Persaingan diprediksi semakin sengit karena para rider harus menghadapi perubahan sekitar 45 persen pada layout lintasan sepanjang hampir 1.800 meter. Kondisi tersebut menuntut kemampuan beradaptasi dan ketepatan strategi untuk meraih hasil maksimal.
Agung Prio Siap Tampil Agresif
Andy Prayoga, rider andalan MUD Brother-PVR Industries, mengoleksi 260 poin di puncak klasemen sementara Men Elite. Namun, keunggulannya belum cukup aman karena Agung Prio Apriliano dari Astrindo Racing berada di posisi kedua dengan selisih 50 poin.
Putra Ganda Arrozak menempati peringkat ketiga dengan jarak 60 poin dari Andy. Kondisi ini membuat persaingan di papan atas masih terbuka menjelang seri Pasuruan.
Agung, yang menyandang status juara nasional 2025 dan 2026, bertekad tampil agresif untuk memangkas jarak dengan pemuncak klasemen. Ia berencana memaksimalkan performa sejak sesi seeding run, dengan tetap memperhitungkan risiko di lintasan.
“Pendekatan saya di Arjuno adalah all-out namun tetap terkalkulasi. Saya percaya penuh dengan kemampuan fisik dan set-up sepeda saat ini untuk menyerang lintasan secara maksimal sejak sesi seeding run,” ujar Agung.
Pengalamannya berlatih di Arjuno Bike Park menjadi modal penting. Meski demikian, perubahan layout membuatnya tetap perlu menyesuaikan strategi agar bisa memaksimalkan kecepatan di setiap sektor.
Agung juga menyiapkan pengaturan teknis sepeda, mulai dari suspensi dan pilihan ban hingga penggunaan tire insert seperti CushCore. Persiapan tersebut ditujukan untuk menjaga traksi dan momentum saat melewati bebatuan maupun tikungan teknis.
Arjuno Bike Park Hadirkan Tantangan Baru
Penyelenggara 76 Ultimate Downhill 2026 melakukan pembaruan sekitar 45 persen pada layout Arjuno Bike Park. Perubahan tersebut mencakup penambahan panjang trek serta kombinasi rintangan alami dan buatan.
Event Director 76 Ultimate Downhill, Aditya Nugraha, menyebut lintasan di Arjuno memiliki panjang hampir 1.800 meter. Jarak ini lebih panjang dibandingkan rata-rata lintasan sekitar 1.500 meter yang digunakan pada tahun sebelumnya.
Menurut Aditya, pembaruan tersebut dirancang untuk meningkatkan kemampuan teknis para rider sekaligus menguji kecepatan mereka dalam membaca karakter trek.
Sementara itu, Agnes C. Wuisan dari 76Rider mengatakan penyegaran lokasi dan layout menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas kompetisi serta daya saing atlet downhill Indonesia.
Melalui tantangan dengan karakter lintasan yang beragam, para rider diharapkan semakin siap menghadapi kompetisi di berbagai level, termasuk kejuaraan internasional.
Jambol Bertekad Memaksimalkan Poin
Selain Agung, Mohammad Abdul Hakim atau yang akrab disapa Jambol juga membidik hasil maksimal di Pasuruan. Rider andalan Tim 76 Rider DH Squad tersebut saat ini menempati peringkat kelima klasemen Men Elite.
Jambol menegaskan peluang untuk merebut gelar juara umum masih terbuka selama kompetisi belum berakhir. Karena itu, ia ingin memanfaatkan seri Pasuruan untuk memperbaiki posisinya.
“Sekecil apa pun, selama peluang itu masih ada, saya tidak akan pernah menyerah. Meski sekarang masih di urutan lima, tetapi musim belum selesai dan masih dua seri lagi yang bisa dimaksimalkan,” kata Jambol.
Untuk menghadapi putaran kedua, Jambol mengaku telah mematangkan persiapan fisik, berlatih di lintasan, serta menyempurnakan pengaturan sepeda bersama tim. Ia berharap mampu mencatatkan waktu kompetitif sejak sesi seeding run hingga final run.
76 Ultimate Downhill 2026 Pertandingkan 10 Kelas
Putaran kedua 76 Ultimate Downhill 2026 mempertandingkan 10 kelas, mulai dari kategori elite hingga kelas yang mendukung regenerasi atlet dan partisipasi penggemar olahraga downhill.
Tiga kelas prestasi yang menjadi sorotan adalah Men Elite, Women Elite, dan Junior. Adapun kategori Men Youth dan Women Youth menjadi bagian dari upaya mendukung pembinaan serta jenjang karier atlet muda.
Lima kelas lainnya adalah Men Master C, Men Master B, Men Master A, Men Sport A, dan Men Sport B.
Rangkaian seri kedua berlangsung di Arjuno Bike Park, Pasuruan, pada 16-18 Oktober 2026. Berdasarkan jadwal penyelenggara, sesi seeding run digelar Sabtu (17/10), sedangkan final run berlangsung Minggu (18/10).
Dengan selisih poin yang relatif tipis di papan atas dan perubahan layout lintasan yang signifikan, seri Pasuruan menjadi kesempatan penting bagi Agung Prio dan para pesaing lainnya untuk menekan posisi Andy Prayoga dalam perburuan gelar juara umum musim ini.