FIFA memastikan Indonesia menjadi tuan rumah Divisi 1 dalam turnamen yang diikuti 14 negara tersebut. Secara keseluruhan, FIFA ASEAN Cup 2026 dijadwalkan berlangsung pada 24 September hingga 5 Oktober 2026 dengan pertandingan di Bandung, Jakarta, dan Hong Kong.
Kedua stadion yang dipilih Indonesia bukanlah venue baru dalam penyelenggaraan pertandingan internasional. SUGBK memiliki sejarah panjang sejak menjadi pusat pelaksanaan Asian Games 1962, sedangkan Si Jalak Harupat juga pernah digunakan dalam sejumlah ajang olahraga internasional.
Stadion Utama Gelora Bung Karno
Stadion Utama Gelora Bung Karno berada di kawasan Senayan, Jakarta Pusat. Stadion ini merupakan bagian dari kompleks olahraga Gelora Bung Karno yang dibangun untuk penyelenggaraan Asian Games IV pada 1962.Menurut pengelola GBK, pembangunan kompleks tersebut bermula setelah Indonesia ditunjuk menjadi tuan rumah Asian Games 1962. SUGBK kemudian menjadi salah satu simbol penting dalam sejarah olahraga Indonesia.
Stadion yang pertama kali dibuka pada 1962 tersebut kini memiliki kapasitas sekitar 78 ribu kursi. Setelah menjalani renovasi besar-besaran untuk Asian Games 2018, SUGBK dilengkapi sejumlah fasilitas modern dan memenuhi standar internasional.
Lapangan SUGBK menggunakan rumput alami jenis Zoysia Matrella. Stadion ini juga dilengkapi sistem pencahayaan untuk pertandingan dan siaran berkualitas tinggi, sistem keamanan, akses bagi penyandang disabilitas, serta teknologi pendukung lainnya.
SUGBK juga sudah beberapa kali menjadi lokasi pertandingan internasional Timnas Indonesia. Pada 2026, stadion tersebut kembali digunakan untuk ajang FIFA Series sebelum dipersiapkan menyambut FIFA ASEAN Cup. Pengelola GBK menyebut berbagai perawatan lapangan dilakukan untuk memastikan kondisi venue memenuhi standar pertandingan internasional.
Stadion Si Jalak Harupat
Berbeda dengan SUGBK yang berada di pusat Jakarta, Stadion Si Jalak Harupat terletak di Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Stadion ini menjadi salah satu venue yang disiapkan Indonesia untuk pertandingan FIFA ASEAN Cup 2026.Stadion Si Jalak Harupat memiliki kapasitas sekitar 27 ribu penonton. Stadion tersebut mulai dibangun pada 2003 dan diresmikan pada 26 April 2005.
Venue yang berada di kawasan Soreang ini juga memiliki pengalaman menggelar pertandingan berskala internasional. Salah satunya saat digunakan sebagai venue sepak bola Asian Games 2018. Stadion Si Jalak Harupat kemudian menjadi salah satu stadion yang digunakan dalam Piala Dunia U-17 2023.
Dalam persiapannya sebagai venue pertandingan internasional, Si Jalak Harupat telah mendapatkan sejumlah pembenahan, termasuk pada area lapangan, tribun, drainase, fasilitas pemain, hingga akses bagi penyandang disabilitas.
Dengan pengalaman tersebut, Si Jalak Harupat kembali mendapat kepercayaan untuk menjadi bagian dari penyelenggaraan turnamen FIFA. Bersama SUGBK, stadion ini akan menjadi panggung pertandingan Divisi 1 FIFA ASEAN Cup 2026 di Indonesia.
FIFA ASEAN Cup 2026 sendiri menjadi turnamen perdana yang mempertemukan 14 negara, terdiri dari 11 anggota ASEAN dan tiga tim undangan. Divisi 1 yang digelar di Indonesia diikuti Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, Vietnam, Bangladesh, dan Pakistan.
Kehadiran dua stadion dengan pengalaman internasional tersebut membuat Indonesia memiliki peran penting dalam penyelenggaraan perdana FIFA ASEAN Cup. Pertandingan di Jakarta dan Bandung akan menjadi bagian dari agenda sepak bola internasional baru yang berada di bawah naungan FIFA.
(Ellen Octovia Suherman)