan musim ini, dan tidak pernah mencapai menit bermain di bawah 10 menit. Sejak pindah dari Prawira Bandung di tahun 2025, Fernando baru memainkan tujuh laga bersama RANS dalam dua musim.
IBL akan menutup jendela transfer pemain lokal dan pergantian pemain asing pada hari yang sama, yaitu 12 April 2026. Sehingga para kontestan liga masih memiliki waktu kurang dari dua pekan untuk melakukan perubahan roster.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News