Suasana rakernas Percasi ke-46. (Foto: Istimewa)
Suasana rakernas Percasi ke-46. (Foto: Istimewa)

Sukses Gelar Rakernas 2026, Percasi Tetapkan Tuan Rumah Kejurnas 2027 dan Siapkan Liga Nasional

Kautsar Halim • 25 Oktober 2026 21:12
Ringkasnya gini..
  • PB Percasi menargetkan Liga Catur Nasional mulai bergulir pada April 2027, dengan satu divisi pada tahap awal dan rencana pengembangan menjadi Liga Pratama serta Liga Utama.
  • Jakarta ditetapkan sebagai tuan rumah Kejurnas Catur ke-52 dan Rakernas Percasi ke-47 pada 2027.
  • Rakernas Percasi 2026 menetapkan zonasi prakualifikasi PON 2028 di NTB dan NTT serta merekomendasikan penguatan disiplin, pendataan wasit, dan penambahan medali catur.
Serang: Pengurus Besar Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PB Percasi) menetapkan Jakarta sebagai tuan rumah Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Catur 2027 sekaligus Rakernas Percasi ke-47. Selain itu, Percasi menyiapkan Liga Catur Nasional yang ditargetkan mulai bergulir pada April 2027.

Sejumlah agenda strategis tersebut menjadi hasil Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Percasi ke-46 Tahun 2026 yang berlangsung di Hotel Le Dian, Serang, Banten, Sabtu, 24 Oktober 2026. Rakernas dihadiri perwakilan 32 dari total 38 Pengurus Provinsi (Pengprov) Percasi.

Pertemuan tersebut juga membahas persiapan cabang olahraga catur menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT), terutama melalui sistem prakualifikasi berbasis zona untuk memperluas pemerataan kesempatan bagi pecatur daerah.

Sidang Rakernas dipimpin Pandapotan Sinaga, didampingi Ahmad Ramadhan sebagai ketua, Khairul Munadi sebagai wakil ketua, Nanang Pujalaksana sebagai sekretaris, serta Agus Santoso dan Ilham Bustomi sebagai wakil sekretaris.

“Rakernas kali ini berlangsung sangat kondusif, humanis, dan humoris, serta menghasilkan keputusan penting yang siap dijalankan untuk kepentingan PON dan Kejurnas,” kata Pandapotan Sinaga.
 

Percasi Siapkan Liga Catur Nasional Mulai April 2027


Salah satu agenda yang menjadi perhatian dalam Rakernas Percasi 2026 adalah rencana penyelenggaraan Liga Catur Nasional. Kompetisi ini disiapkan untuk membangun ekosistem catur yang lebih profesional sekaligus memperluas pembinaan melalui klub-klub di berbagai daerah.

Rencana tersebut merupakan tindak lanjut arahan Ketua Umum PB Percasi, Agustiar Sabran. Dalam Rakernas, pengurus memperkenalkan konsep awal liga kepada para Pengprov untuk memperoleh masukan sebelum regulasi dan mekanisme penyelenggaraannya dimatangkan.

“Dalam Rakernas kali ini, pengurus mengintroduksi usulan konsep Liga Catur Nasional kepada Pengprov. Berbagai masukan dan usulan perbaikan diterima,” ujar Nanang Pujalaksana.

Liga Catur Nasional ditargetkan mulai bergulir pada April 2027. Pada tahap awal, kompetisi kemungkinan berlangsung dalam satu divisi. Ke depannya, format tersebut diharapkan berkembang menjadi dua tingkatan, yakni Liga Pratama dan Liga Utama.

Namun, rencana tersebut masih memerlukan pematangan regulasi dan konsep penyelenggaraan. PB Percasi akan menyempurnakan rancangan kompetisi sebelum kembali menyosialisasikannya kepada para anggota.

Pandapotan berharap liga tersebut dapat mendorong lahirnya klub-klub catur di berbagai wilayah Indonesia. Dengan begitu, pembinaan dan kompetisi tidak hanya terpusat di Pulau Jawa, tetapi juga berkembang di daerah lain.

“Liga Catur ini dirancang untuk membangun catur sebagai olahraga profesional yang dikelola secara profesional. Diharapkan ke depannya akan lahir klub-klub di berbagai daerah sehingga penyebaran catur tidak hanya terpusat di Pulau Jawa,” ujar Pandapotan.
 

Sistem Zona Disiapkan untuk PON 2028


Selain pengembangan liga, Rakernas Percasi 2026 menitikberatkan persiapan menuju PON 2028 yang akan berlangsung di NTB dan NTT.

Salah satu keputusan utamanya adalah penetapan zonasi babak kualifikasi PON 2028, termasuk rincian kelolosan provinsi dan penentuan tuan rumah babak kualifikasi.

Pandapotan menjelaskan bahwa sistem prakualifikasi berbasis zona diarahkan untuk memperluas jangkauan kompetisi dan memberikan kesempatan yang lebih merata kepada pecatur dari berbagai daerah.

“Salah satu keputusan utamanya adalah pemerataan peserta PON melalui sistem prakualifikasi berbasis zona, agar jangkauannya menyentuh seluruh warga masyarakat Indonesia,” tambahnya.

Melalui sistem tersebut, Percasi berharap jalur menuju PON dapat menjangkau lebih banyak daerah. Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari pembinaan berkelanjutan agar catur semakin berkembang dan diminati masyarakat.

Rakernas juga merekomendasikan penambahan medali untuk cabang olahraga catur pada PON 2028. Usulan tersebut menjadi salah satu agenda yang perlu ditindaklanjuti dalam pembahasan lebih lanjut.
 

Jakarta Jadi Tuan Rumah Kejurnas Catur 2027


Hasil penting lainnya adalah penetapan Daerah Khusus Jakarta sebagai tuan rumah Kejurnas Catur ke-52 Tahun 2027. Jakarta juga dipercaya menjadi lokasi penyelenggaraan Rakernas Percasi ke-47 pada tahun yang sama.

Penetapan tersebut menjadi bagian dari agenda organisasi untuk menjaga kesinambungan kompetisi nasional dan memperkuat pembinaan pecatur.

Selain keputusan mengenai Kejurnas dan persiapan PON, Rakernas Percasi ke-46 menerima laporan pertanggungjawaban kegiatan organisasi untuk periode Mei 2025 hingga Oktober 2026. Forum tersebut juga mengesahkan gelar pemain tingkat nasional berdasarkan hasil Kejurnas Catur ke-50 Tahun 2025 di Mamuju.
 

Soroti Disiplin, Wasit, dan Pembinaan Catur


Rakernas Percasi 2026 turut menghasilkan sejumlah rekomendasi untuk memperkuat tata kelola organisasi dan pengembangan catur nasional.

Salah satunya adalah usulan perbaikan sejumlah pasal dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) agar aturan organisasi menjadi lebih tegas. Forum juga merekomendasikan pembentukan atau pertimbangan pembentukan Komisi Disiplin dengan sanksi yang lebih tegas, termasuk untuk menangani dugaan pengaturan pertandingan atau match fixing.

Di bidang perwasitan, PB Percasi diminta mendorong pendataan wasit melalui Pengprov. Data tersebut direncanakan dapat diakses melalui situs resmi baru PB Percasi.

Rakernas juga merekomendasikan agar catur kembali dipertandingkan dalam ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN), serta mendorong upaya meningkatkan daya tarik catur bagi masyarakat.

Berbagai keputusan dan rekomendasi tersebut menjadi bagian dari agenda pembenahan organisasi, penguatan kompetisi, serta pemerataan pembinaan catur Indonesia menjelang PON 2028 dan pengembangan Liga Catur Nasional pada 2027.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(KAH)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan