Gagal Amankan P3
Setelah berhasil lolos ke babak Superpole karena menempati P5 di Qualifying, Arthur mengemban tugas mencari posisi start terbaik bukan hanya di kelas Pro namun juga keseluruhan.Superpole terdiri dari 32 mobil dan dibagi menjadi empat babak. Pada Superpole 1, 16 mobil tercepat lolos dan Arthur ada di P3. Superpole 2 meloloskan delapan mobil dan Arthur meraih P4. Superpole 3 menempatkan Arthur di P2 dari empat mobil yang berhak lanjut ke Superpole 4.
Pada sesi terakhir, Arthur ada di P3. Sebuah raihan bagus sekaligus mengukuhkan konsistensi dan kecepatan tim AF Corse 50 sejak sesi Free Practice 1. Arthur bersama Sean Gelael dan Lilou Wadoux siap bertarung di 24 Hours of Spa hari Sabtu ini.
Masalah dengan Mobil
Namun, beberapa jam kemudian keluar pengumuman bahwa Data Acquisition System di mobil Ferrari yang dikendarai Arthur di Superpole bermasalah. Data tak bisa diambil untuk beragam pengecekan resmi, di mana Delegasi Teknis GT World Challenge Europe saat itu tak bisa mengecek PBoost (boost pressure ratio) karena sensor pengukur tekanan tak terkoneksi.Tim AF Corse pun dipanggil pengawas lomba untuk memberikan penjelasan. Mereka berdalih ada kemungkinan ketidaksengajaan yang dilakukan para mekanik yang sedang bekerja di mobil sehingga sensor tak terkoneksi.
Baca juga: Penalti Slow Zone, WRT 32 Merosot ke P7
Apa pun itu, kesalahan dianggap tetap terjadi sehingga semua catatan waktu yang dibuat Arthur di Superpole 1, 2, 3, dan 4 dihapus. Dengan demikian AF Corse 50 kehilangan P3."Bagaimanapun, kami akan berusaha sekuat tenaga untuk meraih hasil terbaik pada lomba nanti," ujar Sean, Brand Ambassador Pertamax Turbo dan Pertamina Fastron.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda