Ketua Umum PB Perbakin Letjen TNI Joni Supriyanto (tengah) bersama para pengurus (Istimewa)
Ketua Umum PB Perbakin Letjen TNI Joni Supriyanto (tengah) bersama para pengurus (Istimewa)

Kejuaraan Internasional Perbakin Diikuti 21 Negara

Olahraga olahraga
Rendy Renuki H • 15 Agustus 2019 07:11
Jakarta: Pengurus Besar Persatuan Menembak Sasaran dan Berburu Indonesia (PB Perbakin) menggelartiga kejuaraan internasional sekaligus di Lapangan Tembak Senayan, Jakarta.Di antaranya South East Asia Youth Training Camp Air Rifle pada 15-22 Agustus, 1st Indonesia Shooting Championship Open Tournamen dan 43 South East Asia Shooting Championship (SEASA) pada 18-27 Agustus.
 
Kejuaraan itu akan diikuti 21 negara yang melibatkan hampir 400 atlet dan ofisial. Sebanyak 11 negara Asia Tenggara akan terlibat di kejuaraan SEASA, dan 10 negara lainnya berpartisipasi di Indonesia Open.
 
Negara yang sudah memastikan tampil di SEASA, yakni Singapura, Hong Kong, Macau, Malaysia, Viaetnam, Thailand, Timor Leste, Filipina, Myanmar, Indonesia dan China Taipe. Sedangkan peserta Indonesia Open, yaitu Australia, Kazakhstan, Sri Lanka, Korea, Nepal, Jepang, China, Tajikistan, Banglades dan Kuwait.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ketua Harian PB Perbakin, Siswanto, menerangkan jika Ketua Umum PB Perbakin Letjen TNI Joni Supriyanto memiki sejumlah target penting dalam kesempatan tersebut.Salah satunya untuk mempersiapkan atlet di ajang SEA Games 2019 dan sambil melihat kekuatan negara tetangga.
 
Semua cabang menembak yang dilombakan di SEA Games akan dimainkan dalam kejuaraan internasional yang digelar Perbakin. Atlet yang ikut terdiri atas atlet Perbakin dan anggota TNI-Polri.
 
"Jadi kita mengadakan tiga kegiatan penting dalam Agustus ini. Ketiga ajang ini saling mendukung, dan kita bertekad akan membuat banyak event agar setiap bulan bisa terus brrtanding dan tidak hanya berlatih saja," kata Siswanto di Lapangan Tembak Senayan, Rabu, 14 Agustus.
 
"Tahun ini merupakan rekor terbaik. Padahal sebelumnya, tidak pernah diikuti sekian banyak negara seperti ini., suatu rekor yang luar biasa. Sehingga pihak ASC pun mengapresiasi untuk nomor Youth Training. Akhirnya, Korea juga tertantang untuk ikut dengan pelatih yang dari Kazhaktan," sambungnya didampingin Wakil Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri, Inge Inkiriwang.
 
Dipaparkannya lagi, ajang tersebut dilaksanakan setiap tahun, tapi selalu berubah. "Air Rifle dan Pistol. Youth diikuti golongan 15-18 tahun. Tujuannya untuk mencari bibit-bibit atlet muda yang kira-kira bisa kita kembangkan untuk kedepannya."
 
"Sedangkan untuk SEASA, diungkapkannya, seharusnya digelar di Taiwan. Tetapi karena Ketum (Joni Supriyanto) ini sangat semangat untuk memajukan Perbakin, semakin dikenal masyarakat Asia dan dunia, maka berusaha dengan kerja keras, intens, akhirnya kita diberikan kesempatan menggelar SEASA," tuturnya.
 
Selain itu, Siswanto juga menjelaskan terkait kebutuhan pelatih asing guna meningkatkan kualitas para atlet. Terlebih, Indonesia kekurangan pelatih lokal yang bersertifikat internasional.
 
Padahal, kebutuhan pelatih berkualitas sangat penting. Pelatih yang didatangkan dari luar negeri dengan tugas mengantarkan atlet Indonesia meraih gelar juara dunia. Sehingga nantinya, kejayaan olahraga tembak bisa terwujud.
 
Menurutnya, olahraga menembak merupakan salah satu cabang yang menjadi andalan Indonesia dalam ajang kejuaraan nasional dan internasional. Sehingga diperlukan saran dan masukan yang membangun dari semua pihak demi kemajuan Perbakin.
 
"Termasuk, kita disuruh Pak Ketum untuk mencari pelatih asing terbaik, dan kita sudah dapat. Satu untuk nomor Pistol, yakni berasal dari Bulgaria dan Air Rifle dari Iran. Semua ini yang puncaknya untuk SEA Games," ungkapnya.
 
Lebih jauh dikatakannya lagi, Perbakin kini menekankan perlunya penataan organisasi dan tugas yang adaptif terhadap dinamika perkembangan olahraga menembak. Dilandasi sistem manajemen yang transparan, akuntabel dan kridibel, sehingga dapat mengembangkan potensi, prestasi dan nilai tambah ekonomis olahraga menembak.
 
Sumber Daya Manusia (SDM) meliputi kemampuan atlet, pelatih dan komponen SDM lainnya, ditekankan juga oleh Ketum Perbakin untuk dikembangkan melalui program pelatihan di dalam dan luar negeri.
 

(REN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif