Petenis Indonesia, Christopher Rungkat (kiri), ketika berlaga di Wimbledon nomor ganda campuran dengan petenis asal Jepang, Shuko Aoyama (AFP/Glyn Kirk)
Petenis Indonesia, Christopher Rungkat (kiri), ketika berlaga di Wimbledon nomor ganda campuran dengan petenis asal Jepang, Shuko Aoyama (AFP/Glyn Kirk)

Fasilitas Minim Menghambat Regenerasi Petenis Indonesia

Olahraga tenis
Gregorius Gelino • 09 Juli 2019 23:10

Christo berharap pemerintah bisa menyediakan fasilitas memadai untuk mempercepat regenerasi petenis Tanah Air.


Wimbledon: Atlet tenis Indonesia, Chritopher Rungkat, menyayangkan minimnya fasilitas tenis di Indonesia, terutama jumlah lapangan. Menurut Christo, sapaan Christopher, hal itu bisa menghambat regenerasi petenis nasional.
 
"Ada beberapa atlet muda yang mulai naik daun. Tapi itu sulit dan saya sudah merasakannya. Itu terjadi karena kami tidak memiliki fasilitas bagus di Jakarta," kata Cristo kepada AFP, Senin 8 Juli waktu setempat.
 
Menurut Christo, Jakarta sempat memiliki lapangan tenis yang cukup mendukung. Namun, lapangan-lapangan tersebut dialih fungsikan menjadi lapangan bisbol.

Baca juga: Christoper Rungkat Tersingkir pada Babak Kedua Wimbledon


"Kami pernah punya lapangan tanah liat dan lapangan keras yang bagus. Tapi yang membuat saya sedih, pemerintah mengubahnya menjadi lapangan bisbol," tambahnya.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Petenis 29 tahun itu juga berharap bisa menjadi inspirasi juniornya di kancah tenis Indonesia. Namun, ia merasa itu tetap saja sulit terjadi karena fasilitas yang kurang memadai.
 
"Setidaknya, kami harus mulai dengan membangun lapangan dan fasilitas yang layak. Saya harap pemerintah bisa bantu," tutup pemilik emas ganda campuran Asian Games 2018 tersebut.
 
Video: Djokovic, Nadal, dan Federer Kompak Menang Tiga Set Langsung di Babak Keempat
 

 

(KAU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif